pengertian manajemen emosi

Pengertian Manajemen Emosi dan Cara Mengelola Emosional

Posted on

Pengertian Manajemen Emosi – Emosi merupakan keadaan atau perasaan yang menjadikan perubahan perilaku yang mengarah, perilaku tersebut dapat timbul karena situasi tertentu membuat perilaku menjadi tampak.

Bentuk emosi yang dirasakan oleh manusia tersebut dapat berbentuk emosi yang positif atau negatif.

Contoh emosi yang negatif diantaranya adalah rasa marah atau rasa benci sedangkan emosi yang negatif dapat berupa rasa senang, bahagia, dll.

Namun bila seseorang tidak dapat mengelola emosi dengan baik maka dapat berakibat yang tidak yang baik.

Dari sinilah pentingnya seseorang harus memahami tentang manajemen emosi.

Pengertian manajemen emosi secara umum adalah kemampuan seseorang untuk melakukan pikiran, perasaan, nafsu amarah dengan cara yang tepat dan positif serta bisa diterima oleh lingkungan sehingga dapat mencegah hal yang buruk dan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Pengertian Emosi

Sebelum kita memahami tentang manajemen emosi maka sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang “apa itu emosi ?”.

Menurut Rahmat, pengertian emosi adalah reaksi yang subjektif yang diekspresikan seseorang dan pada umumnya terkait dengan perubahan fisiologis dan tingkah laku.

Sedangkan menurut Walgito (2004), arti emosi adalah keadaan yang timbil karena situasi tertentu dan cenderung terkait dengan perilaku yang mengarah atau menyingkir dari sesuatu dan perilaku itu secara umum disertai dengan ekspresi kejasmanian.

Pengertian Manajemen Emosi Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian manajemen emosi menurut para ahli :

Goleman (dalam Robikananwardani 2011: 4)

Pengertian manajemen emosi adalah kemampuan atau teknik untuk mengatur perasaan, menenangkan diri, melepaskan diri dari kecemasan, kemurungan, atau ketersinggungan, dengan tujuan untuk keseimbangan emosi (keseimbangan antara perasaan dan lingkungan).

Alder (dalam Robikanwardani 2011: 4)

Menurut Alder, pengertian manajemen emosi adalah suatu tindakan yang menyebabkan seseorang mengatur emosi atau mengelola keadaan.

Kemampuan ini meliputi kecakapan untuk tetap tenang, menghilangkan kegelisahan, kesedihan atau sesuatu yang menjengkelkan.

Orang dengan pengelolaan emosi yang baik akan mampu mengenali perasaannya dan mengatur penyaluran perasaan tersebut.

Freud (dalam Shapiro, 1999)

Menurut teori yang dikembangkan oleh Freud, manajemen emosi adalah pengelolaan terhadap dorongan-dorongan id.

Pengelolaan dorongan ini dijalankan dengan cara pengembangan ego sebagai penengah antara id dan super ego.

Tujuan Manajemen Emosi

Tujuan Manajemen emosi adalah membentuk keseimbangan bukan menekan emosi setiap perasaan memiliki nilai dan makna, menjaga agar emosi merisaukan tetap terkendali adalah kunci kesejahteraan emosi (Goleman, 2002: 77).

Kemampuan manajemen emosi ini dapat membantu seseorang dalam self control terhadap respon internal dan eksternal sebagai akibat dari emosi marah yang dirasakan dan memberikan motivasi positif untuk memecahkan permasalahan sehingga dapat tumbuh dan beradaptasi dengan lingkungan.

Tiki Nindita (2011: 32) menyatakan bahwa tujuan manajemen emosi adalah memberikan pilihan ekspresi marah dengan cara yang sehat.

Seseorang dapat mempelajari berbagai cara untuk mengendalikan emosi marah sehingga dapat tampil percaya diri dan merespon emosi marah dengan cara sama terhadap situasi yang berbeda.

Baca juga | Pengertian Manajemen Stress dan Cara Mengelola Stres yang Efektif

Pengelolaan Emosional

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti pengelolaan adalah proses cara atau perbuatan untuk mengendalikan, mengatur, menyelenggarakan, mengurus.

Menurut Goleman (1995), pengelolaan emosi marah adalah merujuk pada bagaiman seseorang mengatur perasaan dan pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis dan kecenderungan untuk bertindak.

Mulyono dan Purwanto (2006), pengertian pengelolaan emosi adalah upaya pengelolaan kondisi yang mengakibatkan timbulnya ketidak seimbangan psikologis dan hal tersebut membutuhkan usaha untuk mencapai keseimbangan kembali.

Menurut Arifin (2004). pengelolaan emosi marah adalah usaha pengendalian dari ketegangan fisik yang timbul akibat dari peningkatan energi yajng terjadi akibat naiknya zat gula yang dikeluarkan oleh hati sehingga seseorang menguragi atau menghilangkan tindakan agresif saat emosi marah berlangsung.

Aspek Pengelolaan Emosi Marah

Menurut Wade (2007), ada beberapa aspek penting dalam mengelola kemarahan :

1. Mengenali emosi marah :

Mengenali Emosi marah adalah kemampuan untuk mengendalikan perasaan marah ketika perasaan marah itu timbul.

Seseorang yang mampu untuk mengenali emosi marah maka dapat bereaksi dengan tepat dan saat yang tepat pada kemarahan yang timbul.

2. Mengendalikan marah

Bila seseorang mampu untuk mengendalikan marahnya dan tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa marak maka emosi marah yang timbul tersebut tidak akan berlebihan dan tidak akan terjadi pada intensitas yang tinggi.

3. Meredakan Marah

Meredakan amarah adalah kemampuan dalam menenangkan diri sendiri setelah mereka marah.

4. Mengungkapkan kemarahan dengan asertif

Bila seseorang mengungkapkan rasa marah dengan asertif maka ia dapat mengungkapkannya dengan cara tepat tanpa harus melukai perasaan orang lain.

Baca juga | Pengertian Gejala Sosial, Jenis, Faktor yang Mempengaruhi dan Contoh

Cara Mengelola Emosi Marah

Menurut Mawardi (2002), terdapat beberapa cara untuk mengelola emosi marah diantaranya adalah :

1. Menerima perasaan marah

Bila kita merasa marah maka kita harus menerima dan jangan pernah mengingkari, menolaknya atau mencoba untuk menutupinya.

2. Menggali sumber marah

Bila anda dalam situasi marah maka anda harus menggali sumber emosi dan bila sumbernya merupakan sesuatu yang dikatakan orang lain kepada kita maka tanyakan pada diri kita sendiri mengapa kata-kata tersebut membuat kita marah.

3. Mengekspresikan perasaan marah secara tepat

Mengkomunikasikan dan mengungkapkan dengan cara verbal secara aserfit.

4. Melupakan masalah yang membuat kita marah

Ketika kita dalam kondisi marah maka sebaiknya kita mencoba untuk melupakan permasalahan yang membuat kita marah.

Baca juga | Pengertian Manajemen Perubahan, Tujuan, Tingkatan dan Tugas

Ciri-Ciri Emosi Marah

Blackburn (1994) menyatakan beberapa gejala marah diantaranya adalah :

a. Ciri-ciri dari aspek biologis :
  • Tekanan darah meningkat
  • Frekuensi denyut jantung meningkat
  • Wajah memerah
  • Pupil menjadi lebar
  • Frekuensi pengeluaran pupil meningkat
b. Ciri-ciri dari aspek emosional :
  • Merasa tidak nyaman
  • Merasa tidak berdaya
  • Jengkel
  • Mengamuk
  • Sakit hati
  • Menyalahkan
  • Menuntut

Sedangkan menurut Ekman dan Friesen, ciri-ciri emosional marah dari gejala kejasmanian adalah :

  • Rasa sedih
  • Takut
  • Muka Pucat
  • Jatung berdebar

Sedangkan menurut Wade (2007). gejala seorang yang sedang marah diantaranya adalah :

  • Denyut nadi mengencang
  • Jantung berdetak keras
  • Rahang terasa kaku
  • Otot menegang
  • Tubuh merasa panas
  • Berjalan cepat
  • Gelisah
  • Tidak dapat beristirahat
  • Bicara cepat dan keras

Manfaat Mengelola Emosi

Menurut Danil (1995) terdapat beberapa manfaat mengelola emosi, diantaranya :

  • Toleransi menjadi tinggi terhadap frustasi dan pengelolaan kemarahaan
  • Berkurangnya ejekan verbal
  • Mampu mengungkapkan kemarahan dengan tepat tanpa berkelahi
  • Berkurangnya larangan
  • Berkurangnya perilaku agresif atau merusak diri sendiri
  • Perasaan menjadi positif tentang diri sendiri dan keluarga
  • Berkurangnya kesepian dan kecemasan dalam pergaulan

Menurut Goleman (1995), terdapat beberapa manfaat emosi secara produktif yaitu :

  • Menjadi lebih bertanggung jawab
  • Mampu memusatkan perhatian kepada tugas yagn dikerjakan
  • Kurang impulksif
  • Lebih menguasai diri sendiri
  • Meningkatkan prestasi kerja

Faktor yang Mempengaruhi Emosi

Menurut Purwanto dan Mulyono, terdapat beberapa faktor umum yang dapat mempengaruhi emosi seseorang yaitu dari faktor fisik dan psikis.

a. Faktor Fisik

Berikut beberapa faktor fisik yang berpengaruh pada emosi :

1. Kelelahan berlebihan

Bila seseorang bekerja dan kurang isitirahat maka akan membuatnya mudah untuk kelelahan.

Dalam situasi seperit ini maka mereka akan memiliki kecenderungan untuk mudah marah dan terseinggung serta menjadi penyebab utama kondisi fisik seseorang rentan terhadap somatisasi.

2. Zat tertentu yang menyebabkan kemarahan

Bila otak kekurangan zat asam maka orang tersebut memiliki kecenderungan mudah untuk marah.

b. Faktor Psikis

Faktor Psikis dapat menimbulkan kemarahan terkait dengan kepribadian seseorang terutama hal yang berhubungan dengan self concept yang salah.

Self concept yang salah ini dapat membuat kepribadian seseorang menjadi tidak seimbang dan tidak matang.

Hal ini dikarenakan individu menilai dirinya berbeda dengan kenyataan yang ada.

Beberapa self concept yang salah dapat terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu

  • Rasa rendah diri (Minderwaardigheid Complex) yaitu menilai dirinya sendiri lebih rendah dari yang sebenarnya.
  • Sombong (Superiority Complex) yaitu menilai dirinya sangat penting melebihi kenyataan yang ada.
  • Egoistis atau terlalu mementingkan dirinya sendiri dan menilai dirinya sangat penting dari kenyataan yang sebenarnya.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Manajemen Emosi dan Cara Mengelola Emosional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *