pengertian kompensasi

Pengertian Kompensasi Adalah, Fungsi, Tujuan dan Jenis-Jenis

Posted on

Pengertian Kompensasi  – Pemberian kompensasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan motivasi dan presetasi kerja karyawan.

Hal ini dilakukan oleh pihak manajemen bertujuan untuk membantu dalam proses perusahaan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian Kompensasi Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian kompensasi menurut para ahli, yaitu :

Hasibuan (2010: 118)

Menurut Hasibuan, arti dari kompensasi adalah seluruh pendapatan yang bisa berbentuk uang, barang langsung atau barang tidak langsung yang diterima oleh karyawan sebagai bentuk imbalan atas jasa yang telah di berikan kepada perusahaan.

Handoko (2012: 155)

Menurut Handoko, pengertian kompensasi adalah semua hal yang diterima karyawan sebagai balas jasa atas kerje mereka.

Sofyandi (2008: 157)

Menurut Sofyandi, pengertian kompensasi adalah sebuah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bertujuan agar perusahaan dapat mendapatkan imbalan berbentuk prestasi kerja dari karyawan.

Soekidjo (2009: 142)

Menurut Soekidjo, pengertian kompensasi adalah segala sesuatu yang di terima karyawan sebagai balas jasa atas kerja atau pengabdian karyawan.

Veithzal Rivai (2009: 741)

Menurut Veithzal Rivai, pengertian kompensasi adalah sesuatu yang di terima oleh karyawan sebagai ganti atas kontribusi jasa mereka pada perusahaan.

Baca juga | Pengertian Gaji Menurut Para Ahli, Tujuan dan Fungsi Gaji

Fungsi Kompensasi

Pembayaran kompensasi kepada karyawan merupakan salah satu tugas yagn kompleks tapi hal ini merupakan sesuatu yang berarti bagi karyawan.

Berdasarkah hal ini maka terdapat beberapa fungsi kompensasi, yaitu :

1. Pengalokasian sumber daya dengan cara yang efisien

Fungsi kompensasi ini menggambarkan bahwa pemberian kompensasi pada karyawan yang berprestasi akan mendorong karyawan untuk bekerja dengan lebih baik dan produktif.

Terkadang karyawan memiliki kecenderungan untuk berpindah tempat kerja pada perusahaan yang memiliki tingkat kompensasi yang lebih tinggi atas prestasi kerja yang telah dilakukan.

2. Penggunaan Sumber Daya Manusia menjadi efektif dan efisien.

Pemberian kompensasi yang tinggi kepada karyawan dapat menjelaskan bahwa perusahaan perusahaan akan memakai karyawan dengan cara yang efektif dan seefisien mungkin.

Hal ini bertujuan agar perusahaan bisa mendapatkan manfaat dan keuntungan yang maksimal karena tingkat produktivitas karyawan menjadi lebih baik.

3. Mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi

Sebagai dampak dari pengalokasian dan penggunaan SDM dalam perusahaan yang efektif maka diharapkan  pemberian kompensasi ini dapat secara langsung membentuk stabilitas organisasi dan mendorong pertumbuhan  perekonomian negara secara keseluruhan.

Baca juga | Pengertian Pekerjaan Kantor, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Jenis-Jenis

Tujuan Kompensasi

Menurut Rivai, tujuan kompensasi secara umum adalah membantu perusahaan untuk mencapai tujuan strategi perusahaan serta menjamin terciptanya keadilan baik internal atau eksternal.

Adapun beberapa tujuan kompensasi menurut Hj. Ike Kusdyah Rachmawati di dalam bukunya “Manajemen Sumber Daya Manusia (2008: 144)“, diantaranya adalah :

a. Ikatan kerja sama

Pemberian kompensasi ini dapat dijadikan sebagai ikatan kerja sama secara formal antaral pemilik dengan karyawan.

Setiap karyawan harus dapat menjalankan tugasnya dengan baik sedangkan pengusaha harus memberikan kompensasi sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama.

b. Kepuasan kerja

Dengan adanya imbalan atas jasa maka karyawan dapat memenuhi kebutuhan fisik, status sosial serta egoisnya sehingga mereka bisa medapatkan kepuasan kerja atas pekerjaannya.

c. Pengadaan efektif

Bila pemberian kompensasi tergolong besar maka untuk proses pengadaan karyawan yang berkualitas akan menjadi lebih mudah.

Hal ini dikarenakan banyak calon karyawan yang tertarik karena perusahaan tersebut memiliki nilai kompensasi yang besar.

d. Motivasi

Salah satu tujuan pemberian kompensasi adalah memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik terutama bila kompensasi yang ditetapkan cukup besar.

e. Stabilitas karyawan

Bila pemberian kompensasi kepada karyawan dilakukan dengan prinsip keadilan, layak serta konsisten maka stabilitas karyawan menjadi lebih terjamin karena turn over tergolong kecil/

f. Disiplin

Dengan pemberian kompensasi yang cukup besar maka kedisplinan karyawan akan menjadi lebih baik dan mereka akan menyadari serta mentaati segala peraturan yang berlaku didalam perusahaan.

g. Pengaruh serikat buruh

Dengan pemberian kompensasi atau balas jasa yang baik kepada karyawan maka pengaruh serikat buruh dapat di hindari dan karyawan akan lebih berfokus untuk menjalankan pekerjaannya.

h. Pengaruh pemerintah

Bila pemberian kompensasi telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku (Upah Minimun) maka akan menghindarkan perusahaan dari intervensi pemerintah.

Baca juga | Pengertian Administrasi Keuangan, Manfaat, Fungsi dan Tujuan

Jenis-Jenis Kompensasi

Setiap perusahaan pasti akan memiliki sistem kompensasi yang berbeda karena disesuaikan dengan visi dan misi perusahaan.

Menurut Gugup Kismono (2011: 178), terdapat 2 (dua) jenis kompensasi, yaitu :

1. Kompensasi Finansial

Kompensasi finansial ini sendiri dapat terbagi menjadi dua bagian yaitu kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung.

Jenis kompensasi langsung adalah pembayaran upah (pembayaran atas dasar jam kerja), gaji (pembayaran tetap), dan insentif atau bonus.

Sedangkan kompensi tidak langsung adalah pemberian pelayanan atau fasilitas kepada karyawan seperti program rekreasi, cuti, liburan, konseling, beasiswa pendidikan, dll

2. Kompensasi non Finansial

Kompensasi non finansial ini juga dapat terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu kepuasan dari pekerjaan itu sendiri dan kepuasaan yang didapat dari lingkungan kerja.

Tingkat kepuasan dari pekerjaan itu sendiri dapat berupa tugas yang menarik, tantangan, pengakuan, tantangan dan pencapaian.

Sedangkan kepuasan dari lingkungan kerja dapat berupa kebijakan yang sehat, rekan kerja yang menyenangkan serta lingkungan kerja yang nyaman.

Baca juga | Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Bagi Bisnis Kecil

Bentuk-Bentuk Kompensasi

Berikut adalah beberapa komponen kompensasi paling utama, yaitu :

a. Gaji

Pengertian gaji adalah bentuk balas jasa yang berbentuk uang yang diterima oleh karyawan sebagai konsekuensi jabatannya sebagai karyawan yang memberikan sumbangan tenaga dan pikiran untuk mencapai tujuan perusahaan.

b. Upah

Pengertian upah adalah imbalan finansial yang langsung dibayarkan pada karyawan yang didasarkan pada jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan serta jumlah pelayanan yang diberikan.

Berbeda halnya dengan gaji yang bersifat tetap maka upah dapat berubah tergantug pada output yang dihasilkan.

c. Insentif

Insentif dapat diartikan sebagai imbalan secara langsung yang dibayarkan kepada karyawan karen hasil kinerjanya melebih standar yang telah ditentukan.

Pemberian insentif ini merupakan bentuk lain dari upah langsung diluar upah dan gaji.

Tahapan Penetapan Kompensasi

Di dalam menjalankan sistem kompensasi maka para ahli manajemen Sumber daya manusia harus melalui 4 (empat) tahapan berikut :

1. Menganalisa Pekerjaan

Pada tahapan ini pihak manajemen harus menyusun deskripsi pekerjaan, uraian pekerjaan dan standar pekerjaan yang terdapat didalam perusahaan.

2. Menilai pekerjaan

Pada saat melakukan penilaian pekerjaan maka harus di upayakan menyusun tingkatan pekerjaan, menentukan nilai setiap pekerjaan, susunan perbandingan dengan pekerjaan lain didalam organisasi dan pemberian poin pada setiap pekerjaan yang tersedia.

3. Melakukan survey terhadap semua sistem kompensasi

Organisasi yang disurver dapat berbentuk lembaga pemerintah yang secara fungsional memiliki kewenangan mengurus ketenagakerjaan, kamar dagang dan industri, organisasi profesi, serikat pekerja dan perusahaan konsultan yang memiliki spesialis dibidang manajemen sumber daya manusia.

4. Menentukan nilai kompensasi

Langkah terakhir didalam tahapan penetapan kompensasi adalah melakukan perbandingan antara berbagai nilai pekerjaan didalam perusahaan dengan nilai kompensasi yang berlakuk dipasaran kerja.

Faktor yang Memperngaruhi Sistem Kompensasi

Sistem kompensasi perusahaan kepada perusahaan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menentukan nilai kompensasi.

Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi sistem kompensasi

a. Produktivitas

Setiap perusahaan pasti bertujuan untuk mendapatkan keuntungan baik berupa materiil atau non material.

Oleh sebab itu, perusahaan harus selalu mempertimbangkan produktivitas karyawan dalam memberikan kontribusi pada keuntungan perusahaan.

Perusahaan tidak akan membayar atau memberikan kompensasi melebihi dari kontribusi yang diberikan karyawan kepada perusahaan.

b. Kemampuan Membayar

Pemberian kompensasi kepada karyawan sangat tergantung pada kemampuan perusahaan untuk membayar.
Perusahaan tidak akan pernah membayar karyawannya bila nilai kompensasi tersebut melebihi dari kemampuannya.

Bila hal perusahaan memberikan kompensasi melebihi kemampuannya maka dapat berdampak pada kerugian perusahaan.

c. Ketersediaan Membayar

Kesediaan untuk membayar sangat mempengaruhi kebijakan perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada karyawannya.

Banyak perusahaan yang memiliki kemampuan untuk menbayar kompensasi tinggi namun mereka tidak mau memberikan yang memadai.

d. Supply dan permintaan tenaga kerja

Ketersediaan tenaga kerja dipasaran kerja dapat menjadi faktor yang mempengaruhi sistem kompensasi.
Pada umunnya perusahaan akan memperjuangkan tenaga kerjanya dengan memberikan kompensasi yang layak karena bila perusahaan tidak memberikan tingkat kompensasi yang layak maka karyawan dapat menuntut.

e. Peraturan dan Undang-Undang

Dengan adanya perkembangan sistem pemerintahan maka semakin berkembang juga sistem perundang-undangan termasuk didalam bidang perburuhan.

Perundang-undangan ini dapat menjadi faktor yang mempengaruhi sistem pemberian kompensasi karyawan baik di lembagan pemerintah atau perusahaan swasta.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Kompensasi Adalah, Fungsi, Tujuan dan Jenis-Jenis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *