Pengertian Depresiasi

Pengertian Depresiasi Adalah dan Metode Perhitungan Penyusutan

Posted on

Pengertian Depresiasi (Penyusutan) adalah – Istilah penyusutan atau depresiasi sering digunakan sebagai aktiva tetap yang digunakan berulang oleh manusia didalam produksi seperti gedung, pabrik, dll.

Pada dasarnya seluruh jenis aktivita tetap (kecuali tanah), bila digunakan secara berkelanjutan dapat semakin mengurangi kemampuannya untuk memberikan jasa dan pendapatan.

Alasannya adalah nilai guna atau manfaat yang dimilikinya akan terus berkurang dari waktu ke waktu.

Berkurangnya nilai aktiva tetap berwujud tersebut dapat disebut dengan istilah penyusutan atau depresiasi.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik atau SAK-ETAP (2009 : 15.20), menyatakan bahwa penyusutan ini dapat dimulai saat sebuah aset yang tersedia digunakan misal, aset yang ada di dalam lokasi dan kondisi yang dibutuhkan sehingga dapat beroperassi sebagaimana maksud tujuan manajemen.

Baca juga | Pengertian Aset, Karakteristik, Jenis-Jenis dan Penggunaan Aset

Pengertian Depresiasi Menurut Para Ahli

Berikut beberapa penjelasan tentang pengertian depresiasi menurut para ahli :

Surya (2012: 173)

Menurut Surya, pengertian depresiasi atau penyusutan adalah alokasi jumlah yang bisa disusutkan dari sebuah aset sepanjang masa manfaat yang estimasi.

Jumlah yang bisa di susutkan dari aset adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aset tersebut di kurangi estimasi sisa (salvage value) aset itu di akhir masa manfaatnya.

Martini (2012:313)

Menurut Martini, pengertian depresiasi adalah sebuah metode pengalokasian biaya tetap untuk menyusutkan nilai aset dengan sistematis selaam periode manfaat aset tersebut.

Zaki Baridwan (2004: 305)

Menurut Zaki Baridwan, pengertian depresiasi adalah sebagian harga perolehan aktiva tetap yang secara sistematis menjadi biaya di setiap periode tertentu.

Haryono Yusuf (2001: 162)

Menurut Haryono Yusuf, pengertian depresiasi adalah proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaatnya dengan cara rasional dan sistematis.

Berdasarkan dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa depresiasi atau penyusutan adalah sebuah metode pengalokasian harga perolehan aset setelah dikurangi dengan nilai sisa yang dialokasikan pada periode yang menerima manfaat dari aset tetap tersebut.

Jumlah penyusutan dapat menggambarkan bahwa depresiasi bukan merupakan proses pencadangan tapi merupakan proses pengalokasi harga perolehan aset tetap.

Baca juga | Pengertian Aktiva Tetap, Kriteria, Karakterisitik dan Klasifikasi

Faktor yang Mempengaruhi Dalam Menentukan Biaya Penyusutan Aktiva Tetap

Menurut Firdaus (2001: 185), untuk menentukan jumlah penyusutan dari aktiva tetap terdapat 3 (tiga) faktor yang harus diketahui yaitu harga perolehan (cost), umur atau manfaat taksiran (estimated usefull life), nilai sisa (residual value).

Baridwan (2004, 307) juga menyatakan bahwa terdapat 3 (tiga) faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan beban depresiasi disetiap periode, yaitu :

1. Harga perolehan (cost)

Pengertian harga perolehan (cost) ini adalah uang dikeluarkan atau muncul dan biaya lain-lainnya yang terjadi didalam mendapatkan suatu aset serta menempatkannya agar bisa di manfaatkan.

2. Nilai Sisa (residu)

Pengertian nilai sisa yang dideprisiasikan merupakan adalah yang diterima bila aset dijual, ditukarkan atau cara lain ketika aset tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi, dikurangi dengan biaya yang terjaedi pada saat menjual atau menukar.

3. Taksiran Umur Kegunaan atau Masa Manfaat

Taksiran umur kegunaan ini merupakan suatu aktiva yang dipengaruhi oleh cara pemeliharaan dan kebijakan yang di anut dalam reperasi.

Hal ini dapat dinyatakan dalam satu periode waktu, satuan hasil produksi atau satuan jam kerjanya.

Metode Perhitungan Penyusutan

Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam menghitung beban penyusutan atau depresiasi.

Dalam memilih metode perhitungan penyusutan sebaiknya harus mempertimbangkan keadaan yang dapat mempengeruhi aktiva tersebut.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di dalam SAK-ETAP (2009: 15,22) menyatakan terdapat 3 (tiga) metode perhitungan penyusutan yaitu Metode Garis Lurus (straight line method), Metode Saldo Menurun (diminishing balance method) dan  Metode Jumlah Unit Produksi.

Metode Garis Lurus (straight line method)

Jenis metode perhitungan ini merupakan metode paling sederhana dan banyak digunakan dalam menghitung penyusutan.

Di dalam metode garis lurus ini selalu mempertimbangkan penyusutan sebagai fungsi dari waktu dan bukan fungsi sebagai dari penggunaannya.

Metode ini menetapkan bahwa jumlah depresiasi atau penyusutan akan selalu sama setiap periodenya.
Rumus yang digunakan dalam Metode Garis Lurus (straight line method), adalah :

Penyusutan pertahun = H. Perolehan – Nilai Residu / Masa Manfaat

Permasalahan paling utama pada metode garis lurus adalah metode ini dilandaskan pada dua hal yang tidak realistis yaitu :

  • Kegunaan ekonomi aktiva itu adalah sama setiap tahunnya
  • Biaya perbaikan serta pemeliharaan selalu sama di setiap periodenya.
Metode Saldo Menurun (diminishing balance method)

Pada metode ini memakai tarif penyusutan (dalam persentase) berupa beberapa kelipatan dari metode garis lurus (straight line method).

Tidak sama dengan metode lainnya, tarif saldo menurun di kalikan dengan nilai buku aktiva didalam setiap periode.

Hal ini dikarenakna nilai buku aktiva dikurangi setiap periode dengan beban penyusutan maka tarif saldo menurun yang konstan diaplikasikan pada nilai buku yang menurun sehingga menghasilkan beban penyusutan yang semakin rendah setiap tahunnya.

Penurunan ini akan berlangsung hingga nilai buku aktiva berkurang mencapai estimasi nilai sisanya dimana saat ini penyusutan akan dihentikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *