Brand Experiences

Brand Experience atau Pengalaman Merek Adalah

Posted on

Menurut Panjaitan, Brand Experience atau pengalaman merek telah menarik perhatian para pelaku pemasaran saat ini.

Banyak pelaku pemasaran menyadari bahwa memahami tentang pengalaman merek karena hal ini dapat membantu mereka untuk mengembangkan strategi pemasaran mereka.

Pengertian Brand Experience atau Pengalaman Merek

Menurut Zarantonello (2010), Pengertian Brand Experience adalah sensasi atau rangsangan yagn muncul dari desain merek, identitas merek, komunikasi pemasaran, individu serta lingkungan merek itu di pasar.

Brand Experience adalah respon internal dari pelanggan yang menjadi bagian dan desain identitas, kemasan, komunikasi dan lingkungan.

Pengalaman merek ini adalah aspek pengalaman yang meliputi semua pemahaman dan persepsi dari pelanggan.

Oleh sebab itu, para pemasar harus memahami pengalaman pelanggan terkait merek mereka untuk mengembangkan strategi pemasaran.

Pengalaman merek ini dapat dimulai saat konsumen mencari produk, membeli, menerima layanan dan mengkonsumsi produk.

Selain itu pengalaman merek dapat dirasakan secara langsung saat konsumen mengkonsumsi atau membeli produk atau secara tidak langsung ketika konsumen melihat iklan atau saat pemasar mengkomunikasikan produk dengan website.

Baca juga | Pengertian Brand Loyalty, Tahapan dan Pentingnya Loyalitas Pelanggan

Cara Untuk Membentuk Pengalaman Merek

Menurut Schmitt (1999), terdapat beberapa cara untuk membentuk dan mengelola pengalaman merek :

a. Experience don’t just happen; they need to be planned

Di dalam proses perencanaan menjadi seorang pemasar harus kreatif, memanfaatkan kejutan, intrik dan provokasi.

b. Think about the customer experience first

Menjadi pemasar harus dapat menentukan karakteristik fungsional dari produk dan manfaat merek yang ada.

c. Be obsessive about the details of the experience

Konsep pemuasan kebutuhan konsumen tradisional melewatkan unsur sensori, perasaan hangat yang dirasakan konsumen serta cuci otak konsumen yang dapat terdiri dari pemuasan seluruh tubuh dan seluruh pikiran konsumen.

d. Find the “duck” for your brand.

Pemasar diharapkan dapat memberikan karakter yang bisa memberikan kesan yang mendalam yang akan secara terus menerus membangkitkan kenangan sehingga konsumen menjadi loyal.

Karakter ini akan menjadi elemen kecil yang bisa mengesankan, membingkai dan merangkum seluruh pengalaman yang dirasakan oleh konsumen.

c. Strive for “holistic experiences”

Holistic adalah perasaan yagn luas biasa, menyentuh hati, menantang intelegensi, relevan dengan gaya hidup konsumen dan memberikan hubungan yang mendalam antar konsumen.

f. Use methodologies eclectically

Metode penelitian didalam pemasaran bisa memiliki bentuk kuantitatif atua kualitatif, verbal atau visual dan dapat didalam atau diluar lab.

Didalam meriset, pemasar harus eksploratif dan kreatif serta menomorsekiankan terkati relianilitas, validats serta kecanggihan metodologinya.

g. Consider how the experiences changes

Para pemasar harus memikirkan bagaimana pengalaman konsumen berubah ketikan perusahaan memutuskan memperluas merek kedalam kategori baru.

h. Add dynamism and “dionysianism” to your company and brand

Banyak perusahaan yang memiliki merek baru terlalu takut, terlalu lambat dan terlalu birokratis.

Oleh sebab itulah, Kedinamisan, gairah dan kreativitas (dionysianism) dibutuhkan.

Baca juga | Pengertian Brand Image, Komponen, Manfaat dan Contohnya

Indikator Brand Experiences

Menurut Brakus et al (2009) terdapat 3 indikator dari Pengalaman Merek yaitu:

  • Sensorik : menciptakan pengalaman melalui penglihatan,suara,sentuhan,bau, dan asa.
  • Afeksi : pendekatan perasaan dengan mempengaruhi suasana hati,perasaan dan emosi.
  • Perilaku : menciptakan pengalaman secara fisik, pola perilaku,gaya hidup

Demikianlah pembahasan tentang Brand Experience atau Pengalaman Merek Adalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *