pengertian kepemimpinan

Pengertian Kepemimpinan, Fungsi, Unsur, Teori dan Gaya Kepemimpinan

Posted on

Pengertian kepemimpinan (Leadership) – Kata kepemimpinan berasal dari dari kata dasar “pimpin” yang memiliki arti bimbing atau tuntun.

Berdasarkan dari penjelasan tersebut maka pengertian pemimpin adalah orang yang berfungsi memimpin atau membimbing.

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

pengertian kepimpinan menurut para ahli

Berikut beberapa pengertian kepemimpinan menurut para ahli :

Sudarwan Danim (2004: 56)

Pengertian kepemimpinan menurut Sudarwan Danim adalah perbuatan yang di lakukan individu atau kelompok untuk melakukan koordinasi dan memberi arahan kepada individu atau kelompok yang tergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Martinis Yamin dan Maisah (2010 : 74)

Menurut Martinis Yamin dan Maisah, pengertiah kepemimpinan adalah sebuah proses untuk mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.George R. Terry

George R. Terry

Menurut George R. Terry, pengertian kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang agar diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi.

A. Dale Timple (2000: 58)

Menurut A. Dale Timple, pengertian kepemimpinan adalah proses pengaruh sosial di mana manajer mencari keikutsertaan secara sukararela dari bawahan dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi.

Siagian (1986)

Menurut Siagian, Kepemimpinan adalah motor penggerak dari semua sumber daya dan alat yang ada didalam perusahaan atau organisasi.

Terry (1986)

Menurut Terry, pengertian kepemimpinan adalah hubungan antara seorang pemimpin dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerjasama secara sasdar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang di inginkan.

Suprayogo (2010)

Menurut Suprayogo, pengertian kepemimpinan adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mempengaruhi seseorang atau kelompok orang untuk bekerja sama tanpa adanya paksaan untuk mencapai tujuan organisasi.

Berdasarkan dari beberapa pengertian kepemimpinan menurut para ahli diatas makan dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan atau upaya seseorang dalam menggerakkan seseorang atau kelompok untuk bekerja sama menjalankan tugas yang telah diberikan.

Dan mampu mendorong orang atau karyawan untuk berbuat hal positif dan mengurangi perlikau negatif agar mampu meningkatkan dan memanfaatkan potensi yang ada dalam sebuah organisasi untuk mencapai tujuan.

Baca juga | 5 Perbedaan Manajer Dan Leader Dalam Manajemen

Unsur-Unsur Kepemimpinan

Unsur unsur kepemimpinan

Menurut Said, unsur-unsur dalam kepemimpinan terdiri dari :

1. Proses memberikan arahan.

Dalam kepemimpinan, seorang pemimpin harus mampu membangun interaksi antara dirinya dengan bawahannya.
Dengan interaksi yang efektif maka secara otomatis arahan yang diberikan akan berjalan secara efektif.

2. Memberi Motivasi

Motivasi merupakan hal penting dalam mendorong seseorang untuk melakukan pekerjaan.

Dalam hal ini, seorang pemimpin harus dapat memberikan kesadaran diri pada bawahannya atau anggotanya bahwa bekerja merupakan sebuah kebutuhan.

Hal yang harus dilakukan seorang pemimpin untuk memotivasi bawahannya adalah meningkatkan etos kerja, kualitas kerja, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, memotivasi karyawannya untuk menjaga kejujuran.

Dengan memberikan motivasi secara terus menerus kepada bawahan maka akan menumbuhkan rasa memiliki pada diri bawahan.

3. Menciptakan rasa percaya diri

Menciptakan dan mengembangkan rasa percaya diri adalah dasar kemampuan dalam kepemimpinan.

Meningkatkan rasa percaya diri sangatlah penting karena dengan rasa percaya diri ini dapat menumbuhkan keyakinan pada kemampuan diri sendiri didalam menjalankan tugas.

Untuk meningatkan rasa percaya diri, pemimpin harus mengembangkan sikap profesionalisme dalam mengendalikan organisasi.

4. Mempengaruhi dan menggerakkan

Seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi seluruh anggota tim dalam melaksanakan hal-hal yang positif dan dapat membantu perusahaan.

Selain harus mempengaruhi, seorang pemimpin harus mampu menggerakkan seluruh anggota tim untuk melakukan perubahan yang positif didalam perusahaan.

Seorang pemimpin yang efektif akan selalu dapat mengilhami, mempengaruhi serta memotivasi orang lain dan menjadi ujung tombak untuk menggerakkan perubahaan yang bermanfaat.

Baca juga | Tugas Manajer Dan Tanggung Jawab Dalam Perusahaan

Fungsi Kepemimpinan

fungsi kepemimpinan

Fungsi kepemimpinan secara operasional dapat di bedakan dala 5 (lima) fungsi pokok (Kurniadin dan Machali, 2012: 309-311), yaitu :

1. Instruksi

Fungsi ini memiliki sifat satu arah komunikasi dimana pemimpin sebagai komunikator yang berperan untuk menentukan bagaimana, bilamana, dimana perintah tersebut dikerjakan agar keputusan dapat dijalankan dengan efektif.

2. Fungsi Konsultasi

Di dalam fungsi ini, komunikasi bersifat dua arah.

Tujuan dari konsultasi itu adalah mendapatkan masukan berupa feedback dalam memperbaik dan menyempurnakna keputusan-keputusan yang telah ditepapkan.

3. Partisipasi

Di dalam fungsi partisipasi ini, seorang pemimpin harus berupaya untuk mengakitfkan seluruh orang yang dipimpinnya.

Partisipasi tidak hanya berarti dapat bertindak semaunya akan tetapi bertindak secara terarah dan terkendali seperti kerjasama dengan tidak mencampuri dan mengambil tugas orang lain.

4. Delegasi

Fungsi ini dilakukan dengan memberikan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab untuk membuat atau menetapkan keputusan baik melalui persetujuan dari atasan maupun tidak.

5. Pengendalian

Tujuan dari fungsi ini adalah kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang dapat mengatur seluruh akitvitas anggotanya dengan terarah dan masih dalam koordinasi yang efektif sehingga mempermudah perusahaan mencapai tujuan dengan maksimal.

Fungsi ini dapat di lakukan dengan kegiatan bimbingan, pengarahan dan koordinasi.

Baca juga | Apa itu CEO ? Dan Cara menjadi CEO yang berhasil di Usia muda

Prinsip dan syarat dalam kepemimpinan

Prinsip dan syarat dalam kepemimpinan

Menurut Asmendri (2012; 212), untuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki syarat-syarat, yaitu :

  • Seorang pemimpin harus memiliki kepribadian yang terpuji
  • Memahami dan menguasai tujuan yang akan dicapai dan mampu mengkomunikasikan kepada bawahaan dan stakeholder.
  • Memiliki wawasan yang luas dalam bidang tugasnya dan bidang-bidang yang relevan.
  • Dll.

Gaya kepemimpinan

gaya kepemimpinan

Menurut Asmendri (2012: 211), Terdapat 4 (empat) gaya kepemimpinan saat ini, yaitu :

1. Gaya kepemimpinan Otoriter

Kepemimpinan Otoriter ini adalah pemimpin yang selalu membuat keputusan sendiri karena kekuasaan hanya terpusat pada satu orang dan dia memiliki wewenang serta tanggung jawab secara penuh.

Gaya kepemimpimpunan ini didasarkan pada pendirian bahwa segala kegiatan dalam organisasi dapat berjalan dengan lancar apabila seluruhnya diputuskan oleh pemimpin.

Pemimpin akan bertindak sebagai penguasa tunggal dan tidak akan pernah melibatkan bawagan di dalam pengambilan keputusan dan tidak pernah menghargai pendapat dari bawahan.

2. Gaya kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan Demokratis merupakan pemimpin yang selalu berkonsultasi dengan kelompok tetnang masalah yang menarik perhatian mereka serta mereka menyumbangkan sesuatu.

Tipe kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari gaya kepemimpinan otoriter.

Dalam kepemimpinan demokratis, pemimpin akan selalu berupaya untuk melibatkan kelompok untuk mengambil keputusan, sangat menghargai inisiatif, ide dan pendapat dari anggota, serta selalu mementingkan kepentingan bersama.

Di dalam kepimpinan demokrasi selalu ada pendelegasian tanggung jawab dan wewenang serta keputusan diambil atas dasar kesepakatan bersama.

3. Kendali Bebas (Laizes Faire)

Kendali Bebas merupakan gaya kepemimpinan yang memberikan kekuasaan kepada bawahan.

Kelompok dapat mengembangkan tujuan sendiri dan memecahkan permasalahan sendiri, hanya sedikit pengarahan bahkan tidak ada pegarahan.

Pada gaya kepemimpinan ini, pemimpin tidak melakukan fungsinya sebagai pemimpin dan sifat kepemimpinannya tidak nampak.

4. Pseudo Demokratis

Gaya kepemimpinan ini sering disebut juga dengan demokrasi semu.

Tipe pemimpin seperti ini akan terlihat seperti seorang pemimpin yang demokrasi namun pada kenyatannya dia adalah seorang pemimpin yang otoriter atau absolut.

Menurut Harsey dan Blanchard, gaya kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang disesuaikan dengan kematangan dari bawahan.

Sifat-Sifat kepemimpinan

sifat sifat kepemimpinan

Menurut George R Terry di dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia menyatakan tentang beberapa sifat kepemimpinan.

Berikut beberapa sifat kepemimpinan menurut George R Terry :

1. Energi

Agar tujuan kepemimpinan dapat tercapai dengan baik maka dibutuhkan energi yang kuat baik energi jasmani maupun rohani.

Seorang pemimpin harus mampu bekerja dalam waktu yang panjang dan dalam kondisi yang tidak menentu.

Ketika mereka dibutuhkan maka dia harus dapat melaksanakan tugasnya karena kedudukannya dan fungsinya.

Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus memilik kondisi fisik dan mental yang kuat.

2. Memiliki emosi yang stabil

Seorang pemimpin harus dapat melepaskan dari segala prasangka dan kecurigaan terhadap bawahannya.

Namun, seorang pemimpin juga harus dapat bersikap tegas, konsisten dan konsekuen terhadap semua tindakannya dengan percaya diri.

3. Memotivasi diri sendiri

Kepemimpinan hadir dari keinginan dari diri sendiri dan bukan berasal dari paksaan dari orang lain.

Keinginan yang berasal dari luar hanya akan bersifat stimulas terhadap keinginan untuk menjadi pemimpin.

Hal ini dapat terlihat dari keteguhan pendirian, kemauan keras dalam bekerja dan juga penerapan sifat pribadi didalam pekerjaannya.

4. Kemampuan dalam berkomunikasi

Menjadi seorang pemimpin harus mampu untuk mengkomunikasikan gagasannya baik secara lisan maupun tulisan.

Hal ini sangatlah penting agra dapat mendorong bawahannya dapat menerima dan memberikan informasi untuk perkembangan organisasi.

5. Kemampuan untuk mengajar atau pembina

Seorang pemimpin yang baik harus bisa menjadi seorang guru atau mentor yang baik bagi bawahannya.

Mengajar merupakan cara terbaik bagi pemimpin dalam meningkatkan kualitas bawahannya untuk mengerjakan segala tugas yang dibebankan kepada mereka.

6. Kecakapan sosial

Menjadi seorang pemimpin harus bisa mengenal dan mengetahui bawahannya.

Oleh sebab itu, pemimpin harus bisa untuk bekerja sama dengan bawahannya sehingga bawahan mereka dapat tetap termotivasi dibawah kepemimpinan pemimpin.

7. Pengetahuan teknis

Banyak orang yang mengatakan bahwa seorang pemimpin tidak membutuhkan kemampuan teknis karena seorang pemimpin menitik beratkan kepada kemampuan manajerial.

Tapi sebenarnya kemampuan teknis juga diperlukan seornga pemimpin sehingga mereka bisa melakukan koreksi terhadap pekerjaan bawahannya.

Baca juga | Tingkatan Manajemen ( Manajer ) Dalam Perusahaan

Teori Kepemimpinan

teori kepemimpinan

Pada umumnya, Teori kepemimpinan berupaya untuk menjelaskan faktor-faktor yang memungkinkan munculnya sifat atau bakat yang dimiliki oleh pemimpin

Menurut Said (2010;365), berikut beberapa teori kepemimpinan :

1. Teori Orang terkemuka (Great Man Theory)

Teori ini disusun berdasarkan cara induktif dengan mempelajari sifat-sifat yang menonjol dari seorang pemimpin atas keberhasilan tugas yang dijalankan terutama kemampuannya dalam memimpin.

Di dalam teori ini menyebutkan bahwa kepemimpinan orang besar didasarkan atas sifat yang telah dibawa sejak lahir dan merupakan sesuatu yang dapat diwariskan.

2. Teori Lingkungan (Environmental Theory)

Di dalam teori kepemimpinan ini dinyatakan bahwa munculnya seorang pemimpin merupakan hasil dari sebuah proses waktu, tempat dan situasi atau kondisi.

Teori ini sering disebut dengan teori sosial yang memiliki kesimpulan bahwa pemimpin itu dibentuk bukan dilahirkan.

Seseorang yang menjadi pemimpin apabila dia berada dalam lingkungan sosial tertentu yaitu dalam situasi kehidupan kelompok dan memanfaatkan situasi serta kondisi sosial untuk bertindak mengatasi masalah-masalah sosial yang timbul.

3. Teori Pribadi Dan situasi (Personal Situation Theory)

Teori ini merupakan kombinasi antara Great Man Theory dan Environmental Theory.

Di dalam teori ini percaya bahwa kepemimpinan merupakan kombinasi dari 3 (tiga) faktor, yaitu :

  • Sifat pribadi pemimpin
  • Sifat dari kelompok atau anggota
  • Kejadian atau masalah yang dihadapi oleh kelompok.

Seseorang akan menjadi seorang pemimpin yang berhasil apabila dia memiliki bakat kepemimpinan yang dibawa sejak lahir kemudian dikembangkan dengan pendidikan, pelatihan dan pengembangan potensi diri.

4. Teori Interaksi dan Harapan (Interaction Expactation Theory)

Di dalam teori ini memiliki 3 (tiga) variabel, yaitu :

  • Aktivitas
  • Interaksi
  • Sentimen (harapan)

Berdasarkan dari ketiga variabel diatas maka struktur di dalam interaksi akan menenutkan arah daripada aktivitas, sehingga pemimpin harus mampu menciptakan struktur interaksi yang dapat menstimulus terciptanya situasi yang relevan dengan harapan masyarakat.

Teori ini menitik beratkan pada dinamika interaksi antar pemimpin dan rakyat serta melalui interaksi ini dapat menjaring harapan-harapan dan keinginan dari masyarakat.

5. Teori Humanistik

Pada teori kepemimpinan ini melihat bahwa manusia merupakan motivated organism yang memiliki strukut dan sistem kontrol tertentu.

Menurut Likert, Kepemimpinan adalah sebuah proses yang saling berhubungan dimana pemimpin harus mempertimbangkan harapan dan nilai serta keterampilan individual mereka yang terlibat dalam interaksi.

Di dalam teori ini, pemimpin harus dapat melihat bahwa dirinya dan individual alin didalam organisasi merupakan manusia yang memiliki potensi dan keterampilan.

Oleh sebab itu seorang pemimpin akan diikuti apabila dia mampu untuk mengatur potensi sumber daya manusia dalam organisasi secara efektif dan efisien dalam rangka untuk mencapai tujuan.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian kepemimpinan, Fungsi, Unsur, Teori dan Gaya Kepemimpinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *