pengertian akuisisi

Pengertian Akuisisi Adalah, Jenis-Jenis, Manfaat dan Proses Akuisisi

Posted on

Pengertian Akuisisi Adalah

Pengertian Akuisisi – Proses akuisisi merupakan salah satu cara untuk mengembangkan perusahaan yang sudah ada atau juga menyelamatkan perusahaan yang mengalami kesulitan permodalan.

Secara garis besarnya, pengertian akusisi ini adalah transaksi dimana perusahaan membeli 100 persen kepemilikan perusahaan lain agar dapat efektif dengan menggunakan kompetensi inti dengan menjadikan perusahaan yang di akuisisi sebagai perusahaan yang mendukung portofolio bisnis.

Kata akuisisi berasal dari bahasa inggris yaitu acquisition atau take over yang dapat diartikan sebagai suatu perusahaan mengambil alih kontrol modal atas perusahaan lain.

Acquisition berasal dari kata acquire yang dapat diartikan mendapatkan sesuatu atau keuntungan atas usaha sendiri.

Sedangkan pengertian akuisisi didalam dunia hukum adalah sebuah tindakan hukum untuk mengambil alih seluruh atau sebagian besar saham atau aset dari perusahaan lain.

Baca juga | Pengertian CSR (Corporate Social Reponsibility), Manfaat dan Prinsip

Jenis-Jenis Akuisisi

Jenis-Jenis Akuisisi

Menurut Haryani (2011), jenis-jenis akuisisi terdapat tiga kelompok yaitu :

Akuisisi Horisontal

Jenis akuisisi ini merupakan akuisisi yang dilakukan oleh sebuah badan usaha yang masih memiliki jenis usaha yang sama.

Akusisi Vertikal

Sedangkan jenis akuisisi vertikal merupakan akusisi yang dilakukan oleh badan usaha yang memiliki jenis usaha dibidang industri hilir dengan hulu atau sebaliknya.

Akuisisi konglomerat

Akuisisi konglomerat adalah akusisi badan usaha yang tidak memiliki bidang bisnis yang sama ataupun tidak terkait.

Jenis akusisi ini biasanya dimotivasi untuk mengembangkan atau memperbesar bisnis konglomerat.

Baca juga | Pengertian Negosiasi, Arti, Tujuan, Manfaat, Jenis-jenis dan Ciri-Ciri

Manfaat Akuisisi

Manfaat Akuisisi

Berikut adalah beberapa manfaat Akuisisi yaitu sebagai berikut:

  • Mendapatkan cashflow dengan cepat karena sudah memiliki produk dan pasar sudah jelas.
  • Memperoleh kemudahan pembiayaan karena kreditur lebih percaya dengan perusahaan yang telah berdiri dan mapan.
  • Mendapatkan karyawan yang sudah berpengalaman.
  • Mendapatkan pelanggan yang sudah mapan sehingga tidak harus merintis dari awal.
  • Memperoleh sistem operasional dan administratif yang sudah mapan.
  • Mengurangi risiko terjadinya kegagalan bisnis karena tidak harus mencari konsumen baru.
  • Dapat menghemat waktu untuk memasuki bisnis yang baru.
  • Mendapatkan infrastruktur dalam mencapai pertumbuhan yang lebih cepat.
  • Merupakan investasi yang menguntungkan.
  • Mendapatkan kendali atas perusahaan lain.
  • Dapat menguasai pasokan bahan baku dan bahan penolong.
  • Melakukan diversifikasi usaha.
  • Memperbesar ukuran perusahaan.
  • Memperkecil risiko usaha.
  • Memperkecil tingkat persaingan usaha.
  • Memperoleh teknologi baru milik perusahaan lain.

Baca juga | Pengertian Proyek, Tujuan, Ciri-Ciri, Jenis-jenis dan Ruang Lingkup

Proses Akuisisi

Proses Akuisisi

Tahapan dalam proses akuisisi dapat berbeda karena tergantung pada karakteristik atau kriteria akuisisi serta rumitnya permasalahan yang akan dihadapi.

Berikut tahapan proses akuisisi :

1. Identifikasi Awal

Didalam proses akuisisi awal ini perusahaan akan mencari dan mengumpulkan berbagai informasi tentang perusahaan yang memiliki potensi untuk di akuisisi.

Semua informasi yang dikumpulkan tersebut bertujuan untuk melihat karakteristik perusahaan yang akan di akuisisi serta mengidentifikasi elemen yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi secara mendalam.

2. Screening

Proses screening adalah proses untuk menyaring dan memilih calon target perusahaan yang akan di akuisisi.

Di dalam proses screening ini tidak perlu dilakukan apabila target perusahaan yang akan di akuisisi hanya satu target.

3. Due Diligence

Due Diligence merupakan investigasi secara menyeluruh dan mendalam mengenai berbagai aspek perusahaan.

Uji tuntas atau due diligence ini memiliki tujuan untuk memberikan informasi yang mendetail mengenai kondisi target perusahaan dilihat dari berbagai aspek.

Due Diligence ini akan dilakukan pada aspek hukum, keuangan, pemasaran, teknologi, organisasi, dll.

Baca juga | Pengertian Konsolidasi Adalah | Arti, Tujuan, Ciri-Ciri Konsolidasi

4. Negoisasi

Agar proses akuisisi dapat berjalan lancar maka harus terdapat persetujuan dua pihak pada perusahaan target yaitu manajemen dan juga pemegang saham.

Bila kedua pihak tersebut telah setuju dengan persyaratan yang telah disepakati antara pengakuisisi dan target maka mereka akan membuat MOU sebagai kelanjutan proses negoisasi mereka.

5. Closing

Bila persetujuan formal akusisi telah terlaksana maka proses akusisi selanjutnya adalah melakukan closing.

Pengertian closing disini adalah penutupan transaksi akusisi yang juga berarti diserahkan nya pembayaran dari pihak pengakuisisi kepada pihak pemegang saham perusahaan yang telah di akuisisi.

6. Integrasi

Proses integrasi merupakan tahapan dimulainya kehidupan baru perusahaan setelah terjadinya penggabungan bisnis sebagai satu kesatuan entitas ekonomi.

Perusahaan yang telah di akuisisi akan menjalankan perencanaan strategis yang telah disusun sebelumnya.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Akuisisi Adalah, Jenis-jenis, Manfaat dan Proses Akuisisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *