pengertian koordinasi

Pengertian Koordinasi, Ciri- Ciri, Tujuan dan Manfaat

Posted on

Pengertian koordinasi

Pengertian koordinasi – Di dalam organisasi atau manajemen, koordinasi adalah salah satu bagian vital untuk menyelaraskan pelaksanaan pekerjaan yang terpisah dengan terus menerus dengan tujuan untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

Koordinasi sangatlah dibutuhkan di dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut sehingga terjadi negoisasi dan mendapatkan kesepakatan bersama.

Pengertian Koordinasi menurut para ahli

Berikut beberapa para ahli memberikan pengertian tentang pengertian koordinasi :

Ndraha (2011: 291)

Menurut Ndraha, koordinasi adalah proses kesepakatan bersama yang mengikat di berbagai aktivitas atau unsur yang berbeda dengan sedemikian rupa sehingga seluruh kegiatan dan unsur tersebut dapat terarah pada pencapaian satu tujuan yang telah ditetapkan dan di sisi lainnya keberhasilan yang satu tidak merusak keberhasilan lainnya.

Handyaningrat (1984: 88)

Menurut Handyaningrat, pengertian koordinasi adalah usaha penyesuaian dari bagian-bagian yang berbeda agar aktivitas dari setiap bagian tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya sehingga masing-masing anggota dapat memberikan sumbangan usahanya secara maksimal agar diperoleh hasil secara keseluruhan.

Wursanto (2003: 251)

Menurut Wursanto, pengertian koordinasi adalah kegiatan pengaturan sekelompok orang dengan terarah dan teratur untuk menciptakan kesatuan tindakan dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Usman (2013: 488)

Menurut Usman, pengertian koordinasi adalah proses mengintegrasikan, menyinkronisasikan serta menyederhanakan pelaksaaan tugas yang terpisah secara terus menerus untuk mencapai tujuan.

Baca juga | Pengertian Organisasi, Tujuan, Fungsi, Ciri Ciri dan Unsur

Ciri- Ciri Koordinasi

Menurut Handayaningrat (1985), ciri ciri koordinasi yaitu :

  • Tanggung jawab koordinasi berada di tangan pimpinan.
  • Terdapat proses (Continues Process) karena koordinasi merupakan tugas pimpinan yang bersifat berkesinambungan dan harus ditingkatkan hingga tujuan tercapai.
  • Pengaturan secara teratur di dalam kelompok sehingga koordinasi dapat dilakukan di dalam kelompok bukan terhadap usaha individu.
  • Konsep kesatuan tindakan yang juga merupakan pondasi utama dari koordinasi.
  • Tujuan utama koordinasi merupakan tujuan bersama.
  • Koordinasi merupakan sebuah upaya untuk bekerja sama yang merupakan syarat utama terselenggaranya koordinasi yang efektif.

Baca juga | Pengertian Pendelegasian Wewenang, Peranan dan Unsur

Tujuan Koordinasi

Menurut Ndhaha (2011: 295), Tujuan Koordinasi adalah :

  • Menciptakan serta memelihara efektivitas organisasi semaksimal mungkin melalui sinkronisasi, penyerasian, kebersamaan dan kesinambungan antara berbagai dependen organisasi.
  • Mencegah terjadinya konfik dan menciptakan efisiensi yang maksimal di setiap kegiatan interdependen yang berbeda dengan kesepakatan yang mengikut seluruh pihak yang bersangkutan.
  • Menciptakan dan memelihara iklim serta sikap saling responsif antisipatif di kalangan unit kerja interpenden dan independen yang berbeda agar kesuksesan unit kerja tidak rusak karena keberhasilan unit kerja lainnya dengan jaringan informasi dan komunikasi yang efektif.

Manfaat Koordinasi

Menurut Sutarto (2002: 146-147), Manfaat koordinasi di dalam organisasi adalah :

  • Menghindarkan perasaan lepas antara satuan organisasi atau antara penjabat di dalam organisasi.
  • Menghindarkan pendapat bahwa organisasinya atau jabatan adalah sesuatu yang paling penting.
  • Dengan koordinasi dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya pertentangan antara satuan organisasi atau antara penjabat.
  • Koordinasi dapat menghindarkan dari terjadinya rebutan fasilitas.
  • Menghindarkan kemungkinan terjadinya kesamaan pekerjaan atas suatu aktivitas oleh satuan organisasi atau kesamaan pengerjaan terhadap tugas para pejabat.
  • Mencegah kemungkinan terjadinya kekosongan pengerjaan terhadap tugas para pejabat.
  • Menumbuhkan kesadaran di antara pejabat untuk salaing membantu terutama di atara pejabat yang berada di dalam satuan organisasi yang sama.
  • Menumbuhkan kesadaran diantara pejabat untuk saling memberitahu permasalah yang dihadapi bersama sehingga dapat menghindari terjadinya keselamatan bagi dirinya atas kerugian pejabat lainnya.
  • Menjamin adanya kesamaan langkah antar pejabat.
  • Dengan adanya kordinasi dapat menjamin adanya kesamaan tindakan antar pejabat.

Baca juga | Pengertian Kepemimpinan, Fungsi, Unsur, Teori dan Gaya Kepemimpinan

Jenis-Jenis Koordinasi

Menurut Handayaningrat (2006: 127-131), Jenis koordinasi yang di dasarkan padahubungan antar penjabat yang mengkoordinasikan dengan pejabat yang dikoordinasikan dapat di bagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu :

1. Koordinasi Intern

Jenis koordinasi intern ini terdiri dari koordinasi vertikal, koordinasi horisontal dan koordinasi diagonal.

a. Koordinasi vertikal atau koordinasi struktural,

Jenis koordinasi ini bersifat hirarkis karena antara satu dengan lainnya berada di dalam satu garis komando (line of command).

Contohnya,

Koordinasi yang di jalankan oleh seorang Manajer sales kepada para koordinator sales yang berada dalam satu unit kerja.

b. Koordinasi horisontal atau koordinasi fungsional.

Jenis koordinasi ini terjadi antara pihak-pihak yang memiliki jabatan atau posisi yang sama atau setingkat.
Keduanya memiliki tugas dan tanggung jawab yang terkait sehingga diperlukan sebuah koordinasi.

Contohnya,

Koordinasi antara manajer produksi dengan manajer SDM dalam rangka untuk merekrut karyawan baru untuk bagian produksi.

c. Koordinasi diagonal

Jenis koordinasi ini terjadi antara pihak-pihak yang memiliki posisi atau tingkatan jabatan yang berbeda tapi tidak berada di dalam satu garis komando yang sama.

Contoh,

Koordinasi antara manajer pemasaran dengan manajer produksi untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan.

2. Koordinasi Ekstern

Jenis koordinasi ini juga termasuk jenis koordinasi fungsional di mana koordinasi ektern ini hanya bersifat horisontal dan diagonal.

  • Koordinasi ekstern yang bersifat horisontal.
  • Koordinasi ekstern yang bersifat diagonal.

Pentingnya Koordinasi di Dalam Organisasi

Agar setiap kegiatan yang terkoordinasi di dalam organisasi dapat terwujud maka harus di bentuk tim koordinasi yang mencerminkan kesatuan unit terkait maupun instasi yang terkait di dalam kegiatan tersebut.

Maka akan terlihat peran masing-masing anggota tim termasuk tanggung jawabnya sehinggga akan terlihat dengan jelas siapa saja yang bertanggung jawab atas masing-masing kegiatan dan terjabar pada pertemuan koordinasi.

Menurut Handayaningrat (1985: 93), Pentingnya koordinasi di dalam organisasi dikarenkan beberapa hal yaitu :

  • Dengan adanya koordinasi yang baik maka dapat memberikan pengaruh efisiensi pada organisasi tersebut.
  • Koordinasi dapat memberikak dampak positif pada moral terutama dengan hal-hal yang terkait dengan kepemimpinan (Leadership).
  • Pentingnya koordinasi di dalam organisasi atau manajemen adalah karena dapat memberikan efek pada perkembangan daripada personal didalam organisasi tersebut.

Karakteristik Koordinasi yang Efektif

Menurut Usman (2013: 497), terdapat beberapa karakteristik koordinasi yang efektif, yaitu :

  • Tujuan dari koordinasi tercapai dengan memuaskan semua pihak yang terkait.
  • Koordinator proaktif dan stakeholder kooperatif.
  • Tidak ada seorangpun mementingkan kepentingannya sendiri atau kelompok.
  • Tidak terdapat tumpang tindih tugas.
  • Adanya komitmen dari semua pihak.
  • Informasi tentang keputusan dapat mengalir dengan cepat ke semua pihak terkati dengan sistem koordinasi.
  • Tidak ada pihak-pihak dalam koordinasi yang dirugikan.
  • Dapat dilaksanakan tepat waktu.
  • Semua permasalahan dapat dipecahkan dan diselesaikan.
  • Terdapat laporan tertulis yang lengkap dan terperinci dari setiap stakeholder.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *