Karakteristik Jasa Menurut Para Ahli

Karakteristik Jasa Menurut Para Ahli Terbaru (2020)

Posted on

Karakteristik Jasa Menurut Para Ahli

Karakteristik Jasa – Secara umum, jasa dapat dikatakan sebagai kegiatan ekonomi dengan hasil keluaran yang tidak memiliki wujud yang ditawarkan dari penyedia jasa yaitu perusahaan kepada pengguna jasa atau konsumen.

Berikut adalah beberapa karakteristik jasa menurut para ahli :

Kotler (2000, 660)

Menurut Kotler (2000, 660) Jasa memiliki empat karakteristik utama yang membedakan dari suatu barang, yaitu:

1. Intangibility (Tidak Berwujud)

Jasa dapat dikatakan sebagai sebuah perbuatan, kinerja (performance) atau juga upaya yang hanya dapat dikonsumsi akan tetapi tidak bisa dimiliki.

Sifat jasa intangible dapat berarti tidak bisa untuk dilihat, dirasa, dicium, didengar atau juga diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi.

Dengan demikian, seseorang tidak dapat menilai kualitas dari jasa sebelum merasakan / mengkonsumsi sendiri.

2. Inseparability (Tidak dapat dipisahkan)

Bila Barang secara umum diproduksi lalu dijual dan dikonsumsi maka jasa secara umum dijual terlebih dahulu kemudian diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan.

Hubungan antara penyedia jasa dengan pelanggan adalah ciri khas pada sistem pemasaran jasa.

Dalam hubungan penyedia jasa dan pelanggan ini, efektivitas individu yang menyampaikan jasa (contact-personnel) merupakan unsur penting.

3. Variability (Keanekarupaan)

Sifat dari Jasa sangat beraneka ragam dikarenakan jasa merupakan non standarized output.

Hal ini dapat diartikan bahwa banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis, tergantung pada siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut dihasilkan.

Para pembeli jasa sangat peduli dengan variabilitas yang tinggi ini danseringkali mereka meminta pendapat orang lain sebelum memutuskan untuk memilih.

4. Perishability (Tidak tahan lama)

Produk jasa dapat dikatakan sebagai sebuah komoditas tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan.

Namun Hal tersebut bukan merupakan permasalahan apabila permintaan tetap karena mudah untuk mempersiapkan pelayanan atas permintaan tersebut sebelumnya.

Bila permintaan berfluktuasi, berbagai permasalahan muncul berkaitan dengan kapasitas menganggur (saat permintaan sepi) dan

Pelanggan tidak terlayani dengan resiko mereka kecewa atau beralih ke penyedia jasa lainnya (saat permintaan puncak).

Baca juga | Pengertian Jasa Adalah, Karakteristik atau Ciri-Ciri dan Contoh

Tjiptono (2000:15-18)

Menurut Tjiptono menyatakan bahwa karakteristik jasa adalah sebagai berikut:

1. Intangibility

Sifat Jasa berbeda dengan sifat barang dimana sifat Jasa adalah intangible yang berarti tidak bisa dilihat, dirasa, diraba, dicium, atau didengar sebelum dibeli.

Konsep intangible ini sendiri memiliki dua pengertian yaitu:

  • Suatu hal yang tidak bisa di sentuh atau juga tidak bisa di rasa.
  • Hal yang tidak mudah untukd di definisikan, di formulasikan atau di fahami secara rohaniah.
2. Inseparability

Karakter Jasa tidak memiliki persediaan atau juga penyimpanan dari produk yang telah di hasilkan.

Karakteristik ini dapat disebut juga inseparability (tidak bisa untuk di pisahkan) mengingat pada umumnya jasa dapat dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan.

Dalam hubungan penyedia jasa dan pelanggan ini, efektivitas individu yang menyampaikan jasa merupakan unsur penting.

3.Variability

Produk Jasa memiliki sifat variability yaitu non standardized output yang bisa didapat didefinisikan banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung kepada siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut dihasilkan.

4. Perishability

Produk jasa adalah sebuah komoditas yang tidak dapat tahan lama dan tidak dapat disimpan.

Dengan demikian apabila suatu jasa tidak digunakan, maka jasa tersebut akan berlalu begitu saja

Payne

Menurut Payne, karakteristik jasa adalah sebagai berikut:

1. Tidak berwujud.

Jasa bersifat abstrak dan tidak berwujud.

Artinya, jasa tidak dapat dilihat, dirasakan/dicicipi, atau disentuh, seperti yang dapat dirasakan dari suatu barang.

2. Tidak dapat dipisahkan.

Secara umum, jasa dapat dihasilkan atau dikonsumsi pada saat yang bersamaan, dengan partisipasi konsumen dalam proses tersebut.

Hal ini berarti, konsumen harus ada di tempat jasa yang dimintanya sehingga konsumen melihat dan ikut ambil bagian dalam proses produksi tersebut.

3. Heteregonitas.

Jasa merupakan variabel non standard dan sangat bervariasi.

Hal ini dikarenakan jasa merupakan sebuah unjuk kerja, tidak ada hasil jasa yang sama walaupun dikerjakan oleh satu orang.

Hal tersebut di karenakan oleh interaksi manusia (karyawan dengan konsumen) dengan segala perbedaan harapan dengan persepsi yang menyertai interaksi tersebut.

4. Tidak tahan lama

Jasa tidak mungkin disimpan dalam persediaan.

Artinya, jasa tidak bisa disimpan, dijual kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada produsen jasa, di mana konsumen membeli jasa.

Baca juga | Pengertian Perusahaan Jasa, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangan

Griffin (1996)

Menurut Griffin (1996) menyatakan bahwa karakteristik jasa adalah sebagai berikut :

1. Intangibility (tidak berwujud).

Jasa tidak bisa untuk di lihat, di rasa, di raba, di dengar, atau di cium sebelum jasa tersebut di beli.

Nilai penting yang dapat didapat adalah nilai tak berwujud yang di alami oleh konsumen dalam bentuk kenikmatan, kepuasan atau kenyamanan.

2. Unstorability (tidak dapat disimpan).

Jasa pada dasarnya tidak terdapat persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan.

Karakteristik Unstorability sering juga dikatakan sebagai inseparability (tidak dapat dipisahkan), mengingat pada umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan.

3. Customization (kustomisasi).

Jasa sering kali didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, misalnya pada jasa asuransi dan kesehatan.

Demikianlah pembahasan tentang ciri-ciri atau Karakteristik Jasa Menurut para Ahli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *