pengertian jurnal penyesuaian

Pengertian Jurnal Penyesuaian Adalah, Tujuan, Fungsi dan Jenis-Jenis

Posted on

Pengertian Jurnal Penyesuaian – Salah satu tujuan didirikan perusahaan adalah mencapai pertumbuhan yang positif dan mencapai tujuan yang ditentukan.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka perusahaan harus memiliki sistem cash flow yang baik dan juga rapi.

Agar perusahaan dapat mengetahui cash flow maka perusahaan haruslah memiliki pembukuan yang rapi dan cukup baik.

Hal ini juga dapat bermanfaat bagi perusahaan karena dengan sistem pembukuan yang rapi dapat meningkatkan investasi perusahaan.

Salah satu Poin penting yang harus diperhatikan didalam pembukuan perusahaan adalah jurnal penyesuaian.

Baca juga | Pengertian Akuntansi Keuangan, Fungsi dan Tujuan Akuntansi Keuangan

Pengertian Jurnal penyesuaian

Pengertian jurnal penyesuaian secara umum adalah jurnal yang dipakai untuk menyesuaikan nilai yang ada di dalam neraca saldo.

Neraca saldo tersebut merupakan akumulasi neraca awal dan transaksi pada akhir periode akuntansi.

Selain itu, jurnal penyesuaian dapat diartikan sebagai jurnal yang di buat di dalam proses pencatatan perubahan saldo didalam akun sehingga dapat menggambarkan jumlah yang sebenarnya.

Baca juga | Pengertian Sistem Akuntansi Adalah, Tujuan dan Unsur-Unsur

Tujuan Jurnal Penyesuaian

Berdasarkan dari pengertian jurnal penyesuaian diatas maka dapat disimpulkan bahwa jurnal penyesuaian memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah :

  • Menetapkan saldo pada catatan buku besar di akhir periode yang selanjutnya digunakan untuk menghitung pendapatan serta beban pada periode tersebut.
  • Memastikan bahwa akun yang bersifat campuran menjadi 2 (jenis) yaitu akun riil dan akun nominal.
  • Memperlihatkan jumlah sebenarnya akun riil terutama aktiva dan utang di dalam neraca di akhir periode.
  • Memperlihatkan jumlah uang yang sudah menjadi pendapatan dan beban pada akhir periode terkait.
  • Menghindari adanya kesalahan pada periode tersebut dengan menggunakan pos antisipasi.
  • Menjaga agar tetap konsisten sesuai dengan ketetapan pedoman akuntansi terkait dengan pos transitoris.

Fungsi Jurnal Penyesuaian

Secara umum, fungsi jurnal penyesuaian adalah :

  • Memutuskan jumlah saldo catatan buku besar pada akhir periode agar sama dengan saldo yang sebenarnya.
  • Menghitung jumlah pendapatan dan beban pada periode yang terkait.

Jenis-Jenis Jurnal Penyesuaian

Berikut adalah macam-macam jenis jurnal penyesuaian :

a. Beban Dibayar Di Muka (Prepaid Expenses)

Jurnal penyesuaian beban dibayar dimuka adalah beban yang sebenarnya harus dibayarkan setiap bulan akan tetapi harus langsung dibayarkan sekaligus setahun atau beberapa tahun.

Bila ditemukan jenis beban yang harus dibayarkan pada periode mendatang maka harus tetap dihitung sebagai beban pada periode bersangkutan.

b. Beban Penyusutan (Depreciation)

Bila terdapat penyusutan nilai peralatan maka harus dicatat sebagai beban depresiasi atau beban penyusutan oleh perusahaan seperti bangunan, kendaraan serta benda-benda fisik lainnya.

c. Beban Terhutang (Accrued Expense)

Beban terhutan adalah kewajiban yang berasal dari beban yang sudah diakui atau telah terjadi pada perusahaan namun belum dibayarkan seperti gaji karyawan.

d. Pendapatan Belum Diterima (Accrued Revenue)

Salah satu jenis pendapatan yang sudah didapatkan namun masih belum dicatat atau diterma pada rekening dapat dikatakan sebagai pendapatan belum diterima.

Oleh sebab itu disetiap periode harus dibuatkan jurnal penyesuaian untuk mencapatkan pendapatan tersebut.

e. Pendapatan diterima Dimuka (Unearned Revenue)

Masih banyak orang yang belum familiar dengan istilah unearned Revenue tapi secara garis besarnya istilah ini dapat terkait dengan pendapatan diterima dimuka.

Contohnya adalah perusahaan telah menerima uang sedang jasa layanan yang dtawarkan tersebut belum diterima oleh konsumen.

Baca juga | Pengertian Siklus Akuntansi dan Tahapan Siklus Akuntansi

Waktu Pembuatan Jurnal Penyesuaian

Pada dasarnya, sebuah perusahaan tidak harus membuat jurnal penyesuaian namun pada kondisi tertentu mengharuskan perusahaan harys membuatnya.

Berikut beberapa kondisi dan situasi perusahaan harus membuat jurnal penyesuaian :

1. Sudah terjadi transaki namun belum dicatat.

Bila sebuah perusahaan telah melakukan sebuah transaksi namun belum dicatat atau dibayarkan maka perusahaan harus membuat jurnal penyesuaian.

Contoh :

Bila perusahaan memperoleh pendapatan atau pemasukan yang diterima maka perusahaan harus membuatkan jurnal penyesuaian atau juga terdapat penyusutan akitva tetap.

Aktiva tetap adalah aktiva yang penggunaannya lebih dari satu periode akuntansi.

2. Transaksi yang tercatat namun tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

Hal ini dapat terjadi pada trnasksi ketika terdapat beban perusahaan dibayar dimuka.

Walau hal ini dapat dikatakan sebagai harta namun pada kenyataannya hal ini adalah beban karena beban adalah akitva lancar.

Hal ini juga dapat terjadi pada pemakaian perlengkapan kantor yang masuk menjadi harta namun dilain pihak hal ini adalah beban.

Dengan kondisi ini maka perusahaan harus membuat jurnal penyesuaian.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Jurnal Penyesuaian Adalah, Tujuan, Fungsi dan Jenis-Jenis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *