pengertian bisnis properti

Pengertian Bisnis Properti Adalah, Apa Itu Properti ? dan Keuntungan

Posted on

Pengertian Bisnis Properti Adalah – Bisnis properti merupakan salah satu jenis bisnis yang memiliki potensi yang baik di Indonesia.

Bahkan perkembangan bisnis ini dibeberapa tahun ini terbilang mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Hal inilah yang menyebabkan semakin banyak pelaku bisnis yang mulai melirik dan terjun kedalam bisnis properti ini.

Istilah properti sering digunakan untuk sesuatu hal yang terkait dengan kepemilikian seseorang atau kelompok atas sebuah hak eksklusif.

Di Indonesia sendiri, istilah properti sering dikaitkan dengan rumah, tanah, dll.

Sedangkan di luar negeri kata properti yang terkait dengan perumahan atau tanah sering disebut dengan real estate.

Properti ini dapat berbentuk tanah, kekayaan pribadi, kekayaan intelektual dan hak kepemilikan baik secara pribadi dan kelompok.

Baca juga | Contoh Usaha Properti Kecil-kecilan yang Menguntungkan

Pengertian Bisnis Properti Menurut Para Ahli

bisnis properti adalah

Apa itu Bisnis Properti ?

Pengertian bisnis properti adalah sebuah bisnis yang berfokus pada properti dan pada saat ini bisnis ini merupakan salah satu bisnis yang potensial.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata properti dapat diartikan sebagai harta yang berbentuk tanah dan bangunan serta saran dan prasarana yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari tanah atau bangunan yang dimaksudkan.

Berikut beberapa pengertian properti menurut para ahli :

Kotler (2005)

Menurut Kotler, pengertian properti adalah hak kepemilikan tidak berwujud baik itu berupa real estate (benda nyata) atau finansial (saham dan obligasi).

Robert dan Floyd (1991)

Menurut Robert dan Floyd, pengertian properti adalah seluruh bangunan yang berada diatas permukaan bumi yang menjulang ke angkasa yang melekat secara permanen baik secarai alami atau adanya campur tangan manusia.

Baca juga | Pengertian Bisnis Adalah, Tujuan, Jenis-Jenis dan Ruang Lingkup

Jenis Properti yang Terkait Dengan Real Estate

Sebuah perusahaan yang besar yang bergerak dibidang properti yang terkait dengan real estate seperti hotel biasanyanya akan memiliki manajemen dengan manajer yang berpengalaman.

Pada dasarnya properti yang terkait dengan real estate dapat terbagi menjadi 4 (empat) jenis, yaitu :

a. Residensial Real Estate

Perumahan yang dimiliki oleh pribadi, pemerintah atau institusional yang dapat memenuhi kebutuhan dasar pelindungan bagi manusia.

Hal ini terkait dengan sumber permintaan terbanyak dari jasa manajer properti profesional.

b. Commercial Real Estate

Jenis perumahan komersil dapat meliputi perkantoran dan properti retail.

Beberapa perusahaan besar biasanya menyediakan gedung perkantoran mereka dengan tujuan bisnis.

Kebanyakan ruang perkantoran ini disewakan pada perorangan atau pada perusahaan.

Sedangkan jenis properti retail yang terdiri dari toko dan restoran, tempat perbelanjaan pada umumnya digunakan oleh penyewa tunggal dan digunakan sendiri.

c. Industrial Property

Properti industrial yang terdiri dari manfaktur ringan dan berat atau gudang untuk penyimpanan atau pendistribusian.

Jenis properti industri ini membutuhkan penanganan dari pihak luar karena terkait dengan proses produksi.

Tanggung jawab untuk mengelola properti industri dapat dibagi bersama antara pemilik dan penyewa di dalam perjanjian sewa.

Pengembangan properti industri yang terdapat kantor dapat disebut dengan kawasan industri atau bisnis.

d. Special Purpose Property

Contoh dari jenis properti ini diantaranya adalah hotel, motel, resort, rumah sakit, universitas, tempat ibadah, dll.

Jenis properti ini biasanya dikelola secara internal dari anggota organisasi atau perusahaan itu sendiri.

Baca juga | Memulai Usaha Toko Bangunan Untuk Pemula

Kelebihan Bisnis Properti

bisnis properti

Terdapat beberapa kelebihan bisnis properti dibandingkan dengan bisnis lainnya :

1. Nilai tanah yang terus meningkat (Capital Appreciation)

Keuntungan dari bisnis properti adalah nilai tanah yang terus meningkat karena jumlah kebutuhan yang terus meningkat setiap tahunnya namun jumlah tanah tidak bertambah.

2. Nilai tambah (Added Value)

Nilai tambah properti dapat menjadi tinggi bila lokasinya berada di tempat yang strategis dengan akses yang baik, fasilitas yang mendukung serta bentuk bangunan yang menarik.

3. Pendapatan tahunan yang terus meningakt (Income Apperciation)

Bila tanah sudah dikembangkan kedalam bentuk ruko atau rumah maka pemilik dapat menyewakannya kepada pihak lain.

Keuntungan yang yang bisa diterima pemilik adalah nilai sewa akan terus mengalami kenaikan karena properti akan semakin langka sedangkan kebutuhannya terus meningkat.

4. Terlindung dari arus inflasi (Hedge of Inflation)

Pada umumnya, tujuan seseorang membeli properti adalah untuk investasi karena properti tidak pernah akan terusik dengan arus inflasi.

Hal ini berarti bahwa nilai dari properti tidak akan terpengaruh dengan nilai tukar uang bahkan nilainya akan terus meningkat.

5. Investasi jangka panjang (Long Term Invesment)

Karena properti tidak terpengaruh oleh nilai inflasi maka bisnis properti dapat dijadikan sebagai investasi jangka panjang.

Nilai properti akan terus bertambah dan setelah 3 sampai 5 tahun bisa menghasilkan capital gain.

6. Menjadi kebanggaan bagi pemiliki (Pride of Ownership)

Properti ini merupakan jenis investasi yang dapat dibanggakan oleh pemiliknya karena properti sering diidentikkan dengan orang kaya.

7. Dapat Dijadikan jaminan (Good Colleteral)

Salah satu keuntungan dari kepemilikan properti adalah dapat dijadikan sebagai jaminan yang paling baik dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Bisnis Properti Adalah, Apa Itu Properti dan keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *