pengertian erp

Pengertian ERP Adalah, Manfaat, Karakteristik, Tingkatan dan Contoh

Posted on

Pengertian ERP Adalah – Penggunaan perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) yang tepat merupakan hal yang sangat vital dan menjadi investasi besar bagi sebuah bisnis.

ERP merupakan singkatan dari Enterprise Resource Planning atau dapat diartikan sebagai perencanaan sumber daya perusahaan.

Oleh sebab itu anda harus mempertimbangkan dengan matang sebelum memiliki sistem ERP yang tepat.

Secara umum, pengertian ERP adalah suatu sistem informasi perusahaan yang diciptakan untu mengkoordinasikan seluruh sumber daya, informas serta aktivitas yang dibutuhkan dalam seluruh proses bisnis.

Selain itu Enterprise Resource Planning dapat di definisikan sebagai sebuah sistem perusahaan yang memiliki sifat lintas fungsional dan bertindak untuk mengintegrasikan serta mengotomatiskan seluruh proses bisnis yang harus terpenuhi pada perusahaan seperti aktivitas logistik, distribusi, akuntansi, keuangan, dll.

Baca juga | Pengertian Holding Company, Ciri-Ciri, Tujuan, Kelebihan dan Kekurangan

Pengertian ERP Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian ERP menurut para ahli :

O’Brien, J. A., & Marakas, G. M. (2010: 272)

Menurut O’Brien, J. A., & Marakas, G. M. , pengertian ERP adalah sebuah sistem perusahaan yang terdiri dari seluruh fungsi yang ada pada perusahaan yang dapat didorong oleh beberapa modul software yang terintegrasi untuk mendukung proses bisnis internal perusahaan.

James A. Hall (2011: 31)

Menurut James A. Hall, pengertian ERP adalah sebuah model sistem informasi yang dapat memungkinkan organisasi untuk melakukan otomatisasi dan mengintegrasikan seluruh proses bisnis utama.

Azhar Susanto (2004:20)

Menurut Azhar Susanto, pengertian ERP adalah sebuah paket software terintegrasi yang di ciptakan untuk mengintegrasikan secara lengkap untuk semua data yang terhubung dengan sistem informasi perusahaan.

Iwan Kurniawan Widjaya (2012:2)

Menurut Iwan Kurniawan, pengertian ERP adalah sebuah aplikasi terintegrasi yang membentuk kerangka untuk mengubah serta membantu proses pembangunan landasan sistem informasi pada suatu organisasi, baik itu terimplementasi dalam skala besar maupun bertahap.

Ellen Monk

Pengertian ERP menurut Ellen Monk adalah suatu sistem yagn dapat membantuk mengatur proses bisnsi seperti produksi, marketing, pembelian serta akuntansi pada sebuah kesatuan yang terintegrasi.

Daniel E. O’Leary

Pengertian ERP menurut Daniel E. O’Leary, definisi ERP adalah sebuah sistem yang memiliki basis komputer yang dirancang untuk memproses berbagai transaksi di dalam perusahaan dan memfasilitasis perencanaan yang terintegrasi dengan real time, produksi dan respon konsumen.

Baca juga | Apa itu HRD ? dan Syarat menjadi HRD Dalam Perusahaan

Manfaat ERP

Mengapa ERP dibutuhkan di dalam perusahaan ?

Menurut O’Brien, J. A., & Marakas, G. M. (2010: 273), sistem ERP memiliki beberapa keuntungan dan manfaat, yaitu :

1. Kualitas dan efisiensi

Enterprise Resource Planning bisa menciptakan kerangka kerja untuk mengintegrasikan dan meningkatkan proses bisnis pada internal perusahaan yang dapat memberikan peningkatan yang signifikan bagi perusahaan.

2. Mengurangi biaya

Penggunaan ERP dapat memberikan manfaat bagi perusahaan yaitu mengurangi biaya perusahaan terutama pada transaksi pengolahan biaya hardware, software dan staf IT Support.

3. Pengambilan keputusan

Dengan adanya sistem ERP dapat mempercepat pemberian laorana atau informasi penting terkait dengan kinerja bisnis pada manajer.

Hal ini dapat meningkatkan kemampuan para manajer untuk mengambil keputasan yang tepat dan baik.

4. Enterprise agility

Sistem ERP dapat memberikan fleksibilitas struktur perusahaan, tanggung jawab manajerial dan peran kerja sehingga perusahaan bisa memanfaatkan segala peluang bisnis baru secara maksimal.

Baca juga | Pengertian PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), Syarat dan Jenis-Jenis

Karakteristik ERP

Berikut beberapa karakteristik teknologi ERP :

Paket perangkat lunak yang didesain untuk lingkungan pelanggan pengguna server, apakah itu secara tradisional atau berbasis jaringan.

  • Menggabungkan sebagian besar dari proses bisnis.
  • Memproses sebagian besar transaksi perusahaan.
  • Menggunakan database perusahaan yang secara tipikal menyimpan setiap data sekali saja.
  • Memungkinkan akses data secara real time
  • Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan,

Kemudian terdapat tambahan karakteristik ERP, yaitu :

  • Mendukung sistem multimata uang dan juga bahasa, yang sangat di butuhkan oleh perusahaan multinasional.
  • Memungkinkan adanya penyesuaian untuk kebutuhan khusus perusahaan.
  • Terdapat kemampuaan untuk menyesuaikan tanpa pemrograman kembali.

Baca juga | Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Bagi Bisnis Kecil

Tingkatan Sistem ERP

Pada umumnya sistem ERP memiliki beberapa tingkatan bila dilihat berdasarkan ukuran dan kompleksitas perusahaan yang akan dilayani.

Berikut beberapa tingakatan sistem ERP secara umum :

1. ERP Tier I

Tingkatan ERP Tier I ini dapat mendukung perusahaan global yang besar serta dapat menanangani seluru permasalahan internasional yang dapat terkait dengan bahasa, mata uang, kode pos, alfabet, aturan akuntansi, dll.

2. ERP Government Tier I

Pada tingkatan ERP Government Tier I, sistem dapat mendukung agnesi pemerintah besasr atau sebagian besar federal dimana vendor yang berada pada tingkatan ini dapat mendukung akuntansi, pengadaan di dalam pemerintah serta Sumber Daya Manusia (SDM).

3. ERP Government Tier II

Pada tingkatan ini, pada umumnya ERP akan difokuskan pada pemerintahan negara bagian atau lokal di beberapa instansi.

4. ERP Tier III

Tingkatan ERP Tier III ini mendukung perusahaan dengan skala menengah dan sebagian besar menangani beberapa bahasa dan mata uang namun hanya pada satu alphabet.

5. ERP Tier IV

Sistem ERP Tier IV ini dirancang khusus untuk bisnis kecil atau mikro yang berfokus pada akuntansi dan sering dianggap bukan sebagai sistem ERP bagi profesiona IT.

Pengertian manajemen Risiko, Tahapan, Tujuan dan Jenis-Jenisnya

Contoh ERP

Penggunaan sistem ERP dapat mendukung proses bisnis sebuah perusahaan.

Berikut beberapa contoh modul utama sistem ERP untuk mengelola proses bisnis :

1. Sales Order Processing

Semua perusahaan komersial memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan dan sumber daya dari setiap penjualan.

Dengan adanya sistem ERP yang terdapat modul penjualan yang dapat menjalankan dan membantu penempatan pesanan, penjadwalan, pengiriman serta faktur atau invoice.

2. Purchasing

Di dalam sistem ERP terdapat modul pembelian yang bisa untuk mempercepat proses pembelian bahan baku serta perlengkapan lainnya yang dibutuhkan.

Dengan adanya sistem ERP tersebut dapat membantu otomatisasi proses indentifikasi calon pemasok, negoisasi harga, pembelian serta penagihan.

3. Production Planning

Salah satu hal didalam sistem ERP yang dapat membantu untuk merencanakan, memaksimalkan kapasitas produksi, suku cadang, komponen serta sumber daya material adalah modul produksi.

Semua pekerjaan tersebut dapat dilakukan oleh modul produksi karena adanya data historis produksi dan estimasi penjualan.

4. Financial Accounting

Adanya sistem akuntansi pada sistem ERP adalah pondasi dari seluruh sistem yang terdapat didalam ERP.

Pada modul ini, seluruh data keuangan dapat dikumpulkan dari berbagai bagian fungsional sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan.

5. Human Resources

Modul Human Resources yang terdapat didalam sistem ERP bisa membantu untuk mengelola SDM dan modal manusia.

Di dalam modul Human Resources ini secara periodik akan memeriksa kelengkapan basis data karyawan termasuk seluruh rincian informasi kontak, kelengkapan basis data karyawan, rincian gaji, evaluasi kinerja, dll.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian ERP Adalah, Manfaat, Karakteristik, Tingkatan dan Contoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *