Bentuk struktur organisasi

Bentuk Struktur Organisasi, Ciri-Ciri, Kelebihan Dan Kelemahan

Posted on

Pada umumnya bentuk struktur organisasi berbeda-beda dan masing-masing bentuk memiliki kelebihan dan kelemahan.

Menurut Hasibuan (2010:150), bentuk struktur organisasi yang didasarkan pada hubungannya terdapat 5 (lima) jenis, yaitu :

1. Bentuk Struktur Organisasi Garis (Line Organization)

Bentuk struktur ini di buat oleh Henry Fayol, diman didalam organisasi lini memiliki garis wewenang atau kekuasaan yang menghubungkan langsung secara vertikal dari atasan menuju bawahan.

Ciri-ciri organisasi garis

Berikut adalah Ciri-ciri bentuk struktur organisasi garis adalah :

  • Skala Organisasinya relatif kecil dan sederhana.
  • Hubungan antara atasan dengan bawahan bersifat langsung melalui garis wewenang terpendek.
  • Puncak pimpinan biasanya adalah pemilik perusahaan dan merupakan satu-satunya sumber kekuasaan, keputusan dan kebijakan dari organisasi.
  • Jumlah karyawan relatif sangat sedikit dan pada umumnya saling mengenal.
  • Tingkat spesialisasinya karyawan tidak begitu tinggi dan alat-alatnya yang digunakan masih sedikit.
  • Pimpinan Organisasi adalah satu-satunya sumber kekuasaan, keputusan, dan kebijaksanaan dari organisasi.
  • Setiap kepala unit memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan yang ada didalam unitnya.

Kelebihan :

  • Kesatuan pimpinan dan azas kesatuan komando tetap dipertahankan sepenuhnya.
  • Garis komando dan pengendalian tugas, tidak mungkin terjadi kesimpang siuran karena pimpinan langsung berhubungan dengan karyawan.
  • Proses pengambilan keputusan, kebijaksanaan, dan instruksi-instruksi berjalan cepat.
  • Pengawasan melekat dengan ketat terhadap kegiatan-kegiatan karyawan dapat di laksanakan.
  • Disiplin dan semangat kerja dari karyawan pada umumnya sangat baik.
  • Koordinasi relatif mudah dijalankan.
  • Rasa solidaritas para karyawan pada umumnya sangat tinggi karena mereka saling mengenal.

Kelemahan :

  • Tujuan pribadi pimpinan dan tujuan organisasi seringkali tidak dapat dibedakan.
  • Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktator.
  • Maju mundurnya organisasi sangat bergantung kepada kemampuan pimpinan, karena wewenang menetapkan keputusan, kebijaksanaan, dan pengendalian dipegang sendiri.
  • Organisasi secara keseluruhan terlalu bergantung pada satu orang.
  • Kaderisasi dan pengembangan bawahan kurang mendapatkan perhatian, karena mereka tidak diikutsertakan dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengendalian.
  • Rencana, keputusan, kebijaksanaan dan pengendalian relatif kurang baik, karena adanya faktor keterbatasan manusia.

Baca juga | Pengertian Organisasi, Tujuan, Fungsi, Ciri Ciri dan Unsur

2. Bentuk Struktur Organisasi Garis dan Staf (Line and Staff Organization)

Pada dasarnya bentuk struktur organisasi Garis dan staf adalah percampuran antara organisasi garis dan organisasi fungsional.

Azas satu komando tetap dipertahankan dan pedelegasian wewenang dilakukan vertikal dari puncak pimpinan menuju pimpinan dibawahnya.

Puncak pimpinan memiliki hak menetapkan keputusan, kebijaksanaan dan juga merealisasikan tujuan perusahaan.

Untuk mempermudah pekerjaan dan tugasnya maka pucuk pimpinan dibantuk orelh para staf yang bertugas memberikan bantuan pemikiran, saran, informasi serta pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan.

Ciri-ciri Bentuk Struktur organisasi garis dan staf

Berikut adalah ciri-ciri organisasi lini dan staf :

  • Pimpinan puncak hanya satu orang dan dibantu oleh para staf.
  • Hanya terdapat dua kelompok wewenang, yaitu wewenang lini dan wewenang staf.
  • Kesatuan komando tetap dipertahankan dan setiap atasan mempunyai bawahan tertentu dan setiap bawahannya hanya mempunyai seorang atasan langsung.
  • Skala organisasinya besar, karyawannya banyak dan pekerjaannya bersifat kompleks.
  • Hubungan antara atasan dengan bawahannya bersifat tidak langsung.
  • Antara pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling mengenal.
  • Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan dapat di gunakan secara maksimal.

Kelebihan:

  • Asas kesatuan pimpinan tetap dipertahankan karena pimpinan tetap berada dalam satu tangan saja.
  • Terdapat pembagian wewenang yaitu wewenang lini dan wewenang staf.
  • Terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara pimpinan, staf dan pelaksana.
  • Pimpinan mempunyai bawahan tertentu, sedang bawahan hanya mempunyai seorang atasan tertentu saja.
  • Bawahan hanya mendapat perintah dan memberikan tanggung jawab kepada seorang atasan tertentu saja.
  • Pelaksanaan tugas-tugas pimpinan relatif lebih lancar, karena mendapat bantuan data, informasi, saran-saran, dan pemikiran para stafnya.
  • prinsip “the right man in the right place” lebih mudah untuk di laksanakan.
  • Organisasi ini fleksibel dan luwes, karena dapat diterapkan pada organisasi besar maupun kecil, organisasi perusahaan maupun organisasi sosial.
  • Kedisiplinan dan moral karyawan tinggi, karena tugas-tugasnya sesuai dengan keahliannya.
  • Keuntungan dari spesialisasi dapat diperoleh seoptimal mungkin.
  • Koordinasi relatif mudah dilaksanakan, karena sudah ada pembagian tugas yang jelas.
  • Bakat karyawan yang berbeda-beda dapat dikembangkan, karena mereka bekerja sesuai dengan kecakapan dan keahliannya.
  • Perintah dan pertanggungjawaban melalui garis vertikal terpendek.

Kelemahannya :

  • Kelompok pelaksana sering bingung untuk membedakan perintah atau bantuan nasihat.
  • Solidaritas dan esprit de corp karyawan kurang baik karena mereka tidak saling mengenal.
  • Persaingan kurang sehat sering terjadi, sebab setiap unit atau bagian menganggap tugasnyalah yang terpenting.

Baca juga | Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Karakteristik, Jenis-Jenis dan Tipe

3. Bentuk Organisasi Fungsional

Bentuk organisasi fungsional ini di buat oleh F.W. Taylor yang disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan.

Pada bentuk organisasi ini pembagian kerja mendapat perhatian yang sungguh-sungguh.

Pembagian kerja di dasarkan pada spesialisasi dan setiap pejabat hanya mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan sesuai dengan spesialisasinya.

Ciri-ciri organisasi fungsional

Berikut adalah ciri-ciri organisasi fungsional :

  • Pembagian tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan.
  • Bawahan akan menerima perintah dari beberapa orang atasan.
  • Penempatan pejabat didasarkan pada spesialisasinya.
  • Koordinasi menyeluruh biasanya hanya di butuhkan pada tingkat atas.
  • Hanya terdapat dua kelompok wewenang yaitu lini dan fungsional.

Kelebihan :

  • Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal.
  • Keuntungannya adanya spesialisasi dapat diperoleh seoptimal mungkin.
  • Para karyawan akan terampil dibidangnya masing-masing.
  • Efisiensi dan produktivitas dapat ditingkatkan.
  • Solidaritas, moral dan kedisiplinan karyawan yang mengerjakan pekerjaan yang sama tinggi.
  • Direktur Utama tugasnya ringan, karena para direkturnya adalah spesialis dibidangnya masing-masing.

Kelemahannya :

  • Bawahan sering bingung karena mendapat perintah dari beberapa atasan.
  • Pekerjaan kadang-kadang sangat membosankan karyawan.
  • Karyawan sulit mengadakan alih tugas akibat dari spesialisasi yang mendalam, kecuali mengikuti pelatihan terlebih dahulu.
  • Karyawan selalu mementingkan pekerjaan di bidangnya atau spesialisasinya sehingga membuat koordinasi secara menyeluruh sulit dilakukan.
  • Sering terjadi solidaritas kelompok yang berlebihan sehingga dapat menimbulkan pengkotak-kotakkan ikatan karyawan yang sempit.

Baca juga | Pengertian Struktur Organisasi, Fungsi, Jenis Struktur Organisasi

4. Bentuk Organisasi Lini, Staf dan Fungsional

Merupakan kombinasi dari organisasi lini, lini dan staf, dan fungsional serta biasanya dilakukan pada organisasi yang besar dan kompleks.

Pada tingkatan Dewan Komisaris (board of director) diterapkan bentuk organisasi lini dan staf sedangkan pada tingkat middle manager diterapkan bentuk organisasi fungsional.

Organisasi ini dilakukan dengan cara menggabungkan kebaikan dan menghilangkan kelemahan dari ketiga bentuk organisasi tersebut.

Baca juga | Manfaat Organisasi dan Karakteristik Organisasi Modern

5. Bentuk Organisasi Komite.

Bentuk organisasi komite adalah sebuah organisasi yang setiap anggotanya mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif.

Organisasi komite mengutamakan pimpinan yang dapat berarti di dalam organisasi ini terdapat pimpinan kolektif presidium (plural executive) dan komite ini bersifat manajerial.

Komite dapat memiliki sifat formal atau informal dimana komite-komite tersebut dapat di bentuk sebagai bagian dari struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan wewenang dibagikan secara khusus.

Ciri-ciri organisasi komite

Berikut adalah ciri-ciri organisasi komite :

  • Pembagian tugasnya jelas dan tertentu.
  • Wewenang semua anggota sama besarnya.
  • Tugas pimpinan dilaksanakan secara kolektif dan tanggung jawabnya pun secara kolektif.
  • Pelaksana di kelompokkan berdasarkan bidang / komisi tugas tertentu yang harus dilaksanakan dalam bentuk tugas.
  • Keputusan merupakan keputusan semua anggotanya.

Keunggulannya :

  • Keputusan yang diambil relatif lebih baik, karena diputuskan oleh beberapa orang.
  • Kecenderungan untuk bertindak secara otoriter/diktator dapat dicegah.
  • Pembinaan dan partisipasi dapat ditingkatkan.

Kelemahannya :

  • Penanggung jawab keputusan kurang jelas, sebab keputusan merupakan keputusan bersama.
  • Waktu untuk mengambil keputusan lama dan biayanya besar.
  • Adanya tirani mayoritas yang dapat memaksakan keinginannya melalui voting suara.

Demikianlah pembahasan tentang Bentuk Struktur Organisasi, Ciri-Ciri, Kelebihan Dan Kelemahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *