pengertian budaya organisasi

Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Karakteristik, Jenis-Jenis dan Tipe

Posted on

Pengertian Budaya Organisasi – Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu bagian yang penting di dalam sebuah pengelolaan organisasi.

Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah pengelolaan yang cukup baik agar sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik.
Kekuatan dari SDM ini dibentuk dari sifat dan karakter yang ada pada setiap individu dan lingkungannya.

Selain itu sistem kerja pada setiap organisasi akan terus mengalami perubahaan dan perkembangan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang terus meningkat.

Salah satu cara terbaik organisasi mengelola kelompok manusia adalah dengan menggunakan budaya.
Kebudayaan ini secara sadar natau tidak sadar dapat mempengeruhi sikap dan prilaku manusia dalam berbagai aspek kehidupan.

Baca juga | Pengertian Organisasi, Tujuan, Fungsi, Ciri Ciri dan Unsur

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

budaya organisasi adalah

Budaya organisasi adalah karakteristik organisasi dan bukan dilihat dari setiap individu atau setiap oanggotanya.

Bila organisasi ini disamakan dengan manusia atau individu maka budaya orgabisasi adalah personalitas atau kepribadian organisasi.

Berikut beberapa Pengertian Budaya Organisasi menurut para ahli :

Andrew Brown (1998)

Menurut Andrew Brown, pengertian budaya organisasi adalah pola kepercayaan, nilai-nilai serta cara yang di pelajari untuk menghadapi pengalaman yang dikembangkan selama sejarah organisasi yang memanifestasikan ke dalam pengaturan material dan prilaku setiap anggotanya.

Tunstal (1983)

Menurut Tunstal, pengertian budaya organisasi adalah gambaran secara umum tentang kepercayaan, kebiasaan, norma, nilai, prilaku, serta cara melakukan bisnis yang unik bagi organisasi yang mengatur pola kegiatan dan tindakan organisasi.

Dan juga melukiskan perilaku, pola implisit dan emosi yang timbul sehingga menjadi karakterisitik organisasi.

Wirawan (2007)

Menurut Wirawan, Definisi budaya organisasi adalah norma, nilai, asumsi, kepercayaan, kebiasaan organisasi, filisafat, dll.

Budaya organisasi ini dikembangkan oleh pendiri, pemimpin serta anggota organisasi dengan tujuan untuk mencapai tujuan organisasi.

Robbins (2003)

Menurut Robbins, Budaya organisasi mengacu pada sistem makna bersama yang di anut anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan orgaisasi lainnya.

Schein (1985)

Menurut Schein, pengertian budaya organisasi adalah pola asumsi dasar yang di temukan dan dikembangkan oleh sekelompok individu ketika mereka belajar menyelesaikan permasalahan, menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal dan berintegrasi dengan lingkungan internal.

Dengan asumsi dasar yang telah dibuktikan tersebut dapat dijalankan dengan baik untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dan dianggap valid.

Kreitner dan Kinicki (2005)

Menurut Kreitner dan Kinicki, pengertian budaya organisasi adalah suatu bentuk anggapan yang dimiliki serta di terima dengan implisif oleh kelompok dan menentukan bagaiman kelompok tersebut rasakan, pikirkan serta bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka ragam.

Schwartz dan Davis (1981)

Menurut Schwartz dan Davis, pengertian budaya organisasi adalah pola kepercayaan dan harapan yang dianut oleh anggota organsiasi sehingga menghasilkan nilai-nilai yang kuat untuk membentuk perilaku individu atau anggota organisasi.

Fungsi Budaya Organisasi

Fungsi Budaya Organisasi

Budaya organisasi adalah nilai atau keyakinan bersama yng menjadi dasar indentitas perusahaan.
Adapun Fungsi Budaya organisasi menurut Kreitner dan Kinicki (2005), yaitu :

  • Memberi indentitas kepada karyawan sebagai organisasi yang inovatif dan selalu berusaha mengembangkan produk baru.
  • Mempermudah komitmen bersama sebagai sebuah perusahaan dimana setiap karyawan akan merasa bangga menjadi bagian organisasi serta mereka memiliki kecenderungan bekerja dalam waktu yang lama.
  • Mempromosikan stabilitas sistem sosial, menggambarkan taraf dimana lingkungan kerja menjadi positif, saling mendukung serta perubahan dapat diatur secara efektif.
  • Membentuk perilaku dengan membantuk menajer merasakan keberadaannya dan membantu karyawan memahami mengapa organisasi melakukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara mencapai tujuan jangka panjang.

Sedangkan menurut Robbins (2003), terdapat beberapa fungsi budaya organisasi diantaranaya adalah :

  • Berperan untuk menetapkan batas atau budaya dapat menciptakan perbedaan yang sangat jelas antara suatu organisasi dengan organisasi lainnya.
  • Memberikan identitas kepada setiap anggota organisasi
  • Mempermudah munculnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas dibandingkan dengan kepentingan individu atau pribadi
  • Meningkatkan kemantapan sistem sosial.

Dan Pada akhirnya budaya organisasi ini memiliki fungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan mekanisme pengendali yang dapat membantu serta membentuk sikap dan perilaku setiap karyawan.

Baca juga | Pengertian CSR (Corporate Social Reponsibility), Manfaat dan Prinsip

Karakteristik Budaya Organisasi

Karakteristik Budaya Organisasi

Menurut Luthan (2006), di dalam bukunya perlaku organisasi menyatakan bahwa terdapat beberapa karakteristik budaya organisasi, yaitu :

1. Aturan Perilaku yang diamati

Pada saat anggota organisasi melakukan interaksi satu sama lain maka mereka akan menggunakan bahasa, istilah ataupun perilaku umum yang berhubungan dengan rasa hormat dan cara berperilaku.

2. Norma

Terdapat standar perilaku yang terdiri dari pedoman tentang seberapa banyak pekerjaan yang dilakukan.

3. Nilai dominan

Sebuah organisasi akan mendukung dan juga berharap peserta membaigkan nilai-nilai utama.

4. Filosofi

Ada kebijakan yang dapat membentuk kepercayaan organsasi tentang bagaiman karyawan dan pelanggan diperlakukan.

5. Aturan

Terdapat pedoman atau aturan yang ketat yang terkait dengan pencapaian perusahaan.

Setiap anggota organisasi yang baru harus dapat mempelajari berbagai teknik dan prosedur yang ada agar dapat diterima sebagai bagian dari organisasi.s

6. Iklim organisasi

Iklim organisasi adalah keselurhan perasaan yang disampaikan dengan pengaturan yang memiliki sifat fisik, cara berinteraksi serta cara setiap anggota berinteraksi dengan pelanggan atau individu diluar organisasi.

Baca juga | Pengertian Kepemimpinan Adalah, Fungsi, Teori dan Gaya Kepemimpinan

Jenis Budaya Organisasi

Jenis Budaya Organisasi

Jenis-jenis budaya organisasi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu berdasarkan dari proses informasi dan tujuannya (Tika, 2010).

a. Berdasarkan Proses Informasi

Menurut Robert E. Quinn dan Michael R. McGrath, Jenis budaya organsiasi berdasarkan proses informasinya dapat dibagi sebagai berikut :

Budaya Rasional

Proses Informasi individual di asumsikan sbeagai sarana untuk tujuan kinerja yagn ditunjuk (produktivitas, efisiensi serta keuntungan atau dampak)

Budaya Ideologis

Dalam jenis budaya ini proses informasi intuitif di asumsikan sebagai sarana bagi tujuan revitalisasi (dukungan luar, perolehan sumber daya serta pertumbuhan.

Budaya Konsesus

Di dalam budaya konsesus, pemrosesan informasi kolektif diasumsikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan kohesi (moral, iklim serta kerja sama tim).

Budaya Hirarkis

Di dalam budaya hirarkis pemrosesan informasi formal yang diasumsikan sebagai saran untuk tujuan berkesinambungan (stabilatas, kontrol dan koordinasi)

b. Jenis Budaya Organisasi Berdasarkan Tujuannya

Menurut Ndraha (1997), budaya organisasi yang didasarkan pada tujuannya dapat dibagi menjadi obudaya organisasi publik, budaya organisasi perusahan dan juga budaya organisasi sosial.

Baca juga | Pengertian Kinerja dan Faktor yang Mempengaruhi Kinerja

Tipe Budaya Organisasi

Tipe Budaya Organisasi

Salah satu yang harus diketahui oleh organisasi bila memiliki keinginan untuk mengubah budayanya menjadi lebih baik maka mereka harus mengetahui beberapa tipe umum budaya organisasi.

Menurut Kreitner dan Kinicki (2005), tipe budaya organisasi terdapat 3 (tiga) jenis, yaitu :

Budaya konstruktif

Arti dari budaya konstruktif ini adalah seluruh karyawan di dorong untuk melakukan interaksi dengan orang lain dan jug mengerjakan seluruh tugas atau proyek

Budaya Pasif defensif

Ciri dari tipe budaya organisasi ini adalah keyakinan yang dapat memungkinkan bahwa karaywan berinteraksi dengan karyawan lain dengan cara tidak mengancam keamanan kerjanya sendiri.

Budaya Agresif Defensif

Di dalam budaya ini, organisasi akan mendorong karyawannya untuk mengerjakan tugas atau pekerjaannya dengan keras untuk melindungi keamanan kerja dan status mereka.

Berdasarkan dari penjelasan diatas maka tipe budaya organisasi secara umum dapat dibagi menjadi 2 (dua) tipe umum yaitu budaya terbuka (partisipatif) dan budaya tertutup (otokratif.

Budaya partisipatif sering digunakan untuk memperbaiki moral dan kepuasan dari karyawan sedangkan budaya otokratif digunakan untuk memperketat kerterikatan pada komando fomal sehingga mempersempit ruang gerak manajemen dan meningkatkan tanggung jawab setiap individu dengan tujuan karyawan menjadi fokus pada kerja individu dibanding tim.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Karakterisitik, Jenis-Jenis dan Tipe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *