Metode Pencatatan Piutang

Metode Pencatatan Piutang Dagang Dalam Akuntansi

Posted on

Metode Pencatatan Piutang – Pendapatan bagi perusahaan dagang dapat dihasilkan dari penjualan karena hal ini merupakan hal yang berpengaruh terhadap laba bersih perusahaan.

Untuk mendapatkan laba yang maksimal maka perusahaan dapat melakukan penjualan secara kredit.

Dengan penjualan secara kredit ini maka diharapkan dapat meningkatkan jumlah pendapatan namum hal ini dapat menimbulkan piutang.

Piutang itu sendiri adalah hak perusahaan dalam menuntut pembayaran atau penjualan barang atau jasa kepada pihak pelanggan.

Baca juga | Pengertian Jurnal Penyesuaian Adalah, Tujuan, Fungsi dan Jenis-Jenis

Metode Pencatatan Piutang Dagang

Secara umum, metode pencatatan piutang dapat terbagi menjadi 4 (empat) jenis, yaitu :

1. Metode Konvensional

Pada metode pencatatan piutang ini, posting pada kartu piutang dikerjakan atas dasar data yang dicatat dalam jurnal.

Berikut beberapa transaksi yang dapat berpengaruh pada piutang :

  • Transaksi Penjualan kredit
  • Return penjualan
  • Penerimaan kas dari piutang
  • Penghapusan piutang

2. Metode Posting Langsung

Didalam metode ini dapat dikategorikan menjadi 2 (dua), yaitu :

a. Metode Posting harian

Didalam metode ini, posting langsung dilakukan pada kartu piutang dalam bentuk tulisan tangan dimana jurnal hanya menjelaskan total harian (tidak mendetail).

Pada metode ini, faktur penjualan adalah dasar dalam pencatatan dari timbulnya piutang yang diposting setiap hari secara rinci pada kartu piutang.

Jurnal penjualan akan di isi dengan jumlah total penjualan harian yang merupakan jumlah faktur penjualan setiap hari.

Dalam menjalankan metode ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  • Media distorsi menurut abjad sebelmu diposting satu persatu kedalam kartu piutang
  • Media diposting kedalam piutang berdasarkan urutan wakttu diterima dari bagian penagihan.
b. Metode Posting Periodik

Didalam metode ini, posting dilakukan secara periodik atau pencatatan ditunda dan penagihannya dilakukan secara bersiklus (Cycle Billing).

3. Metode Pencatatan Tanpa Buku Pembantu

Pada metode ini, faktur penjualan dan dokumen pendukungnya diterima pada bagian penagihan kemudian faktur tersebut diarsipkan berdasarkan nama pelanggan didalam arsip faktur yagn belum dibayar.

4. Metode Pencatatan Piutang Dengan Komputer

Pada metode ini, pencatatan piutang menggunakan batch system.

Pada sistem ini, dokumen sumber yang mengubah piutang dikumpulkan dan diposting setiap harinya untuk meng-update catatan piutang.

Baca juga | Pengertian Piutang Adalah, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis

Metode Pencatatan Piutang Tidak Tertagih

Piutang di laporkan pada nilai yang dapat direalisasikan atau nilai kas yang diharapkan yang berarti bahwa piutang harus dicatat bersih sesuai dengan memperhitungkan estimasi tidak tertagih, potongan dagang dan return serta pengurangan harga jual yang diantisipasi.

Piutang yang tidak tertagih akan menjadi beban operasional dari perusahaan karena piutang tidak tertagih ini adalah risiko dari penjualan kredit.

Untuk Memperkecil risiko kredit yang tidak dibayarkan maka pihak manajemen harus melakukan evaluasi risiko kredit.

Menurut Harngren dan Horrison (2007 : 440) di dalam Akuntansi terdapat dua metode yang digunakan dalam pencatatan piutang tidak tertagih, yaitu :

1. Metode Penyisihan

Pada umumnya, perusahaan besar telah menentukan jumlah dari piutang yang diperkirakan tidak dapat ditagih disetiap periodenya untuk menjaga kemungkinan tidak tertagih.

Hal ini dikarenakan saat muncul piutang maka belum bisa dipastikan piutang mana yang bisa ditagih dan jumlahnya.

Piutang harus ditulis sebesar nilai kotor dan di kurangi penyisihan piutang ragu -ragu atau taksiran piutang tidak tertagih.

Pencadangan penyisishan di muka untuk tagihan tidak tertagih dikemudian hari ini dicatat dengan ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode.

Tujuan dari ayat jurnal penyesuaian ini diantaranya adalah :

  • Mengurangi nilai piutang dagang yang dapat dicairkan menjadi uang dimasa mendatang.
  • Mengalokasikan taksiran beban pengurangan nilai tersebut pada periode berjalan.

2. Metode Penghapusan langung

Bila perusahaan yang memakai metode ini maka hal ini karena tidak terdapat perkiraan penyisihan atau penaksiran jumlah piutang yang diperkirakan tidak tertagih.

Pencatatan baru dikerjakan bila piutang sudah benar-benar tidak dapat tidak tertagih kembali.

Di dalam metode penghapusan langsung ini, piutang dagang tidak tertagih baru dapat diakui sebagai beban bila kredit tersebut dinyatakan bahwa piutang itu tidak dapat tertagih.

Dengan demikian, akuntansi dapat mendebet beban piutang tidak tertagih dan mengkredit piutang dari langganan yang dianggap tidak membayar utang.

Berdasarkan dari pendapat diatas terkait dengan metode penghapusan langsung piutang dagang yang tidak tertagi h baru dapat diakui sebagai beban ketikan piutang tidak dapat ditagih oleh debitur.

Demikianlah pembahasan tentang Metode Pencatatan Piutang Dagang Dalam Akuntansi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *