pengertian kartel

Pengertian Kartel Adalah, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan

Posted on

Pengertian Kartel – Persaingan usaha merupakan hal yang baik bagi masyarakat dan juga bagi perkembangan ekonomi suatu negara dengan berbagai alasannya.

Salah satunya adalah mendorong turunnya harga barang atau jasa sehingga dapat menguntungkan konsumen.

Selain itu, persaingan usaha juga dapat meningkatkan efisiensi produksi, alokasi dan juga mendorong para pelaku usaha untuk melakukan inovasi baik dari segi infrastruktur maupun produk untuk memenangkan persaingan.

Namun juga, persaingan usaha dapat merugikan produsen karena mereka harus menurunkan harga untuk meningkatkan penjualan.

Agar pelaku usaha dapat tetap mendapatkan keuntungan maka mereka melakukan kesepakatan dengan membentuk sebuah kartel.

Baca juga | Pengertian Perjanjian Adalah, Syarat dan Unsur-Unsur

Pengertian Kartel

Istilah kartel merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris yaitu “cartel” dan dalam bahasa belanda yaitu “kartel“.

Kartel ini juga sering dikatakan sebagai syndicate yaitu suatu kesepakatan beberapa perusahan yang sejenis untuk mengatur dan mengendalikan berbagai hal seperti harga, wilayah pemasaran dan sebagainya.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi persaingan dan persaingan usaha di dalam pasar untuk meraih keuntungan.

Menurut Winardi, pengertian kartel adalah gabungan atau persetujuan antara pengusaha secara yuridis dan ekonomis berdiri sendiri.

Secara umum, pengertian kartel adalah kerjasama sejumlah perusahaan yang bersaing untuk melakukan koordinasi kegiatannya sehingga dapat mengendalikan jumlah produksi dan harga barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan diatas keuntungan yang wajar.

Kartel akan memaksa konsumen membayar lebih mahal baik itu barang mewah atau barang-barang yang umum di gunakan atau dibutuhkan.

Hal ini dapat merugikan perekonomian negara karena para pelaku usaha yang tergabung didalam kartel sepakat untuk melakukan kegiatan yang terkait dengan pengendalian harga.

Kartel akan menggunakan berbagai cara untuk melakukan koordinasi kegiatan mereka seperti pengaturan produksi, penetapan harga secara horizontal, pembagian wilayah, pembagian pangsa pasar atau pembagian konsumen secara non teritorial.

Tujuan Kartel

Terbentuknya kartel memiliki tujuan untuk mengurangi atau bahkan meniadakan persainggan dengan menciptakan keseragaman harga, pembagian wilayah pasar, jumlah produksi, dll.

Tujuan kartel ini dapat tercapai dengan cara melakukan perjanjian atau kesepakatan antara perusahaan atau badan usaha sejnis untuk mengendalikan berbagai hal dengan tujuan untuk mengurangi persaingan dan mendapatkan keuntungan.

Baca juga | Pengertian Perusahaan Dagang, Jenis, Karakteristik dan Kegiatan

Karakteristik / Ciri-Ciri Kartel

Secara umum, kartel memiliki beberapa karakterisitik atau ciri-ciri di antaranya adalah :

  • Adanya konspirasi antara beberapa pelaku
  • Terdapat keterlibatan senior eksekutif dari perusahaan yang terlibat didalam kartel.
  • Pada umumnya menggunakan asosiasi atau organisasi untuk menutupi kegiatan mereka.
  • Melakukan penetapan harga (price fixed) dengan tujuan agar penetapan harga dapat berjalan dengan efektif sehingga diikuti dengan alokasi konsumen atau pembagian wilayah.
  • Terdapat ancaman atau sangsi untuk setiap anggota yang melanggar perjanjian kartel.
  • Ada pendistribusian informasi kepada seluruh anggota kartel bahkan terdapat kemungkinan adanya audit dengan menggunakan data laporan produksi dan pejualan pada periode tertentu.
  • Terdapat mekanisme kompensasi dari anggota yang produksi lebih besar atau melebih kuota mereka yang produksinya kecil atau mereka diminta untuk menghentikan produksi.

Baca juga | Pengertian Pasar Monopoli, Ciri-ciri, Kelebihan Dan Kekurangan

Syarat Kartel

Terjadinya kartel harus memenuhi beberapa persyaratan agar dapat berjalan dengan efektif, yaitu :

a. Jumlah pelaku

Dengan semakin banyaknya pelaku usaha di dalam pasar maka akan sulit untuk membentuk kartel.

Hal ini dikarenakan kartel akan sangat mudah dibentuk bila jumlah pelaku usaha masih sedikit atau pasar yang terkonsentrasi.

b. Sifat produk di pasar adalah homogen

Bila sifat produk yang ada dipasaran bersifat homogen maka akan lebih mudah untuk mencapai kesepakatan terkait harga.

c. Elastisitas terhadap permintaan barang

Bila permintaan barang tidak berfluktuatif maka kartel dapat mudah terbentuk.

Begitupun sebaliknya bila barang sangat fluktuatif maka akan sulit tercapai kesepakatan baik itu terkait dengan harga ataupun jumlah produksi.

d. Pencegahan masuknya pelaku usaha kedalam pasar
e. Tindakan yang dilakukan anggota kartel sangat mudah diamati

Hal ini karena terdapat kecenderungan anggotanya dapat melakukan kecurangan karena jumlah pelaku tidak banyak sehingga mudah untuk diawasi.

f. Penyesuaian terhadap perubahan pasar dapat cepat dilakukan.

Suatu kartel sangat memerlukan komitmen dari setiap anggotanya untuk menjalankan kesepakatan sesuai dengan pemintaan atau penawaran dipasar.

Kartel akan berjalan dengan efektif bila dapat cepat melakukan respon terhadap kondisi pasar dan membuat kesepakatan yang baru bila dibutuhkan.

g. Investasi sangat besar

Bila suatu perusahaan akan masuk kedalam pasar maka membutuhkan investasi yang sangat besar dan hal ini menyebabkan tidak banyaknya pelaku usaha untuk masuk kedalam pasar.

Oleh sebab itu, para pelaku usaha melakukan kartel karena hal ini sangat mudah untuk dilakukan.

Baca juga | Pengertian Industri Adalah dan Jenis-Jenis Industri

Kelebihan dan Kekurangan Kartel

Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan bila pelaku usaha menjalankan sistem kartel, yaitu :

Keuntungan

Penerapan sistem kartel terdapat beberapa keuntungan yaitu :

  • Monopoli kartel didalam pasar dapat membuat posisinya menjadi baik dalam menghadapi persiangan pasar.
  • Risiko penjualan barang yang diproduksi dan risiko kapital anggota kartel dapat dikurangi karena produksi atau
  • penjualan telah teratur dan terjamin jumlahnya.
  • Kartel dapat menjalankan rasionalisasi agar sehingga membuat harga barang yang dijual menurun.

Kelemahan

Berikut adalah beberapa kelemahan dari kartel, yaitu :

  • Persaingan kartel dapat terjadi pada anggota kartel
  • Penerapan kartel dapat merugikan perekonomian secara luas karena dapat para anggota dapat meningkatkan harga.
  • Peraturan yang dibuat oleh anggota kartel dengan sangsi maka akan membuat kebebasan anggota yang tergabung.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Kartel Adalah, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *