pengertian kas kecil

Pengertian Kas Kecil, Tujuan, Karakteristik dan Metode Pencatatan

Posted on

Secara umum, pengertian kas kecil adalah uang kas yang di siapkan untuk melakukan pembayaran sejumlah pengeluaran yang nilainya relatif kecil dan tidak ekonomis jika dibayarkan dengan menggunakan cek.

Biasanya uang kas kecil ini akan disimpan dalam kas (Cash Box) dan uang kas ini akan dikelola oleh kasir.

Kasir akan bertanggung jawab atas semua pengeluaran atau penggunaan uang kas kecil ini .

Hal ini dilakukan agar penggunaan yang kas dapat dikelola dengan baik dan menghindari terjadinya segala bentuk penyelewangan.

Pengertian Kas Kecil Menurut Para Ahli

kas kecil

Berikut beberapa pengertian kas kecil menurut para ahli, yaitu :

Suharli (2006: 176)

Menurut Suharli, Pengertian kas kecil adalah sistem yang memiliki fungsi untuk membayar pengeluaran yang berjumlah relatif kecil dan dalam frekuensi yang sering.

Henry Simamora

Menurut Henry Simamora, pengertian kas kecil adalah dana kas yang digunakan untuk membayar pengeluaran yang bernilai relatif kecil.

Kusnadi

Menurut Kusnadi, pengertina kas kecil adalah dana untuk pembayaran yang tidak memakai cek sebagai alat pembayaran melainkan menggunakan uang tunai.

Soemarsono

Menurut Soemarsono, pengertian kas kecil adalah sejumlah uang tunai yang di sisihkan perusahaan serta dipakai untuk pengeluaran yang jumlahnya tidak besar dan pengeluaran lainnya yang dilakukan oleh bank.

Zaki Baridwan

Menurut Zaki Baridwan, pengertian kas kecil adalah uang kas perusahaan yang khusus dan memiliki fungsi untuk membayar pengeluaran yang bernominal kecil dan juga pengeluaran tidak ekonomis bila menggunakan cek.

Johar Arifin

Menurut Johar Arifin, pengertian kas kecil adalah dana yang disisihkan perusahaan untuk membiayai pengeluaran yang relatif kecil (jumlahnya tidak besar).

Baca juga | Pengertian Piutang Adalah, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis

Fungsi Kas Kecil

Fungsi Kas Kecil

Fungsi kas kecil paling utama adalah untuk menunjang efektivitas kegiatan operasional perusahaan karena akan menjadi tidak efektif bila pengeluaran kecil harus menggunakan cek dari bank.

Tujuan kas kecil dibentuk adalah sebagai berikut :

  • Mengatasi permasalahan perlengkapan kantor yang dialami di dalam perusahaan.
  • Menghindari sistem pembayaran yang tidak praktis atas pengeluaran yang relatif kecil dan mendadak.
  • Meringankan beban karyawan yang memberikan pelayanan keada pelanggan atau relasi bisnis.
  • Mempercepat kegiatan atasan untuk memakai uang secara cepat dan tidak terencana.

Karakteristik Kas kecil

Kas kecil memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri, diantaranya adalah :

  • Jumlah kas kecil biasanya di batasi dan tidak lebih dari jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh perusahaan.
  • Di gunakan untuk membayar transaksi yang bernominal kecil dab bersifat rutin.
  • Kas kecil biasanya akan disimpan ditempat kecil yang biasa disebut dengan Cash Box atau didalam amplop.
  • Uang kas kecil akan dipegang dan dikelola oleh kasir atau petugas keuangan.

Baca juga | Pengertian Siklus Akuntansi dan Tahapan Siklus Akuntansi

Metode Pencatatan Kas Kecil

Metode Pencatatan Kas Kecil

Terdapat 2 (dua) jenis metode pencatatan kas kecil, yaitu :

a. Metode Dana Tetap (Imprest Fund System)

Pencatatan kas kecil dengan metode dana tetap adalah jumlah dana kas yang selalu tetap dimana besarnya penggantian pengeluaran akan selalu dilakukan sehingga saldo kas kecil akan selalu tetap.

Cara untuk mengetahui sisa uang dalam kas kecil maka petugas kas kecil harus dapat membuat catatan transaksi yang dilakukan.

Namun dalam metode dana tetap ini, petugas tidak akan memasukkan penggunaan dana tersebut kedalam jurnal.

Buku catatan kas kecil ini merupakan catatan internal yang dimiliki oleh petugas dan tidak dapat dijadikan sebagai panduan dasar dalam pencatatan buku besar.

b. Metode Berubah-ubah (Fluctuating Fund System)

Dalam metode pencatatan kas kecil fluktuatif, jumlah kas kecil akan selalu berubah-ubah menyesuaikan dengan kebutuhan.

Pemakaian kas kecil akan dicatat kedalam bentuk jurnal formal sehingga buku kas kecil ini dapat dijadikan dasar pencatatan dalam buku besar.

Baca juga | Pengertian Aset, Karakteristik, Jenis-Jenis dan Penggunaan Aset

Selisih Kas Kecil

Selisih Kas Kecil

Pada saat akhir periode, pengelola kas kecil harus dapat mempertanggungjawabkan seluruh pengeluaran uang kas kecil.

Selain itu, harus dilakukan pemeriksaaan terhadap buku kas kecil yang dilampiri dengan bukti transaksi pengeluaran dan juga disertai dengan perhitungan fisik uang kas kecil.

Pemeriksaan dan perhitungan ini harus dilakukan atau disaksikan oleh dua orang atau lebih kemudian di buatkan berita acara.

Bila antara perhitungan fisik lebih besar dibandingkan dengan kas maka disebut dengan selisih kas lebih (Cash Overage) sedangkan bila menurut fisik uang kas kecil lebih rendah dari catatan maka hal itu disebut dengan (Cash Shortage).

Selisih kas kecil ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya :

  • Jumlah uang yang diterima atau dikeluarkan lebih besar atau lebih kecil dibandingkan
  • jumlah yang seharurnya dicatat akibat adanya pecahan kecil.
  • Kehilangan karena terjadi kekeliruan atas transaksi pertukaran seperti memberikan uang kembalian.
  • Adanya uang palsu di dalam kas.
  • Terjadi kesalahan pencatatan didalam jurnal.
  • Dll.

Kesimpulan

Pada dasarnya, kas kecil hanyalah pilihan bagi perusahaan yang berarti dapat dilakukan dan juga tidak dilakukan tergantung pada kebutuhan perusahaan tersebut.

Hal yang paling penting bagi perusahaan adalah mereka harus membuat laporan keuangan dengan cepat dan mudah.

Walaupun hanya sebagai opsional bagi perusahaan, namun kas kecil ini dapat membantu dan mempermudah perusahaan dalam menjalan operasional perusahaan.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Kas Kecil, Tujuan, Karakteristik dan Metode Pencatatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *