pengertian ekonomi makro

Pengertian Ekonomi Makro, Tujuan, Ruang Lingkup dan Masalah

Posted on

Pengertian ekonomi makro – Ekonomi makro hadir bersamaan dengan perkembangan ilmu ekonomi.

Ekonomi makro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang membahas tentang perekonomian suatu negara secara menyeluruh (agregatif) dengan menggunakan variabel-variabel ekonomi.

Variabel-variabel ekonomi diantaranya pendapatan nasional, nilai tukar/kurs, tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dll.

Didalam ekonomi makro, kegiatan ekonomi dianalisa secara umum dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi pada unit ekonomi mikro.

Pengertian ekonomi makro menurut para ahli

ekonomi makro adalah

Berikut beberapa pengertian ilmu ekonomi menurut para ahli :

Adam smith

Menurut Adam Smith, pengertian ekonomi makro adalah bentuk analisa tentang keadaan atau penyebab kekayaan negara dengan menggunakan penelitian yang di pandang secara menyeluruh dari kegiatan ekonomi.

Budiono

Menurut Budiono, pengertian ekonomi makro adalah ilmu yang mempelajari tentang pokok-pokok ekonomi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang meliputi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi suatn negara.

Samuelson dan Nordhaus

Menurut Samuel dan Nordhaus, pengertian ekonomi makro adalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari serta mengamati pertumbuhan ekonomi secara komprehensif dan menyeluruh.

Sadono Sukirno

Pengertian ekonomi makro menurut Sadono Sukirno adalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari kegiatan ekonomi secara komprehensif tentang berbagai macam masalah pertumbuhan perekonomian.

Baca juga | Pengertian Ekonomi, Prinsip Ekonomi dan Pelaku Ekonomi

Tujuan ekonomi makro

tujuan ekonomi makro

Berikut adalah beberapa tujuan ekonomi makro

1. Meningkatkan kapasitas produksi secara nasional

Menjaga dan meningkatkan kapasitas produksi nasional merupakan hal yan gpentung agar dapat berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Kapasitas produksi sangat tergantung pada besarnya pengaruh negara dalam melakukan kontrol terhadap jumlah barang atau jasa yang diproduksi.

Faktor yang mempengaruhi kapasitas produksi ini diantaranya adalah faktor alam , tenaga kerja dan alam.

Kapasitas produksi nasional ini dapat menggambarkan kemampuan perekonomian sebuah neagara dalam memproduksi barang atau jasa dalam periode waktu tertentu.

Oleh sebab itu, pemerintah haru dapat memperbaiki situasi investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi secara nasional.

2. Membuka kesempatan lapangan pekerjaan

Kesempatan kerja dapat didefinisikan sebagai sebuah situasi yang menggambarkan tentang besarnya peluang kerja yang tersedia bagi pencari kerja.

Dengan adanya peningkatan kesempatan kerja yang tersedia sangat terkait dengan peningkatan kapasitas produksi secara nasional.

Oleh sebab itu, pemerintah harus dapat membuat kebijakan makro yang dapat menjaga serta mendukung suasana investasi yang sehat agar para investor berminat menanamkan modal serta dapat membuka lapangan pekerjaan.

3. Mengendalikan inflasi

Terjadinya inflasi bisa mengakibatkan pertumbuhan perekonomian suatu negara menjadi terhambat.

Inflasi yang tidak terkendali dapat membuat harga barang menjadi tidak terjangkau, meningkatkan pengangguran serta penurunan nilai mata uang.

Untuk mengendalikan laju inflasi maka pemerintah harus menerapkan kebijakan makro yang tepat seperti Cash Ratio, Politik pasar terbuka Politik diskonto, dll.

4. Meningkatkan pendapatan nasional.

Pendapatan nasional adalah salah satu alat untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu masyarakat atau negara.

Dengan kata lain pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang dapat dihasilkan oleh faktor produksi yang memproduksi barang dan jasa dalam periode tertentu.

Di sini pemerintah harus berperan aktif dengan menjaga perekonomian dapat berjalan efektif dan efisien melalui kebijakan seperti kebijakan fiskal atau moneter.

5. Menjaga kestabilan ekonomi

Kestabilan perekonimian adalah salah satu persyaratan penting untuk meningkatkan kepercayaan terhadap para pelaku ekonomi.

Stababilitas perekonomian dapat tercapai bila adanya keseimbangan di antara variabel ekonomi makro seperti tingkat permintaan dan persediaan, nereca pembayaran,dll.

Bila perekonomian suatu negara tidak stabil maka dapat menyebabkan turunnya daya beli masyarakat dan mempersulit mereka dalam menyusun rencana anggaran keuangan terutama yang berkaitan dengan investasi.

Di sini pemerintah harus menciptakan serta menjaga kestabilan ekonomi dengan membuat kebijakan-kebijakan ekonomi makro dan memperbaiki fungsi pasar dan sektor-sektornya seperti industri , keuangan, pertanian, dll.

6. Membuat seimbang neraca pembayaran luar negeri

Neraca pembayaran adalah rangkuman dari transaksi pembelian dan pejualan barang atau jasa, hibah dari negara asing atau transaksi keuangan antar penduduk baik di dalam maupun diluar negeri dalam satu periode tertentu.

Pemerintah harus dapat memastikan tidak terjadi defisit neraca pembayaran luar negeri dan harus terus berupaya untuk meningkatkan kegiatan ekspor.

7. Pemerataan distribusi pendapatan

Bila distribusi pendapatan disuatu negara tidak merata dapat mengakibatkan timbulnya kemiskinan, pengangguran, inflasi yang tidak terkendali, dll.

Tidak meratanya distribusi pendapatan ini biasanya dikarenakan oleh sistem ekonomi yang dipegang oleh negara.

Perbedaan pendapatan ini biasanya diakibatkan dari faktor-faktor produksi yang dimiliki seseorang dalam satu wilayah tertentu.

Semakin banyak seseorang memiliki faktor produksi maka dia dapat memiliki pendapatan yang semakin besar dan begitu juga sebaliknya.

Hal inilah yang bisa menjadi pemicu terjadinya ketidakmerataan distribusi pendapatan disuatu negara.

Oleh sebab itu pemerintah harus mengatasi hal tersebut dengan membuat kebijakan yang dapat mengatasi praktek monopoli serta melindung produsen dan konsumen dengan menetapkan intervensi terhadap harga minimum dan harga maksimum.

8. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Salah satu tujuan ekonomi makro terutama dalam kebijakan moneter adalah menciptakan pertumbuhan perekonomian yang stabil bahkan memiliki tren yang terus meningkat.

Oleh sebab itu, semua kebijakan dalam ekonomi makro harus memprioritaskan untuk mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan serta seimbang.

Baca juga | Pengertian Ekonomi Kreatif, Ciri-Ciri, Jenis dan Manfaat Ekonomi Kreatif

Ruang lingkup ekonomi makro

ruang lingkup ekonomi makro

Secara singkat, ruang lingkup ekonomi marko meliputi beberapa hal berikut :

1. Menentukan kegiatan perekonomian negara

Ruang lingkup ekonomi makro ini bertujuan untuk menganalisa jauhnya atau sampai mana perekonomian mampu untuk memproduksi barang atau jasa.

Kegiatan ini dapat di tentukan berdasar pada pengeluaran menyeluruh dalam perekonomian, yang bisa meliputi :

  • Konsumsi rumah tangga
  • Pengeluaran pemerintah
  • Pengeluaran perusahaan
  • Ekspor dan impor.

Di dalam ruang lingkup ekonomi makro ini sangat memperhatikan terhadap perubahan harga dan juga pengaruh dari jumlah peredaran uang terhadap pengeluaran secara menyeluruh.

2. Pengeluaran agregat atau keseluruhan

Salah satu permasalahan yang sering timbul dari pengeluaraan agregat adalah tidak mampu untuk mencapai titik yang ideal yaitu pengeluaran agregat mampu mencapai pada titik yang dibutuhkan untuk menciptakan kesempatan kerja tanpa terjadi inflasi.

Namun pada kenyataan ini ruang lingkup ekonomi makro yang ideal ini sangat sulit untuk dicapai dan direalisasikan.

3. Membatasi pengangguran dan inflasi

Salah satu permasalahan penting yang harus diatasi dalam perekonomian adalah mengatasi pengangguran dan inflasi.

Namun permasalahan ini tidak mudah untuk diatasi sehingga untuk mengatasinya diperlukan intervensi dari pemerintah.

Bentuk invervensi pemerintah dapat melalui berbagai kebijakan seperti kebijakan fiskal dan moneter.

Baca juga | Pengertian Ekonomi Mikro, Tujuan, Ruang Lingkup, Teori dan Peran

Bentuk-bentuk kebijakan ekonomi makro

kebijakan ekonomi makro

Berikut beberapa bentuk kebijakan dalam ekonomi makro :

1. Kebijakan fiskal

Definisi Kebijakan fiskal adalah cara pemerintah yang dilakuan untuk membuat perubahan pendapatan dan pengeluaran negara dengan tujuan mempengaruhi pengeluaran secara keseluruhan didalam perekonomian atau untuk mempengaruhi perekonomian negara.

2. Kebijakan moneter

Arti kebijakan moneter ini adalah kebijakan pemerintah tentang perilaku Bank Sentral di dalam penawaran dan pengaturan uang yang sedang beredar didalam negara.

Hal ini bertujuan untuk mempengaruhi pengerluaran keseluruhan.

3. Kebijakan segi penawaran

Tujuan dari kebijakan segi penawaran adalah meningkatkan efisiensi kegiatan perusahaan sehingga mereka bisai menawarkan produknya dengan harga yang bersaing dan dengan kualitas yang lebih baik.

Baca juga | Pengertian Tindakan Ekonomi, Tujuan, Jenis-Jenis, dan Pelaku

Masalah Ekonomi Makro

masalah ekonomi makro

Berikut adalah beberapa masalah ekonomi makro yang paling umum terjadi :

1. Angka pengangguran dan kemiskinan yang tinggi

Jumlah penduduk yang semakin banyak dan minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia merupakan faktor utama penyebab tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di suatu negara.

Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang tersedia menyebabkan jumlah pengangguran semakin meningkat akibat dar persaingan yang tinggi.

Tingginya persaingan kerja dan semakin tingginya tuntutan ekonomi membuat banyak orang tidak memiliki pilihan yang lain selain bekerja disektor informal seperti menjadi buruh, pembantu, kuli, dll.

Hal inilah yang menyebabkan peningkatan angka kemiskinan disuatu negara karena masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

2. Pertumbuhan ekonomi yang melambat

Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perubahan perekonomian suatu negara dalam periode tertentu.

Adanya pertumbuhan perekonomian negara dapat mempengaruhi nilai produksi suatu perusahaan seperti tingkat inflasi yang tidak stabil.

Di setiap tahunya, selalu ada lulusan anak sekolah bahkan jumlahnya terus meningkat namun tidak diimbangi dengam lowongan pekerjaan yang tersedia.

Kebanyakan dari mereka hanya berfokus untuk mencari pekerjaan kantoran yang lebih memberikan kenyamaman baik secara status sosial maupun finansial dibanding mereka berwirausaha.

Hal ini dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang menjadi melambat.

3. Tingkat utang luar negeri yang tinggi

Ketika nilai tukar Rupiah menurun terhadap mata uang asing terutama Dollar Amerika maka dapat menyebabkan tingkat utang luar negeri tida dapat dilindungi dengan fasilitas lindung nilai.

Hal ini berakibat pada terjadinya krisis karena nilai utang luar negeri akan membesar.

Untuk mengatasi hal itersebu maka pemerintah harus segeran mengambil kebijakan untuk melakukan restrukturisasi utang luar negeri dengan negara peminjam.

4. Inflasi dan defisit APBN

Terjadinya kenaikan harga barang dan jasa adalah dampak dari inflasi sehingga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Laju inflasi yang tinggi dapat berakibat Bank Indonesia melakukan kebijakan pengetatan dibidang moneter.

Namun hal ini tidak dapat dilakukan secara cepat dan drastis karena bisa berakibat buruk terhadap proses penyehatan bank atau restrukturisasi perusahaan.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Ekonomi Makro, Tujuan dan Ruang Lingkup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *