pengertian buku besar

Pengertian Buku Besar, Fungsi, Macam-Macam dan Bentuk

Posted on

Pengertian Buku Besar – Salah salah satu istilah yang paling sering kita dengar di dalam proses akuntansi adalah buku besar.

Hal ini dikarenakan semua proses akuntansi setelah semua transaksi telah selesai dimasukkan kedalam jurnal umum, maka transaksi tersebut akan dimasukkan kembali kedalam buku besar.

Jadi, apa itu buku besar ?

Untuk lebih memahami tentang pengertian buku besar didalam akuntansi, simak pembahasannya di bawa ini.

Pengertian Buku Besar

Pengertian buku besar adalah buku yang digunakan untuk mencatat seluruh akun dan saldo yang dimiliki oleh perusahaan dalam satu periode tertentu.

Secara sederhananya, pengertian akuntansi adalah gabungan dari perkiraan yang saling terkait dan mengikhtisarkan pengaruh transaksi tersebut terhadap perubahan aktiva, kewajiban serta modal perusahaan.

Jumlah perkiraan buku besar yang dibutuhkan tiap perusahaan berbeda, tergantung dengan jumlah keuangan dan kekayaan perusahaan, jumlah transaksi dan juga informasi yang dibutuhkan.

Menurut Ade Firmansyah, pengertian buku besar adalah kumpulan dari akun yang dipergunakan untuk merangkum seluruh transaksi yang telah di catat dalam jurnal umum.

Sedangkan menurut Gito Brahmana, pengertian buku besar adalah tahapan pencatatan akhir didalam akuntansi dengan tujuan menampung ringkasan data yang telah dikategorikan yang bersumber dari jurnal.

Baca juga | Pengertian Piutang Adalah, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis

Fungsi Buku Besar

Berikut adalah beberapa fungsi buku besar :

  • Sebagai sarana untuk meringkas data transaksi yang sudah di masukkan kedalam buku jurnal umum
  • Alat untuk mengkategorikan data keuangan serta untuk mengetahui jumlah rekening yang sebenarnya.
  • Dasar untuk menggolongkan transaksi yang terdapat didalam jurnal sebelumnya atau jurnal umum
  • Sebagai bahan kelengkapan di dalam penyusunan laporan keuangan.

Macam Macam Buku Besar

Macam-macam buku besar di dalam akuntansi dapat dikategorikan menjadi 2 (dua), yaitu

a. Buku besar umum (General Ledger)

Buku besar umum ini juga sering disebut dengan istilah buku besar umum yang memiliki isi seluruh perkiraan dalam periode tertentu seperti piutang usaha, modal dan kas.

Semua perkiraan ini berdiri sendiri dan memiliki fungsi untuk mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, modal perusahaan dan kewajiban.

Pencatatan (posting) buku besar umum ini dilakukan setiap akhir bulan dan berkala berdasarkan jurnal khusus atau dari hasil rekapitulasi jurnal khusus.

b. Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger)

Buku besar pembantu atau buku tambahaan ini adalah seluruh perkiraan ada didalam satu periode yang khusus mencatat perincian utang dan piutang usaha.

Fungsi buku besar pembantu ini adalah untuk memberikan informasi semua transaksi yang berpengaruh terhadap perubahan akun secara detail dan terperinci.

Manfaat dari buku besar pembantu diantaranya adalah :

  • Mempermudah penyusunan laporan keuangan karena buku besar pembantu dapat mengurangi kesalahan dalam pencatatan buku besar umum
  • Membuat Buku besar umum dapat lebih teruji karena saldo dalam buku besar umum dapat dibandingkan dengan saldo yang ada di buku besar pembantu.
  • Di mungkinkan adanya pembagian tugas dalam pengerjaan proses akuntansi
  • Jumlah setiap elemen dapat dapat mudah diketahui seperti piutang dan utang dari pihak terkait.

Jenis buku pembantu dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu :

Buku Besar Pembantu Piutang Usaha

Bentuk Buku Besar Pembantu Piutang Usaha (Account Receivable Susidiary Ledger) adalah bukuk khusus untuk mencatat perubahan piutang kepada perusahan (debitur) secara individual (perusahaan tertentu).

Buku Besar Pembantu utang Usaha

Buku besar pembantu utang (Account Payable Subsidiary) adalah buku besar yang berfungsi untuk tempat mencatat semua perubahan utang kepada pihak kreditur secara khusus.

Baca juga | Pengertian Kas Adalah dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Bentuk Buku Besar

Setiap perusahaan dapat menggunakan bentuk buku besar yang berbeda, tergantung dengan kebutuhannya.

Berikut 4 (empat) bentuk buku besar didalam akuntansi, yaitu

1. Buku Besar Bentuk T

Buku besar bentuk T adalah bentuk buku besar yang paling sederhana dan paling umum digunakan.

Jenis bentuk buku besar ini berbentuk huruf T besar dimana pada kolok sebelah kiri diisi dengan debet sedangkan pada kolom kanan di isi dengan kredit.

Nama akun akan di letakkan pada sisi kiri atas dan nama kode akun akan di letakan pada sisi kanan atas.

2. Bentuk Buku Besar Skontro

Bentuk Buku Besar Skontro adalah buku besar yang memiliki 2 (dua) kolom atau lebih sehingga ada keterangan serta jumlah kredit debitnya.

Jenis buku besar skontro merupakan jenis buku besar yang paling sering digunakan karena meudah untuk dibaca dan dalam pencatatannya.

3. Bentuk Staffle berkolom saldo tunggal

Jenis buku besar ini adalah bentuk besar yang digunakan bila membutuhkan penjelasan dari transaksi yang banyak

4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap

Jenis buku besar ini adalah bentuk buku yang nyaris sama dengan bentuk staffle berkolom saldo tunggal.

Perbedaannya terletak pada kolom saldo dibagi menjadi dua kolom yaitu kolom debit dan kredit.

Baca juga | Pengertian Laporan Laba Rugi, Fungsi, Pengguna dan Bentuk

Kesimpulan

Buku besar didalam proses akuntansi memiliki peran yang sangat penting.

Hal ini dikarenakan buku besar adalah buku yang menjembatani transfer seluruh entri jurnal dalam urutan kronologis ke masing-masing rekening.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Pengertian Buku Besar, Fungsi, Macam-Macam dan Bentuk Buku Besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *