pengertian manajemen konflik

Pengertian Manajemen Konflik, Tujuan, dan Gaya Manajemen Konflik

Posted on

Pengertian manajemen konflik adalah cara untuk mengidentifikasi dan menangani konflik secara adil dan efisien.

Terjadinya konflik di dalam perusahaan adalah hal yang lumrah terjadi di tempat kerja dan penting setiap orang harus memahami dan menyelesaikannya.

Setiap orang harus selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa mereka sangat berharga bagi perusahaan tempat mereka bekerja sehingga dapat menimbulkan perselisihan di satu sama lainnya.

Baca juga | Pengertian manajemen Risiko, Tahapan, Tujuan dan Jenis-Jenisnya

Pengertian manajemen konflik menurut para ahli

manajemen konflik

Untuk dapat memahami tentang definisi dan pengertian manajemen konflik sebaiknya kita dapat merujuk kepada beberapa pendapat para ahli.

Berikut adalah beberapa pengertian manajemen konflik menurut para ahli :

Howard Ross (1993: 7)

Menurut Howard Ross, Pengertian manajemen konflik adalah langkah-langkah yang di ambil oleh pihak ke tiga atau para pelaku untuk mengarahkan perselisihan kepada hasil tertentu yang memungkinkan atau tidak memungkinkan untuk menghasilkan akhir berupa penyelesaian konflik atau tidak menghasilkan hal positif atau mufakat.

Minnery (1980: 220)

Minnery menyatakan bahwa pengertian manajemen konflik adalah sebuah proses yang mirip dengan proses perencanaan kota.

Dia berpendapat bahwa selama proses manajemen konflik memiliki konteks yang sama dengan perencanaan kota dimana melibatkan perencana sebagai tokoh yang mengelolal konflik baik sebagai partisipan atau pihak ke tiga.

Proses manajemen konflik bersifat iteratif yang berarti pendekatan manajemen konflik secara terus menerus akan mengalami penyempurnaan hingga mencapai model yang ideal.

Tujuan manajemen konflik

tujuan manajemen konflik

Terjadinya konflik bisa dikarenakan setiap individu memliki beragam pendapat, minat, pemikiran dan mereka tidak mau berkompromi satu sama lainnya.

Konflik ini bisa menyebabkan ketegangan antar individu, rusaknya reputasi, perkelahian yang tidak pernah dapat mencari solusi dari permasalahan.

Berikut beberapa tujuan manajemen konflik :

1. Meningkatkan produktivitas karyawan

Dengan adanya manajemen konflik akan menghindari terjadinya konflik hingga batas tertentu dengan demikian akan mengurangi tekanan dan ketegangan karyawan.

Setiap individu akan termotivasi dan mereka akan bekerja dengan suasana yang menyenangkan dan menantang.

Untuk mengurangi terjadinya konflik, sebelum menjalankan sebuah ide maka sebaiknya diskusikan dengan semua orang dan jangan sampai ada yang terabaikan.

Dengan cara ini maka setiap karyawan akan merasa bahwa mereka diperlukan dan dapat berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan.

Hal ini akan membuat karyawan tidak akan membawa ketegangan mereka kembali ke rumah dan bila mereka bertengkar dengan rekan kerja di kantor tentunya mereka akan merasa tidak nyaman ketika berada di rumah.

Produktivitas karyawan tidak akan pernah tercapai dengan maksimal bila terjadi konflik yang berkepanjangan didalam perusahaan.

Oleh sebab itu, tim manajemen harus mampu untuk mengendalikan dan mencegah terjadinya konflik antar karyawan di dalam perusahaan.

2. Membantu menemukan jalan tengah dari konflik yang terjadi

Setiap permasalahan didalam perusahaan harus segerra diatasi pada waktu yang tepat untuk mencegah terjadinya konflik dan dampak negatif selanjutnya.

Dengan kemampuan manajemen konflik, maka seseorang akan mencari inti dari peremasalahan yang dikhawatirkan dan dapat menyebabkan masalah yang besar kemudian mereka mencoba untuk menyelesaikannya dengan secepatnya.

3. Mencegah terjadinya konflik terjadi

Tujuan manajemen konflik paling utama adalah mencegah terjadinya konflik atnar karyawan di tempat kerja sehingga karyawan dapat berkonsentrasi melakukan pekerjaan mereka.

Semua isu yang dapat mengakibatkan konflik harus dikelola dan dikendalikan secara tepat sehingga dapat mencegah terjadinya pertekaran yang besar.

Setiap pemimpin tim harus dapat memastikan peran dan tanggung jawab setiap karyawan dengan jelas.

Manfaat manajemen konflik

contoh manajemen konflik

Setelah kita membahas tentang pengertian dan tujuan dari manajemen konflik, lalu apakah manfaat perusahaan menerapkan manajemen konflik.

Berikut beberapa manfaat manajemen konflik :

1. Sarana untuk mengevaluasi sistem

Sebuah perusahaan tidak akan bisa melakukan evaluasi keefektifan sistem bila tidak terjadi konflik di dalam perusahaan.

Ketika terjadi konflik yang konstruktif dapat membantu perusahaan untuk melakukan identifikasi apakah sistem yang ada telah berjalan dengan efektif atau membutuhkan perbaikan.

2. Mengembangkan kompetensi

Penerapan manajemen konflik yang tepat dan didukung strategi atau sistem yang baik maka akan membantu perusahaan untuk mengembangkan kompetensinya terutama kompetensi non teknis.

Dengan adanya manajemen konflik akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menangani konflik internal sehingga ikatan perusahaan akan semakin kuat.

3. Pemecahan masalah yang lebih baik

Terkadang solusi terbaik akan muncul dari perbedaan pendapat yang melibatkan banyak perspektif.

Sudut padang yang berbeda terkadang menyebabkan gesekan atau bahkan konflik antar karyawan secara langsung.

Apabila perdebatan ini dapat di lakukan dengan tepat dan setiap orang dapat dengan nyaman mengeluarkan pandangan mereka, maka hal ini dapat menghasilkan lebih banyak ide dan banyak peluang yang bisa diterapkan.

Baca juga | Strategi Manajemen Risiko Perusahaan yang Efektif

Gaya manajemen konflik

gaya manajemen konflik

Menurut Kenneth W Thomas dan Ralph H. Kilmann, ada lima gaya manajemen konflik untuk merespon dan menyelesaikan konflik

1. Menampung (accommodating)

Cara ini digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dengan menampung pendapat semua pihak yang terlibat didalam konflik.

Dengan pengumpulan pendapat dari pihak yang memiliki konflik maka perusahaan akan mencari solusi yang tepat dan mengutamakan kepentingan pihak tertentu yang berkonflik.

Ketika melakukan akomodasi biasanya individu akan mengorbankan kepentingannya sendiri untuk memuaskan kepentingan orang lain.

Menghindari (Avoiding)

Menghindari masalah merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk penyelesaian konflik.

Jenis penyelesaian konflik seperti ini tidak membantu anggota karyawan lain untuk mencapai tujuan mereka dan tidak membantu tim manajemen menghindari masalah.

Gaya manajemen konflik ini dapat dikatakan tidak peduli dengan konflik yang sedang terjadi.

Namun cara ini sangat efektif untuk menyelesaikan masalah yang tidak penting.

Kolaborasi (Collaborating)

Kolaborasi merupakan cara penyelesaian konflik dengan bermitra untuk memperoleh hasil yang dapat memuaskan semua pihak yang berkonflik.

Cara ini merupakan cara para manajer untuk menghindari dari perpektif menang kalah atau win win.

Dalam gaya manajemen konflik ini, semua pihak yang berkonflik berkolaborasi untuk memenuhi kepentingan masing-masing sehingga dapat memuaskan kedua belah pihak.

Hal ini sangat efektif untuk menghadapi konflik yang sangat komplek dan memerlukan untuk menemukan solusi baru.

Bersaing (Competing)

Cara penyelesain konflik ini juga bisa disebut dengan penyelesaian menang dan kalah.

Pada saat bersaing, setiap individu yang berkonflik harus memperjuangkan kepentingannya dengan dengan mengorbankan individu lainnya.

Dia dapat menggunakan kekuasaan untuk memenangkan konflik yang timbul

Cara penyelesain konflik ini mungkin dapat mengorbankan karyawan lain dan pendekatan cara ini dapat dilakukan ketika dalam keadaan darurat dan waktu mendesak.

Kompromi (Compromising)

Dalam gaya manajemen konfik ini tidak akan ada individu yang menang atau kalah karena kedua belah pihak tidak akan mencapai apa yang mereka inginkan.

Gaya manajemen konflik jenis kompromi membutuhkan ketegasan dan kerja sama.

Ketika berkompromi, seseorang yang memiliki tujuan untuk menemukan pemecahan permasalah secara bijak dan dapat diterima serta memuaskan kedua belah pihak.

Jenis kompromi sangat tepat untuk digunakan pada konflik yang membutuhkan solusi sementara atau kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama pentingnya.

Baca juga | Macam-Macam Resiko Usaha Dalam Manajemen Resiko

Kesimpulan

Terjadinya konflik didalam perusahaan atau organisasi memang tidak bisa di hindari.

Oleh sebab itu, bila terjadi potensi konflik atau timbul konflik haruslah dikelola dengan tepat sehingga dapat dijadikan alat bagi perusahaan untuk beradaptasi atas perubahan.

Tim manajemen harus cepat dalam mengambil sikap karena bila konflik tersebut tidak segera diatas dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan perusahaan.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Manajemen Konflik, Tujuan, dan Gaya Manajemen Konflik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *