Cara Mengukur Efektivitas Iklan

Cara Mengukur Efektivitas Iklan Dan Indikator yang Mempengaruhi

Posted on

Cara Mengukur Efektivitas Iklan – Iklan dapat dikatakan sebagai proses komununikasi dengan tujuan untuk membujuk atau menggiring orang untuk mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pengiklan.

Selain itu, iklan juga berfungsi sebagai alat komunikasi dan koordinasi, memberikan kriteria dalam pengambilan keputusan serta sebagai alat untuk mengevaluasis.

Menurut Kotler (2005) tujuan periklanan ini dapat dibagi berdasarkan sasarannya yaitu menginformasikan, membujuk atau mengingatkan.

Sedangkan menurut Durianto, Darmadi dan Liana (2003), tujuan periklanan secara terperinci adalah :

  • Menciptakan kesadaran merek dalam benak konsumen
  • Mengkomunikasikan informasi kepada konsumen terkait kelebihan merek
  • Mengasosiasikan merek dengan perasaan dan emosi tertentu
  • Mengembangkan dan mengubah citra atau personalitas produk
  • Mengembangkan persepsi positif calon konsumen agar menjadi pembeli potensial
  • Mengarahkan konsumen untuk membeli produk

Baca juga | Pengertian Efektivitas, Kriteria, Aspek, Dan Contoh Efektivitas

Cara Mengukur Efektivitas Iklan

Pengukuran efektifitas sangat penting untuk dijalankan karena tanpa adanya pengukuran efektivitas tersebut maka dapat diketahui tujuan perusahaan dapat dicapai.

Menurut Canon, el al (2009), efektifitas ini sangat tergantung kepada sebaik ada media iklan telah sesuai dengan strategi pemasaran seperti tujuan promosi, target pasar yang ingin dijangkau, dana yang yang tersedia untuk pengiklanan, serta sifat dari media termasuk siapa saja akan dijangkau.

Menurut Laskey et el menyatakan bahwa efektivtitas iklan sangat tergantung pada apakah konsumen mengingat pesan yang disampaikan, memahami pesan, terpengaruh pada pesan dan akhirnya membeli produk yang diiklankan.

Indikator yang mempengaruhi efektivitas iklan dengan epic model yaitu :

  • Empati (empathy): pendapat tentang kita dan menyukai.
  • Persuasi (persuasion): tertarik dan keinginan membeli.
  • Dampak (impact): tahu betul dan membandingkan.
  • Komunikasi (communications): informasi jelas dan slogan.

Shimp (2003) menyatakan bahwa iklan dapat dikatakan efektif bila dapat mencapai tujuan yang diinginkan oleh pengiklan.

Iklan dapat dikatakan efektif bila memiliki beberapa indikator berikut :

  • Periklanan yang efektif bila iklan tersebut dapat sesuai dengan elemen lain dari strategi komunikasi pemasaran yang diarahka dengan baik dan terintegrasi.
  • Iklan yang efektif harus dapat menyertakan sudut pandang dari konsumen dimana para konsumen memberil manfaat produk dan bukan atribut.
  • Periklanan yang efektif harus bersifat persuasif dan ketika produk diiklankan dapat memberikan keuntungan tambahan untuk konsumen.
  • Iklan harus dapat menemukan cara untuk menerobos keramaian iklan yang ada dan pengiklan harus secara berkelanjutan berkompetisi dengan kompetitor untuk menarik perhatian.
  • Periklanan yang baik tidak menjanjikan lebih dari hal-hal yang dapat diberikan dan menerangkan secara jujur.
  • Iklan yang efektif dapat mencegah dari strategi yang terlalu berlebihan.

Menurut Kasali (1995), iklan yang bagus atau efektif paling tidak memenuhi kriteria rumus yang disebut AIDCA, yaitu attention (perhatian), interest (minat), desire (kebutuhan), conviction (keinginan), action (tindakan).

Berikut penjelasannya :

1. Perhatian (Attention)

Iklan harus menarik perhatian target pasar baik itu pembaca, pendengar atau pemirsa.

Beberapa penulis naskah iklan mempergunakan kiat-kiat khusus untuk menimbulkan perhatian calon pembeli, seperti:

  • Menggunakan headline yang mengarahkan
  • Menggunakan slogan yang mudah diingat
  • Menonjolkan atau menebalkan huruf-huruf tentang harga bila harga
  • Merupakan unsur penting dalam mempengaruhi orang untuk membeli.
  • Menonjolkan selling point suatu produk
  • Menggunakan sub judul untuk membagi naskah dalam beberapa paragraf pendek.
  • Menggunakan huruf tebal (bold) untuk menonjolkan kata-kata yang menjual

2. Minat (Interest)

Iklan harus bisa membuat orang yang sudah memperhatikan menjadi berminat dan ingin tahu lebih lanjut.Untuk itu mereka dirangsang agar membaca dan mengikuti pesan-pesan yang disampaikan.

Dengan demikian penggunaan katakata atau kalimat pembuka sebaiknya dapat merangsang orang untuk ingin tahu lebih lanjut.

3. Hasrat (Desire)

Iklan harus berhasil menggerakkan keinginan orang untuk memiliki atau menikmati produk yang diiklankan.
Keinginan atau Kebutuhan mereka untuk memiliki, memakai atau melakukan sesuatu harus di bangkitkan.

Baca juga | Pengertian Iklan Komersial Adalah dan Iklan Non Komersial

4. Keyakinan (Conviction)

Untuk menimbulkan keyakinan pada calon pembeli, sebuah iklan dapat ditunjang dengan berbagai kegiatan peragaan seperti pembuktian, membagibagikan contoh secara gratis, menyampaikan pandangan-pandangan positif dari tokoh masyarakat terkemuka (endorse) serta hasil pengujian oleh pihak ketiga misalnya dari departemen kesehatan, laboratorium swasta terkenal, atau dari perguruan tinggi.

5. Tindakan (Action)

Tindakan merupakan upaya terakhir untuk membujuk calon pembeli agar sesegera mungkin melakukan tindakan pembelian.

Memilih kata yang tepat agar calon pembeli melakukan respon sesuai dengan yang diharapkan adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit.Harus digunakan kata perintah agar calon pembeli bergerak.

Penggunaan kata perintah harus diperkirakan dampak psikologisnya, jangan menyinggung perasaan atau menimbulkan antipati.

Selain kata perintah, penggunaan batas waktu penawaran dan kupon atau formulir yang harus diisi bisa merupakan cara untuk meimbulkan tindakan.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Cara Mengukur Efektivitas Iklan Dan Indikator yang Mempengaruhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *