pengertian aset

Pengertian Aset, Karakteristik, Jenis-Jenis dan Penggunaan Aset

Posted on

Pengertian Aset

Pengertian Aset – Bagi orang yang memiliki keahlian dibidang akuntansi, istilah aset bukanlah hal yang baru untuk didengar mereka.

Namun tidak semua orang bisa memahami pengertian aset terutama orang-orang yang tidak tidak bekerja dibidang akuntansi.

Secara Etimologi, Istilah Aset berasal dari bahasa Inggris yaitu Asset yang memiliki arti barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang terdapat nilai ekonomi, komersial atau nilai tukar.

Pengertian aset atau aktiva secara umum adalah produk yang memiliki nilai yang dikuasai oleh perusahaan baik berupa harta benda, hak ataupun sebuah tuntutan terhadap aset atau jasa yang di miliki.

Aset merupakan hal yang sangat vital bagi berusahaan untuk mencatai nilai keuangan aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Baca juga | Pengertian Penjualan, Fungsi, Tujuan, Jenis-Jenis dan Tahapan

Pengertian Aset Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian aset menurut para ahli :

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Menurut PSAK yang berlaku di Indonesia, pengertian aset adalah sumber daya yang di kuasai perusahaan akibat dari peristiwa di masa lalu dan diharapkan bisa mendapatkan manfaat ekonomis di masa mendatang.

Manfaat ekonomi dimasa depan yang terwujud dalam aset merupakan potensi dari aset itu dalam memberikan sumbangan kepada perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Hidayat

Menurut Hidayat, pengertian aset adalah barang yang bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud dimana semua hal tersebut meliputi aset atau harta aset dari sebuah perusahaan, organisasi, instansi, ataupun perorangan.

Munawir

Menurut Munawir, pengertian aset adalah sebuah sarana atau sumber daya yang terdapat nilai ekonomis yang dapat menunjang perusahaan dengan harga perolehannya atau nilai wajarnya yang harus dapat diukur dengan objektif.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia , definisi aset adalah sumber daya yang di kuasai oleh perusahaan akibat dari kejadian di masa lalu dan bisa memberikan manfaat ekonomis bagi perusahaan di masa mendatang.

Baca juga | Pengertian Akuntansi Keuangan, Fungsi dan Tujuan Akuntansi Keuangan

Karakteristik Aset atau Aktiva

Berdasarkan dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa aset memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Aset adalah manfaat ekonomi yang akan di dapatkan di masa depan.
  • Di kuasai oleh perusahaan atau dikendalikan oleh perusahaan.
  • Aset adalah hasil dari transaksi yang dilakukan di masa lalu.

Jenis-Jenis Aset

Secara umum jenis aset dapat dibagi menjadi 2 (dua) Kategori yaitu aset lancar (current assets) dan aset tidak lancar (non current assets).

Berikut pembahasan singkat tentang jenis-jenis aset :

1. Aset Tidak Lancar (Current Assets)

Menurut Dyckman et al (1999), aset lancar terdiri dari kas dan aktiva lainnya yang diprediksi dapat dilaksanakan menjad kas, di jual atau digunakan dalam satu periode operasional normal perusahaan yang dimulai dari tanggal neraca.

Contoh aset lancar yaitu :

  • Kas
  • Investasi jangka pendek
  • Penghasilan yang akan diterima
  • persediaan barang
  • Biaya yang di bayar di muka

Menurut PSAK 1 Revisi 2009, entitas dapat mengkategorikan aset sebagai aset lancar bila memenuhi syarat berikut :

  • Entitas berharap dapat merealisasikan aset ataumenjual atau menggunakannya didalam sikus operasi normal.
  • Memiliki aset dengan tujuan untuk diperjual belikan.
  • Entitas berharap dapat merealisasikan aset dalam jangka waktu 1 tahun setelah periode pelaporan.
  • Kas atau setara kas kecuali aset dibatasi penggunaannya untuk menyelesaikan laibilitas setidaknya 1 tahun setelah pelaporan.

Aset Tidak Lancar (Non Current Assets)

Pengertian aset tidak lancar adalah sumber daya yang diharapkan dapat di tukarkan denganuang serta di manfaatkan dan memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun.

Jenis aset ini bisa di manfaatkan untuk proses operasional dan tidak di jual untuk jangka waktu yang cukup lama.

Aset tidak lancar ini bisa terdiri dari aset tetap, aset tidak berwujud dan juga aset keuangan yang memiliki sifat jangka panjang.

a. Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)

Contoh investasi jangka panjang ini bisa berupa obligasi atau saham dari atau pinjaman kepada perusahaan lainnya, harga kekayaan yang tidak digunakan untuk operasional harian perusahaan seperti gedung, mesin atau modal yang di gunakan untuk tujuan khusus selain pembayaran jangka pendek.

b. Aset Tetap (Fixed Assets)

Definisi dari aset tetap (fixed assets) adalah aset yang nyata, permanen dan siap untuk dimanfaatkan di dalam operasional perusahaan.

Pada umumnya aset tetap di ditujukan untuk dijual kembali dan memiliki manfaat yang lebih dari satu tahun.

Contoh aset tetap diantaranya :

  • Tanah
  • Bangunan atau gedung
  • Mesin
  • Peralatan kantor
  • Alat transportasi
  • dll.
c. Aset Tidak Berwujud (Intangible Aset)

Menurut Djarwanto (2004), pengertian aset tidak berwujud adalah hak-hak yang di miliki perusahaan dan hak ini biasanya diberikan kepada penciptanya atau penerimannya.

Kepemilikan hak ini dapat terkait ditemukannya atau diperoleh dengan cara membeli atau menemukannya.

Contoh aset tidak berwujud diantaranya :

  • Hak cipta
  • Sewa atau kontrak
  • Merek dagang
  • Biaya organisasi
  • dll.

Baca juga | Pengertian Laporan Laba Rugi, Fungsi, Penguna dan Bentuk

Penggunaan Aset Dalam Manajemen

Pada saat membaca neraca, pihak manajemen perlu untuk mencermati nilai aset karena dapat menjadi tolak ukur keberhasilan keuangan perusahaan.

Dengan tolak ukur ini maka dapat dijadikan sebagai perbandingan kesuksesan perusahaan dengan kesuksesan perusahaan lain dalam hal yang sama sehingga dapat menjadi dasar bagi manajemen untuk mempertahankan atau meningkatkan aset perusahaan.

Efisiensi Penggunaan Aset

Salah satu tolak ukur aset adalah angka rasio penjualan atau total aset yang di tampikan dengan persentase.

Dengan asumsi, semakin besar tingkat penjualan yang terjadi maka semakin efisien pengguanaan semua aset.

Tingkat penjualan tersebut dapat di ambil dari laporan laba rugi dan total aset dapat diperoleh dari neraca.

Rasio penjualan ini dapat dibandingkan dengan rasio tahun terakhir dengan tahun sebelumnya.

Memaksimalkan laba

Tolak ukur lainnya yang terkait dengan profitabilitas atau keuntungan adalah laba harta atau laba investasi.

Angka tersebut bisa diperoleh dari angka keuntungan dan total harta dimana bila nilainya sama dengan nilai investasi.

Dengan asumsi tersebut maka pihak-pihak yang berkepentingan atas pemanfaatan serta pemeliharaan harga yang digunakan perusahaan akan bertanggung jawab atas segala usaha untuk memaksimalkan laba yang dihasilkan dari total harta.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Aset, Karakteristik, Jenis-Jenis dan Penggunaan Aset.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *