pengertian cash flow

Pengertian Cash Flow (Arus Kas) dan Cara Menghitung Cash Flow

Posted on

Pengertian Cash Flow – Salah satu hal terpenting dalam membangun bisnis yang sukses adalah kemampuan untuk mengatur arus kas atau cash flow perusahaan.

Hampir seluruh penyebab bisnis yang gagal atau menghambat perkembangan bisnis adalah kesulitan dalam pengaturan arus kas atau cash flow.

Oleh sebab itu setiap pemilik usaha harus memahami tentang pengertian cash flow atau arus kas serta bagaimana cara menghitungnya dan cara menggunakannya.

Baca juga | Pengertian Aktiva Tetap, Kriteria, Karakterisitik dan Klasifikasi

Pengertian Cash Flow (arus kas)

Secara umum, pengertian cash flow adalah pergerakan uang masuk atau keluar dalam bisnis anda dalam hal pendapatan dan pengeluaran.

Posisi ideal dari cash flow adalah perusahaan anda memiliki arus kas yang positif yang berarti pemasukan uang kedalam bisnis anda lebih banyak dibandingkan dengan uang yang keluar.

Bila sebuah bisnis memiliki arus kas yang positif maka mereka dapat menyelesaikan berbagai kewajiban mereka sehingga mereka dapat berinvestasi untuk perkembangan perusahaan.

Apabila arus kas perusahaan negatif maka perusahaan harus mencari sumber pendapatan lainnya untuk menyelesaikan kewajiban mereka seperti pembayaran hutang.

Baca juga | Pengertian Biaya Produksi Adalah, Unsur dan Tujuan

Jenis arus kas

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 2 tahun 2009, arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas.

Arus kas masuk (cash inflow) dan arus kas keluar atau (cash outflow), masing-masing dapat terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :

1. Cash Inflow (arus kas masuk)
  • Bersifat rutin, contohnya pendapatan atau hasil penjualan, dll.
  • Bersifat tidak rutin, contohnya penerimaan modal saham, penerimaan uang sewa gedung, dll.
2. Cash Outflow (arus kas keluar)
  • Bersifat rutin : contohnya pembayaran gaji karyawan, pembelian alat kantor, pembelian bahan baku, dll.
  • Bersifat tidak rutin : contohnya pembelian aset perusahaan, pembyaran deviden, pembayaran angsuran, dll.

Berdasarkan dari jenis cash flow tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa arus kas adalah jumlah kas yang mengalir masuk dan keluar dari satu periode tertentu.

Dengan kata lain, cash flow adalah perubahan yang terjadi pada pos kas dalam periode tertentu.

Baca juga | Pengertian Laba Ditahan, Rumus dan Manfaat

Cara menghitung cash flow (arus kas)

Rumus yang paling sederhana dalam menghitung cash flow adalah dengan menjumlahkan seluruh pembayaran tunai dalam periode tertentu dan mengambilnya dari penerimaan kas (jangan terpaku pada satu bulan tertentu).

Penerimaan kas ini dapat dinilai secara akurat dalam periode tiga bulan atau lebih karena sebagian bisnis akan memiliki puncak dan palung.

Sekalipun penjualan produk anda mengalami peningkatan yang cukup signifikan, anda harus memperhatikan beberapa pengetahuan arus kas agar anda dapat mengelola bisnis dengan baik.

Lalu bagaimana bisnis yang tidak memerhatikan cash flow ?

Kegagalan sebuah perusahaan dalam memantau dan mengelola cash flow maka risiko dari bisnis tersebut akan meningkat dan juga dapat menyebabkan beberapa permasalah lainnya.

Berikut beberapa yang dapat dihadapi bila pebisnis tidak memperhatikan pentingnya dan mengelola cash flow dengan baik :

1. Stok terlalu banyak

ketika permintaan atas produk anda tiba-tiba mengalami peningkatan yang signifikan maka terkadang anda tergoda untuk membeli stok barang yang banyak.

Tapi bila permintaan produk tersebut mengalami penurunan maka hal ini bisa membuat stok produk terlalu banyak dan mungkin terjadi hutang akibat dari pemesanan barang.

Dengan stok produk yang terlalu banyak juga dapat berisiko terhadap stok barang yang usang dan juga sulit untuk dijual.

2. Ketentuan pembayaran lama

Jangka waktu pembayarana yang lama terkadang sering membuat anda memiliki waktu yang cukup panjang ketika tidak ada uang yang masuk.

Hal ini dapat menjadi permasalahan yang besar bagi anda terutama ketika terjadi permasalahan apapun seperti peralatan kantor yang rusak, kendaraan operasional yang rusak, dll namun bisnis anda mengalami kekurangan uang.

Kemungkinan buruk lainnya adalah pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran sama sekali.

3. Terlalu banyak pengeluaran

Di dalam bisnis terkadang kita tergoda untuk melakukan pengeluaran yang besar mendapakan klien yang baru.

Namun membuat pengeluaran yang besar ini sebenarnya bukanide yang baik karena anda belum mendapatkan uang.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Cash Flow (Arus Kas) dan Cara menghitung Cash Flow.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *