Pengertian Disiplin Kerja

Pengertian Disiplin Kerja Adalah, Jenis, Tujuan Dan Indikator

Posted on

Pengertian Disiplin Kerja – Kedisiplinan adalah sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik itu tertulis maupun tidak tertulis.

Banyak orang yang mendefinisikan disiplin itu bila seorang karyawan datang dan pulang tepat waktu.

Namun hal tersebut hanyalah salah satu hal yang dituntut perusahaan kepada karyawan.

Oleh sebab itu kedisiplinan dapat diartikan sebagai tingkah laku tertulis maupun tidak tertulis (Hasibuan, 2009: 212).

Disiplin kerja merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi perkembangan sebuah perusahan dan disiplin kerja dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Pengertian Disiplin Kerja Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian disiplin kerja menurut para ahli :

Nitisemito (1996: 199)

Menurut Nitisemito, pengertian disiplin kerja adalah sikap, tingkah laku yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik itu tertulis atau tidak tertulis.

Disiplin kerja yang baik adalah salah satu faktor yang bisa berpengaruh pada prestasi kerja karyawan.

Hasibuan (1995: 212)

Menurut Hasibuan, pengertian disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan orang-orang untuk mentaati semua peraturan perusahaan dan norma sosial yang berlaku.

Handoko (1998: 208)

Menurut Handoko, pengertian disiplin kerja adalah kegiatan manajemen untuk menerapkan standar organisasional.

Sastrohadiwiryo (2003; 291)

Menurut Sastrohadiwiryo, disiplin kerja adalah sebuah sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat pada peraturan yagn berlaku baik itu tertulis ataupun tidak.

Dan juga mereka sanggup untuk menerapkannya dan tidak mengelak untuk disangsi bila melanggar tugas atau wewenang yang telah diberikan kepadanya.

Rivai (2009: 291)

Menurut Rivai, kedisiplinan adalah fungsi operatif MSDM paling penting karena semakin baik disiplin karyawan dalam perusahaan maka semakin tinggi prestasi kerja yang bisa dicapai.

Sutrisno (2009: 94)

Sutrisno mendefinisikan disiplin kerja sebagai perilaku seseorang sesuai dengan peraturan, prosedur kerja yang ada baik itu tertulis atau tidak tertulis.

Veithzal (2006: 444)

Menurut Veithzal, disiplin kerja merupakan sarana yang dimanfaatkan para manajer untuk melakukan komunikasi dengan para karyawan agar mereka bisa mengubah perilaku dan juga sebagai usaha sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan kesediaannya dalam mentaati peraturan perusahaan dan norma sosial yang berlaku.

Simamora (2004: 610)

Disiplin juga dapat diartikan sebagai prosedur untuk mengkoreksi dan menghukum karena melanggar peraturan atau prosedur.

Baca juga | Pengertian SOP Adalah, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Unsur-Unsur

Jenis Displin Kerja

Bagi organisasi, disiplin kerja dapat menjamin terpeliharanya tata tertib dan juga kelancara dalam menjalankan tugas sehingga bisa didapat hasi kerja yang maksimal.

Sedangkan untuk karyawan bisa mendapatkan suasana kerja yang lebih menyenangkan sehingga akan menambah semangat kerja dalam melaksanakan tugasnya.

Dengan demikian, karyawan dapat menjalankan tugasnya dengan penuh kesadaran dan mengembangkan tenaga dan pikirannya secara maksimal.

Menurut Moekizat (2002: 356), disiplin kerja dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis :

1. Self imposed discipline

Self imposed discipline adalah disiplin yang dipaksakan pada diri sendiri.

Jenis disiplin ini berasal dari diri seseorang yang hakikatnya adalah tanggapan spontan pada pimpinan yang cakap dan merupakan semacam dorongan pada diri sendiri.

Hal ini berarti suatu keinginan atau kemauan untuk mengerjakan apa yang sesuai dengan keinginan kelompok.

2.Command discipline

Command discipline adalah disiplin yang diperintahkan atau berasal dari kekuasaan yagn diakui.

Jenis disiplin ini menggunakan cara yang menakutkan untuk mendapatkan pelaksanaan dengan tindakan yang diinginkan melalui kebiasaan dan peraturan tertentu.

Bentuk yang ekstrim Command discipline dapat diterapkan dengan menggunakan hukum.

Baca juga | Pengertian Produktivitas Kerja Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Tujuan Disiplin Kerja

Tujuan utaman dari displin kerja adalah untuk meningkatkan hasil yang maksimal dengan cara mencegah pemborosan waktu dan energi.

Selain itu dengan disiplin dapat mencegah kerusakan atau kehilangan harga benda, mesin, peralatan dan perlengkapan kerja yang disebabkan ketidak hati-hatian, pencurian, dll.

Disiplin ini akan mengatasi kesalahan dan keteledoran yang disebabkan kurangnya perhatian, ketidakmampuan dan keterlambatan.

Kedisiplinan diperlukan oleh organisasi untuk tujuan yang lebih jauh dan juga untuk menjaga efisiensi dengan mencegah dan mengoreksi tindakan individu dan itikad tidak baiknya terhadap kelompok.

Dengan kedisiplinan juga akan melindungi perilaku baik dengan menetapkan respon yang dikehendaki.

Kedisiplinan pada organisasi dapat dijalankan apabila sebagian besar peraturan ditaati oleh para anggota organisasi tersebut.

Tujuan utama kedisiplinan menurut Moekizat (1992: 39)adalah untuk mendorong karyawan untuk dapat berperilaku sepantasnya di tempat kerja dimana perilaku tersebut ditetapkan sebagai kepatuhan kepada peraturan dan prosedur yang berfungsi sama dengan peraturan undang-undang.

Baca juga | Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan Di Dalam Perusahaan

Indikator Disiplin Kerja Karyawan

Menurut Nitisemito (1996: 40), terdapat beberapa indikator disiplin kerja karyawan :

  • Turunnya produktivitas kerja
  • Tingkat absensi yang tinggi
  • Adanya kelalaian dalam penyelesaian pekerjaan
  • Tingkat kecerobohan atau kecelakaan yang tinggi
  • Seringnya pencurian bahan-bahan pekerjaan
  • Sering konflik antar karyawan.

Bentuk Displin Kerja

Terdapat beberapa bentuk disiplin kreja yagn harus diperhatikan untuk menjalankan kebijakan sebagai pimpinan pada perusahaan.

Menurut Rivai (2009: 825), terdapat 4 (empat) bentuk disiplin kerja :

  • Disiplin Retributif (Retributuf Disciline) : berusaha menghukum orang yang berbuat salah.
  • Disiplin Korektif (Corektive Discipline) : berusaha membantu karyawan mengkoreksi perilakunya yang tidak tepat.
  • Perpektif hak-hak individu (Individual Rights Prespektif) : berusaha melindungi hak-hak dasar individu selama tindakantindakan disipliner.
  • Perspektif Utilitarian (Utilitarian Perpektif) : berfokus untuk memanfaatkan disiplin hanya pada saat konsekuensi tindakan disiplin melebihi dampak negatif.

Baca juga | Pengertian Manajemen Stress dan Cara Mengelola Stres yang Efektif

Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja

Hasibuan (2009: 194), menyatakan bahwa terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kedisiplinan karyawan dalam perusahaan, diantaranya adalah :

1. Tujuan dan Kemampuan

Kemampuan dan tujuan ikut mempengaruhi kedisiplinan kerja karyawan.

Tujuan yang akan dicapai haruslah jelas dan ditetapkan dengan ideal serta cukup menantang untuk kemampuan karyawan.

Hal ini berarti pekerjaan yang dibebankan kepada karyawan haruslah sesuai dengan kemampua karyawan agar mereka dapat bersungguh-sungguh dan mengerjakannya dengan displin.

2. Teladan Pemimpin

Teladan pemimpin memiliki peranan penting dalam menentukan disiplin kerja karyawan karena pemimpin harus dapat dijadikan teladan dan panutan bagi karyawan.

Dengan adanya keteladan pimpinan yang baik maka kedisiplinan kerja karyawan akan ikut membaik.

Pimpinan harus menyadari bahwa ia adalah contoh dan diteladani oleh bahwahannya.

Untuk itu seorang pimpinan harus memiliki kedisiplinan yang baik agar bawahan juga dapat menjalankannya.

3. Balas jasa

Balas jasa ini dapat berbentuk gaji dan kesejahteraan yang bisa berpengaruh pada disiplin kerja karyawan karena dengan balas maka kepuasan karyawan sehingga disiplin dapat tercipta.

Peranan balas jasa ini penting dalam menciptakan kedisiplinan kerja karyawan.

4. Keadilan

Salah satu faktor yang mempengaruhi disiplin kerja karyawan adalah keadilan karena sifat manusia selalu merasa penting dan diperlakukan sama.

5. Wasket

Wasket atau pengawasan melekat adalah tindakan nyata paling efektif untuk mewujudkan kedisiplinan kerja.

Hal ini karena merangsang disiplin dan moral kerja karyawan secara efektif karena karyawan mendapatkan perhatian, bimbingan, petunjuk dan pengarahan dari atasannya langsung.

Dengan wasket ini, pimpinan dapat mengetahui kedisiplinan karyawan sehingga pimpinan dapat menilai kondisi karyawan.

6. Ketegasan

Ketegasan seorang pimpinan dapat melakukan tindakan akan mempengaruhi disiplin kerja karyawan.

Pimpinan harus berani dan bertindak tegas untuk menghukum setiap karyawan yang indisipliner sesuai dengan sangsi.

7. Sanksi hukum/ Punishment

Sanksi hukum ini memiliki peranan penting untuk memelihara disiplin kerja karyawan karena sanksi hukum yang berat maka karyawan akan takut untuk melanggar peraturan perusahaan.

Berat atau ringannya sanksi yang diterapkan tersebut juga dapat mempengaruhi baik atau buruknya disiplin kerja karyawan.

Oleh sebab itu, sanksi hukum tersebut tidak terlalu berat supaya sanksi tersebut bisa dijadikan pelajaran untuk mendidik karyawan agar mengubah perilakunya.

Penerapan Sanksi hukum yang wajar dapat mendidik dan menjadi motivasi untuk memelihara kedisiplinan.

8. Hubungan kemanusiaan

Menciptakan hubungan yang baik dan harmonis sesama karyawan baik itu hubungan ke atas dan kepada bawahannya.

Menciptakan hubungan kemanusiaan yang serasi dapat mewujudkan lingkungan kerja yang nyaman.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Disiplin Kerja Adalah, Jenis, Tujuan Dan Indikator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *