pengertian investasi

Pengertian Investasi, Tujuan, Jenis-Jenis dan Risiko

Posted on

Pengertian investasi –  Menurut The American Heritage Dictionary of The English Languange, Istilah investasi (Investment) adalah kata benda yang berarti invest.

Menurut Cahyoni (2000: 5) Kata invest sendiri memiliki dua pengertian yaitu :

  1. Menempatkan (uang atau modal) untuk mendapatkan hasil atau bunga dengan cara membeli property, saham, obligasi, dll.
  2. Meluangkan atau memanfaatkan (waktu, uang dan tenaga) demi keuntungan atau manfaat di kemudian hari.

Pengertian investasi secara umum adalah kegiatan menanamkan modal di dalam suatu bidang tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau peningkatan nilai investasi.

Investasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara dan salah satu di antaranya melalui investasi saham.

Seseorang yang melakukan kegiatan investasi ini sering disubut dengan investor atau penanam modal.

Pengertian Investasi menurut para ahli

Berikut adalah beberapa pengertian investasi menurut para ahli :

Sunariyah (2003: 4)

Menurut Sunariyah, pengertian investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu panjang dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

Mulyadi

Menurut Mulyadi, pengertian investasi adalah terkait dengan sumber dana dalam jangka panjang untuk memperoleh keuntungan dimasa akan datang.

Sadono Sukirno

Menurut Sadono Sukirno, pengertian investasi adalah kegiatan pengeluaraan atau pembelanjaan investor untuk membeli barang-barang modal dan juga perlengkapan produksi dengan tujuan menambah kemampuan memproduksi barang atau jasa yang tersedia.

Henry Simamora

Menurut Henry Simamora, pengertian investasi adalah sebuah aktiva yang di pergunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kekayaan melalui distribusi investasi.

Tujuan Investasi

Pada umumnya tujuan perusahaan melakukan investasi adalah :

  • Untuk mengadakan pengawasan terhadap kebijakan atau aktivitas perusahaan.
  • Memperoleh pendapatan yang tepat dengan terus menerus
  • Membentuk sebuah dan dengan tujuan tertentu
  • Membina hubungan baik dengan perusahaan lain
  • Dll.

Investasi juga harus di kelola dan diatur agar tidak terjadi over invesment atau juga under investment.

Pengaturan modal agar efektif harus memperhatikan faktor-faktor berikut :

  • Adanya usul investasi
  • Penaksiran aliran kas
  • Evaluasi aliran kas
  • Memilih proyek sesuai dengan ukuran tertentu
  • Penilaian terus menerus terhadap proyek investasi

Jenis-Jenis Investasi

Investasi ini dapat dilakukan oleh seseorang atau sebuah entitas yang memiliki kelebihan dan atau uang.

Menurut Sunariyah (2004: 4), investasi terdiri dari dua bagian utama, yaitu

1. Investasi aktiva riil (Real Asset)

Jenis investasi ini berupa aktiva yang berwujud seperti emas, perak, intan, barang-barang seni, property, dll.

2. Investasi dalam bentuk surat berharga (Financial Asset)

Financial asset merupakan surat berharga yang menjadi dasar klaim atas aktiva riil yang dikuasai entitas.

Terdapat 2 (dua) cara untuk melakukan investasi financial asset di dalam sebuah entitas, yaitu :

a. Investasi langsung (indirect Invesment)

Investasi ini berupa pembelian langsung aktiva keuangan yang dapat di perjual belikan (money market), pasar modal (capital market) dan pasar turunan (derivative market).

Pasar uang bersifat jangka pendek karena aktiva yang dapat di perjual belikan di pasar uang berbentuk aktiva yang memiliki risiko kegagalan sangat kecil.

Contoh investasi pada jenis ini adalah sertifikat deposito yang dapat di jual kembali.

Berbeda hal halny adengan pasar uang, pada pasar modal sangat cocok untuk investasi yang bersifat jangka panjang.

Hal yang diperjual belikan di pasar modal adalah akitiva keuangan berbentuk surat berharga pendapatan tetap (fixed-income Securities) dan saham (securities).

b. Investasi tidak langsung.

Investasi tidak langsung di lakukan dengan membeli surat-surat berharga dari perusahaan investasi (Investment Company) yang berfungsi sebagai perantara.

Baca juga | Pengertian Laporan Keuangan, Tujuan, Pengguna dan Karakteristik

Jenis-Jenis Investor

Investor merupakan sebutan bagi seseorang atau lembaga yang melakukan investasi.

Jenis investor dapat dibedakan berdasarkan dari kemampuan menerima informasi dan berdasarkan risiko yang diterima.

1. Berdasarkan kemampuan untuk menerima informasi

Bila dilihat berdasarkan dari kemampuan menerima informasi maka jenis investor dapat dibagi menjadi :

  1. Shophisticated Investor : investor yang pandai dalam menerima, menganalisa, dan mengintreprestasikan informasi yang diterima.
  2. Naive Investor : Investor yang kurang memiliki kemampuan untuk menerima, menganalisa, dan mengintreprestasikan informasi yang diterima.

1. Berdasarkan Risiko yang diterima.

Apabila dilihat dari risiko yang diterima maka investor dapat terbagi menjadi :

a. Risk Seeker

Jenis investor Risk Seeker sangat suka untuk mengambil risiko terutama ketika investor di hadapkan pada dua pilihan investasi yang memberikan keuntungan dan risiko yang berbeda.

Jenis investor ini akan lebih suka memilih jenis investasi yang memiliki risiko besar dengan keuntungan yang besar.

b. Risk Averter 

Jenis investor yang tidak menyukai risiko dan lebih memiliki kecenderungan untuk menghindari risiko investasi.

Investor jenis ini akan memilih jenis investasi yang memiliki risiko terkecil dengan tingkat keuntungan yang sama.

c. Risk Netrality

Jenis investor ini merupakan investor yang netral terhadap risiko yang berarti investor akan meminta kenaikan tingkat keuntungan yang sama di setiap kenaikan risiko.

Baca juga | Pengertian Profitabilitas, Tujuan, Manfaat dan Jenis-Jenis

Risiko Investasi

Pada saat melakukan invesatasi maka seorang investor akan selalu menghadapi risiko yang disering di sebut dengan risiko investasi.

Oleh sebab itu, pada saat melakukan investasi maka seorang investor harus mempertimbangkan berbagai risiko yang akan dihadapi.

Menurut Reilly (2003: 15), terdapat beberapa jenis risiko yang akan dihadapi oleh seorang investor pada saat melakukan kegiatan investasi, di antaranya :

1. Bussiness Risk

Bussiness Risk adalah kemungkinan terjadinya kerugian yang di derita perusahaan karena keuntungan yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan.

2. Financial RIsk.

Risiko ini dapat di timbulkan dari cara perusahaan membiayai operasionalmnya contohnya penggunaan utang dalam membeli aset perusahaan.

3. Liquidity Risk

Risiko ini dapat disebabkan oleh adanya ketidakpastian yang timbul ketika sekuritas berada dipasar sekunder.

4. Exchange Risk

Risiko ini sangat terkait dengan fluktuasi nilai tukar mata uang dimestik dengan nilai mata uang negaranya.

5. Country Risk

Risiko ini masih berhubungan dengan kestabilan politik serta kondisi perekonomian suatu negara.

Baca juga | Pengertian Saham, Jenis-Jenis dan Risiko Saham

Proses Investasi

Menurut Tandelilin (2010), proses investasi terdiri dari pemahaman dasar keputusan dan bagaiman mengkoordinasi kegiatan dalam proses keputusan investasi.

Proses keputusan investasi merupakan proses keputusah yang berkesinambungan (Going Process).

Di dalam proses keputusan investasi terdiri dari lima tahapan yang dapat berjalan secara terus menerus hingga mencapai keputusan investasi terbaik.

Berikut beberapa proses keputusan investasi :

1. Penentuan tujuan investasi

Tujuan investasi setiap investor dapat berbeda-beda tergantung kepada investor yang membuat keputusan tersebut.

Pada umumnya, investor menyukai investasi pada sekuritas yang mudah untuk di perjualbelikan atau pada penyaluran kredit yang berisiko namun memberikan harapan return yang tinggi.

2. Penentuan kebijakan investasi

Pada proses ini akan ditentukan keputusan alokasi aset (Asset Allocation Decision).

Penentuan ini terkait dengan pendistribusian dana yang di miliki pada berbagai kelas aset yang tersedia seperti saham, sekuritas luar negeri, obligasi.

2. Pemilihan Startegi portofolio

Pemilihan strategi portofolio harus harus konsisten dengan dua tahapan sebelumnya.

Terdapat dua strategi portofolio yang dapat di pilih yaitu startegi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif.

Startegi portofolio aktif terdiri dari tidakan penggunaan informasi yang tersedia dan teknik peramalan secara aktif untuk mendapatkan kombinasi portofolio yang tepat.

Sedangkan startegi portofolio pasif terdiri dari kegiatan informasi yang terdapat pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar.

4. Pemilihan Aset

Pada proses selanjutnya adalah pemilihan aset yang akan di masukkan kedalam portofolio.

Pada tahapan proses ini diperlukan pengevaluasian setiap sekuritas yang akan dimasukkan kedalam portofolio.

Tujuannya adalah mencari kombinasi portofolio yang efektif dan efisien sehingga portofolio yang menawarkan return tertinggi dengan tingkat resiko terendah.

5. Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio

Bila pada tahapan pengukuran dan pengevaluasian kinerja portofolio hasil yang diperoleh kurang baik maka proses keputusan investasi harus dimulai kembali dari tahap pertama demikian juga seterusnya hingga diperoleh hasil yang maksimal.

Demikianlah pembahasan Pengertian investasi, Tujuan, Jenis-Jenis dan Risiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *