Metode penetapan Harga

Metode Penetapan Harga, Tujuan dan Faktor yang Mempengaruhi

Posted on

Metode Penetapan Harga – Salah satu elemen penting di dalam menjalankan usaha adalah permasalahan untuk menetapan harga.

Seorang pebisnis pemula biasanya akan mengalami kesulitan dalam memulai usaha karena mereka tidak mengetahui bagaimana harga terbentuk.

Oleh sebab itu, pebisnis harus mengetahui tentang metode penetapan harga dan memahami bagaiman strategi penetapan harga.

Harga merupakan salah satu komponen yang penting didalam bisnis karena harga adalah biaiya yang harus di keluarkan oleh konsumen untuk membeli produk yang mereka inginkan.

Mayoritas calon pembeli biasanya akan mempertimbangkan sebuah produk sebelum mereka membelinya.

Harga ini juga dapat mencerminkan kualitas produk sehingga pebisnis harus mampu untuk metapkan harga.

Menurut Kuratko & Hornsby, didalam penetapan harga ini harus memperhatikan beberapa faktor berikut :

  • Kondisi produk
  • Tingkat persaingan yang ada
  • Strategi pemasaran yang diterapkan
  • Persepsi
  • Kondisi pasar secara umum

Baca juga | Pengertian HPP (Harga Pokok Penjualan), Rumus dan Cara Menghitung

Tujuan Penetapan Harga

Tujuan Penetapan Harga

Tujuan dari penetapan harga tidak menitikberatkan pada pendapatan keuntungan belaka.

Menurut Kotler & Keller, tujuan penetapan harga adalah sebagai berikut :

  • Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
  • Memaksimalkan keuntungan saat ini
  • Memaksimalkan pangsa pasar yang ada
  • Menunjukkan kualitas produk
  • dll.

Baca juga | Pengertian Deviden, Tujuan, Bentuk dan Faktor yang Mempengaruhi

Metode penetapan Harga

penetapan harga

Menurut Fandy Tjiptono menyatakan bahwa metode penerapan harga dapat di bagi menjadi 4 (empat) kategori yaitu :

1. Penetapan Harga Berbasis Permintaan

Metode penetapan harga berbasis permintaan ini sangat menekankan harga pada faktor yang dapat mempengaruhi selera atau keputusan konsumen.

Di dalam metode ini, akan mengabaikan semua faktor yang dapat mempegaruhi permintaan seperti biaya atau tingkat persaingan.

Permintaan konsumen tersebut dikarenakan oleh berbagai pertimbangan seperti gaya hidup , daya beli, keinginan konsumen membeli, manfaat produk, dll.

Beberapa contoh metode penetapan harga berbasis permintaan, yaitu

a. Skimming Pricing

Pengertian Skimming pricing adalah startegi penepan harga awal yang tinggi pada saat produk diluncurkan dan semakin lama harga produk tersebut menurun.

b. Penetration Price

Penetration Price merupakan strategi penetapan harga dengan menetapakan harga awal yang sangat rendah atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan membangun loyalitas pelanggan.

c. Penetapan harga yang mempengaruhi psikologi konsumen

Di dalam konsep harga, Kotler dan Keller memberikan penjelasan bahwa penetapan harga yang mempengaruhi psikologi konsumen harus menitik beratkan pada 3 (tiga) kunci pokok utama, yaitu :

Harga Refrensi

Harga refrensi adalah harga pembanding yang di teliti dengan harga referensi internal yang mereka atau harga eceran reguler.

Pada saat ini banyak konsumen menggunakan harga sebagai indikator penentu kualitas suatu produk.

Asumsi harga mencerminkan kualitas

Menetapkan harga pencitraan sangat efektif untuk produk seperti parfum,mobil mahal, dll atau juga disebut dengan prestige pricing.

Pengertian prestige pricing adalah menetapkan harga yang tinggi dengan tujuan untuk menciptakan gambaran pada konsumen bahwa produk tersebut berkualitas sangat tinggi.

Akhiran harga

Akhiran harga atau juga sering disebut dengan odd price adalah harga yang selalu memliki akhiran ganjil dibawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan mempengaruhi psikologi konsumen dengan tujuan agar konsumen mengira harga produk tersebut lebih murah..

Harga ganjil ini merupakan salah satu strategi penetapan harga paling akhir digunakan saat ini oleh pelaku bisnis karena sudah dibuktikan cukup berhasil dalam menarik banyak konsumen.

Namun hal yang harus diingat dalam penerapan strategi penetapan harga ini adalah tidak hanya memikirkan kepentingan dari penjual atau produsen tapi juga harus juga memikirkan kepentingan dari konsumen.

Contoh strategi penetapan harga,

Harga sebuah baju adalah sebesar Rp. 100.000 kemudian di ganti dengan harga Rp.99.999 sehingga konsumen akan melihat bahwa harga Rp.99.999 lebih murah dibandingkan dengan harga Rp. 100.000.

Dengan menetapkan harga ganjil tersebut merupakan salah satu cara yang membuat psikologis konsumen terpengaruhi dan mereka mengira bahwa produk tersebut memiliki harga yang murah daripada harga yang sebenarnya.

2. Metode Penetapan Harga Berbasis Biaya

Di dalam metode penetapan harga berbasis biaya ini, yang menjadi faktor penentu utama adalah aspek biaya atau penawaran dan bukan pada aspek permintaan.

Jumlah harga ditetapkan berdasarkan dari biaya produksi dan pemasaran kemudian ditambah dengan jumlah tertentu untuk menutupi biaya langsung, biaya overhead serta jumlah laba yang diharapkan.

3. Metode Penetapan Harga Berbasis Laba

Pada metode ini, penetapan harga diusahakan untuk menyeimbangkan antara pendapatan dan biaya.

Hal ini dilakukan atas dasar target volume laba yang lebih spesifik atau dinyatakan dalam bentuk presentase terhadap penjualan atau investasi.

4. Metode Penetapan Harga Berbasis persaingan

Selain didasarkan pada biaya, laba atau juga permintaan, Penetapan harga juga dapat ditetapkan berdasearkan dari persaingan.

Metode jenis ini terdapat 4 (empat) jenis, yaitu customary pricing, market pricing (above, at or below), loss leader pricing, sealed bid pricing.

Demikianlah pembahasan tentang Metode Penetapan Harga, Tujuan dan Faktor yang Mempengaruhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *