Pengertian Kebijakan Fiskal

Pengertian Kebijakan Fiskal Adalah, Tujuan, Fungsi dan Jenis

Posted on

Pengertian Kebijakan Fiskal – Kebijakan fiskal adalah salah satu kebijakan ekonomi makro yang otoritas utama ditangan pemerintah serta diwakili oleh kementerian Keuangan.

Hal ini diatur didalam UU No. 17 Tahun 2003 terkait dengan keuangan negara yang menyebutkan bahwa presiden memberikan kuasa pengelolaan keuangan dan kekayaan negara kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal dan wakil pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan.

Pengertian Kebijakan Fiskal Menurut Para Ahli

Secara umum, pengertian kebijakan fiskal adalah kebijakan penyesuaian dalam bidang pengeluaran dan penerimaan pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi.

Selain itu, kebijakan fiskal dapat diartikan sebagai sebuah kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaraan pemerintah.

Berikut beberapa pengertian kebijakan fiskal menurut para ahli :

Zaini Ibrahim

Menurut Zaini Ibrahim, pengertian kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah yang terkait dengan pengaturan kinerja ekonomi melalui mekanisme penerimaan dan pengeluaran pemerintah.

Kebijaksanaan fiskal sangat terkait dengan pengaturan pemerintah dan juga perpajakan yang secara langusng bisa mempengaruhi permintaan total sehingga dapat mempengaruhi harga.

Tingkatan inflasi ini bisa dicegah dengan cara penurunan pemerintaan total.

Rozalinda

Menurut Rozalinda, pengertian kebijaksanaan fiskal adalah kebijakan pemerintah untuk mengatur semua pendapatan serta pengeluaran negara yang di gunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sadono Sukirno

Pengertian kebijakan fiskal Menurut Sadono Sukirno merupakan cara pemerintah untuk mengubah sistem pajak atau didalam pembelanjaan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi.

Baca juga | Pengertian Ekonomi Makro, Tujuan, Ruang Lingkup dan Masalah

Tujuan Kebijakan Fiskal

Secara umum, kebijakan fiskal memiliki tujuan untuk mempengaruhi jumlah total pengeluaran masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan jumlah semua produksi masyarakat, banyak kesempatan kerja dan pengagguran, tingkat harga umum dan inflasi serta menstabilkan perekonomian dengan mempengaruhi tingkat bunga serta jumlah uang beredar.

Menurut John F. Due, terdapat beberapa tujuan dari kebijakan fiskal ,yaitu:

  • Meningkatkan produksi nasional (PDB) dan pertumbuhan ekonomi atau memperbaiki keadaan ekonomi.
  • Memperluas lapangan kerja dan mengurangi pengangguran atau mengusahakan kesempatan kerja (mengurangi pengangguran), dan menjaga kestabilan hargaharga secara umum.
  • Menstabilkan harga-harga barang secara umum, khususnya mengatasi inflasi.

Baca juga | Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Dan Indikator Pertumbuhan Ekonomi

Fungsi Kebijakan Fiskal

Berikut beberapa tujuan dari kebijakan fiskal diantaranya adalah :

  • Mengkoreksi atas ketidakseimbangan sementara
  • Stimulasi terhadap pertumbuhan ekonomi
  • Retribusi pendapatan

Jenis Kebijakan Fiskal

Secara umum, kebijakan fiskal dapat dibagi menjadi 2 (dua) :

1. Kebijakan fiskal ekspansif (expansionary fiscal policy)

Pengertian Kebijakan fiskal ekspansif merupakan kebijakan untuk menaikkan belanja negara dan menurunkan tingkat pajak netto.

Kebijakan ini dapat digunakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan dilakukan pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi serta pengangguran tinggi.

2. kebijakan fiskal kontraktif

Pengertian kebijakan fiskal kontraktif adalah sebuah kebijakan dengan menurunkan belanja negara dan meningkatkan tingkat pajak.

Tujuan ini bertujuan untuk menurunkan daya beli masyarakat dan mengatasi inflasi.

Secara teoritis, Kebijakan fiskal dapat dibagi menjadi 4 (empat) jenis :

Pembiayaan fungsional (The functional finanace)

The functional finanace adalah sebuah kebijakan untuk mengatur pengeluaran pemerintah dengan melihat semua dampak yang tidak langsung pada pendapatan nasional dengan tujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja.

Pendekatan anggaran terkendali (the managed budget approach)

Pendekatan anggaran terkendali merupakan kebijakan untuk mengatur pengeluaran pemerintah, perpajakan dan pinjaman untuk mencapai stabilitas perekonomian yang baik.

Didalam kebijakan ini, hubungan langsung antara pengeluaran pemerintah dan penarikan pajak akan selalu dijaga.

Kemudian untuk menghindarkan dan memperkecil ketidakstabilan ekonomi selalu diadakan penyesuaian dalam anggaran.

Stabilitas anggaran (the stabilizating budget)

Stabilitas anggaran adalah kebijakan yang mengatur pengeluaran pemerintah dengan melihat besarnya biaya dan manfaat dari berbagai program.

Tujuan kebijakan ini adalah untuk menghemat pengeluaraan pemerintah.

Pendekatan anggaran belanja berimbang (balance budget approach)

Pendekatan anggaran belanja berimbang adalah kebijakan anggaran yang menyusun pengeluaraan sama besar dengan penerimaan.

Selain itu juga untuk mencapai anggaran berimbang jangka panjang.

Baca juga | Pengertian Permintaan, Jenis-Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi

Indikator Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal dapat terdiri dari perubahan pengeluaran pemerintah atau perpajakan dengan tujuan mempengaruhi jumlah dan susunan permintaan agregat (khususnya permintaan swasta).

Indikator yang biasa di gunakan (walau terkadang menyesatkan), kebijakan fiskal ini adalah budget defisit yaitu selisih antara pengeluaran pemerintah (dan juga pembayaran transfer) dengan penerimaan (paling utama adalah pajak).

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Kebijakan Fiskal Adalah, Tujuan, Fungsi dan Jenis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *