etika profesi akuntansi

Etika Profesi Akuntansi atau Kode Etik Akuntan Indonesia

Posted on

Etika Profesi Akuntansi  – Pada saat ini, profesi sebagai akuntan terbilang sangat menjanjikan karena kebutuhan akuntansi oleh berbagai jenis bisnis sangatlah banyak.

Namun untuk menjadi seorang akuntan tidaklah mudah karena terdapat berbagai macam etika profesi yang harus dipatuhi.

Dengan adanya etika ini dapat mengatur bagaimana akuntan melakukan pekerjaannya.

Ketika seorang akuntan tidak menjalankan kode etik akuntansi ini maka akuntan dapat diberhentikan.

Etika Profesi Akuntansi

Pengertian etika profesi akuntansi adalah bidang ilmu yang menjelaskan tentang perilaku atau perbuatan baik atau buruk manusia yang dapat difahami pikiran manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan pada pengetahuan khusus sebagai akuntan.

Berikut adalah beberapa prinsip etika akuntansi :

1. Tanggung Jawab Profesi

Di dalam melakukan berbagai tanggung jawabnya sebagai seorang yang profesional, setiap akuntan harus menggunakan pertimbangan moral dan profesional di setiap aktivitas yang dilakukannya.

Sebagai seorang yang profesional, akuntan memiliki peranan yang penting didalam masyarakat karena mereka bertanggung jawab secara penuh kepada pengguna jasa profesional mereka.

Setiap anggota harus bertanggung jawab untuk dapat bekerja sama dengan sesama anggota dalam mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan juga menjalankan tanggung jawab profesi untuk mengatur diri sendiri.

Berikut beberapa tanggung jawab profesi akuntan, yaitu :

  • Didalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang yang profesional maka setiap akuntan harus mengunakan pertimbangan-pertimbangan moral dan profesional diseluruh aktivititas yang dikerjakan.
  • Setiap akuntan yang profesional maka setiap anggota memiliki peranan yang penting didalam masyarakat terutama kepada pemakai jasa profesional mereka.

Baca juga | Pengertian Akuntansi Biaya, Tujuan dan Fungsi Akuntansi Biaya

2. Kepentingan Publik

Setiap anggota memiliki kewajiban untuk selalu bertindak didalam kerangka pelayanan, menghormati kepercayaan publik serta menujukkan komitmen dan profesionalisme.

Salah satu ciri utama dari profesi adalah menerima tanggung jawab kepada publik.

Akuntan harus memegang peran yang penting didalam masyarakat diman publik dari akuntan terdiri dari klien, pemberik kredit, pemerintah, pegawai, investor, pemberi kerja serta pihak-pihak-pihak lain yang tergantung pada objektivitas dan integritas dalam menjalankan fungsi bisnis secara tertib.

Hal inilah yang menimbulkan tanggung jawab seorang akuntan terhadap kepentingan publik.

Definisi kepentingan publik ini adalah kepentingan masyarakat atau institusi yang dilayani oleh akuntan secara keseluruhan.

Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku seorang akuntan didalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dan negara.

Pentingnya profesi oakuntan ini membuat pengguna jasa akuntan memahami bahwa jasa akuntan harus dilakukan sesuai degnan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi.

Semua anggota akuntan harus dapat mengikatkan dirinya dalam menghormati kepercayaan publik.

Dengan adanya kepercayaan dari publik kepada profesi akuntan maka setiap anggota harus dapat memelihara dan terus meningkatkan kepercayaan publik.

Baca juga | Macam-Macam Akuntan dan Penjelasannya Secara Singkat

3. Integritas

Pengertian integritas adalah sebuah elemen karakter yang menjadi landasan timbulnya pengakuan profesional.

Integritas ini adalah kualitas yang menjadi dasar kepercayaan publik dan juga menjadi patokan bagi akuntan di dalam menguji keputusan yang diambilnya.

Integritas ini mengharuskan seorang akuntan harus bersikap jujur dan berterus terang tanpa mengorbankan rahasia penerima jasa.

Kepercayaan dari publik tidak boleh digunakan untuk mencari keuntungan pribadi.

Dengan integriitas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur namun tidak dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

Baca juga | Pengertian Siklus Akuntansi dan Tahapan Siklus Akuntansi

4. Objektivitas

Setiap akuntan harus mampu menjaga objektivitasnya dan terbebas dari benturan kepentingan didalam menjalankan profesionalitasnya.

Objektivitas ini adalah kualitas yang dapat memberikan nilai atas jasa yang diberikan oleh akuntan.

Pada prinsipnya, seorang akuntan harus tidak memihak, bersikap adil, jujur secara intelektual dan tidak berprasangka bias, terbebas dari benturan kepentingan atau pengaruh orang lain.

Akuntan harus dapat bekerja dan menjaga objektivitasnya di dalam berbagai situasi dan keadaan.

Prinsip objektivitas ini dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Objektivitas adalah kualitas yang dapat memberikan nilai atau jasa yang diberikan anggota dan mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur, tidak berprasangka dan terbebas dari berbagai benturan kepentingan atau pengaruh orang lain.
  • Akuntan harus dapat bekerja diberbagai situasi dan kondisi untuk menujukkan objektivitasnya.
  • Ketika menghadapi situasi atau praktik tertentu yang terkait dengan aturan etika dengan objektivitas maka pertimbangan harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti mengukru standar kewajaran untuk melihat objektivitas.

Baca juga | Macam-Macam Akuntan dan Penjelasannya Secara Singkat

5. Kompetensi atau kehati-hatian profesional

Setiap akuntan harus dapat menjalankan jasa profesionalnya dengan prinsip kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan serta memiliki kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang dibutuhkan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja dapat memperoleh manfaat atas jasa profesional dengan teknik paling terbaru.

Oleh sebab itu, setiap akuntan harus dapat menjalankan jasa profesionalnya dengan kemampuan terbaiknya demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten terhadap tanggung jawab profesi kepada publik.

Kompetensi ini bisa di dapatkan dari pendidikan atau juga diperoleh dari pengalaman.

Akuntan tidak boleh menjelaskan dirinya memiliki pengalaman atau keahlian yang tidak mereka miliki.

Kompetensi ini merupakan pencapaian dan pemeliharaan tingkat pemahaman dan pengetahuan yang dapat memungkinkan seorang akuntan memberikan jasa dengan kemudahan atau kecerdikan.

Baca juga | Pengertian Akuntansi Keuangan, Fungsi dan Tujuan Akuntansi Keuangan

6. Kerahasiaan

Setiap akuntan memiliki kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi dari pemberi kerja yang didapat dari jasa profesionalyang diberikan.

Akuntan harus menjaga kerahasiaan bahkan setelah hubungan kerja antara akuntan dan pemberik kerja berakhir.

Kerahasiaan ini harus selalu dijaga oleh akuntan kecuali bila akuntan telah mendapat persetujaun dari pemberi kerja untuk membuka informasi tersebut.

Oleh sebab itu akuntan memiliki kewajiban untuk dapat memastikan bahwa staf yang berada di bawah pengawasannya dan pihak yang diminta bantuannya menghormati prinsip kerahasiaan ini.

Berdasarkan dari prinsip kerahasiaan ini maka akuntan harus benar-benar tidak boleh membuat pengungkapan yang tidak disetujui kepada pihak lain.

Hal ini tidak berlaku untuk pengungkapan informasi yang bertujuan untuk memenuhi tanggung jawab akuntan berdasar standar profesional.

Baca juga | Pengertian Akuntansi Keuangan, Fungsi dan Tujuan Akuntansi Keuangan

7. Perilaku Profesional

Setiap akuntan harus dapat menjaga perilakunya secara konsisten dengan reputasi profesi yang baik serta menjauhi kegiatan yang dapat mendiskreditkan profesi.

Akuntan memiliki kewajiban untuk menjauhi segala tingkah laku yang bisa mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh setiap anggota sebagai bentuk tanggung jawab kepada penerima jasa, akuntan lain, pihak ketiga, pemberi kerja dan masyarakat umum.

Baca juga | Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

8. Standar Teknis

Akuntan harus dapat melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang terkait.

Setiap akuntan memiliki kewajiban untuk menjalankan tugas dari penerima jasa selama penugasan tersebut dengan prinsip objektivitas dan integritas sesuai dengan keahlian dan dengan kehati-hatian, .

Standar dan standar profesional ini harus di ikuti adalah standar yang dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Demikianlah pembahasan tentang Etika Profesi Akuntansi atau Kode Etik Akuntan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *