pengertian manajemen laba

Pengertian Manajemen Laba Adalah, Bentuk dan Klasifikasi

Posted on

Pengertian Manajemen Laba – Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengukur kinerja perusahan sebagai landasan keputusan bisnis adalah laba perusahaan.

Pengertian Manajemen Laba Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian manajemen laba menurut para ahli :

Widyaningdyah (2001; 92)

Widyaningdyah membagi pengertian manajemen laba menjadi 2 (dua), yaitu :

Pengertian manajemen laba secara sempit adalah perilaku manajer untuk “bermain” dengan komponen discretionary accruals dalam menentukan besarnya laba.

Sedangkan definisi manajemen laba secara luas adalah tindakan manajer untuk meningkatkan atau mengurangi laba yang dilaporkan saat ini atas uni dimana manajer bertanggung jawab tanpa mengakibatkan peningkatan atau penurunan profitabilitas ekonomis jangka panjang.

Healy dan Wahlen (1999: 368)

Menurut Healy dan Wahlen, pengertian manajemen laba adalah manajemen untuk mengambil keputusan oleh manajemen dalam hal pelaporan keuangan dan mengelola transaksi.

Dipandang dari sudut pandang penetap standar, manajemen laba dapat terjadi bila manajer menggunakan keputusan tertentu dalam pelaporan keuangan dan mengubah transaksi menjadi laporan keuangan.

Assih dan Gundono (2000: 37)

Manajemen laba atau earning management adalah sebuah proses yang dengan sengaja dijalankan pada batasan General Accepted Accounting Pincipples (GAAP) yang ditujukan kepada tingkat yang diharapkan atas laba yang dilaporkan.

Merchan (1989)

Menurut Merchan, pengertian manajemen laba adalah tindakan yagn dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk memepngaruhi laba yang dilaporkan yang biasanya untuk memberikan informasi terkait keuntungan ekonomis yang sesungguhnya dialamioleh perusahaan dan dalam jangka panjang tindakan tersebut dapat merugikan perusahaan.

Baca juga | Pengertian Manajemen Keuangan, Tujuan Dan Prinsip-prinsip Dasarnya

Bentuk Manajemen Laba

Berikut adalah bentuk-bentuk pengaturan laba menurut Scott (2003: 383), yaitu :

1. Taking a Bath

Taking a bath atau sering disebut dengan big baths dapat terjadi pada periode dimana ada tekanan pada organisasi atau reorginasi seperti pergantian direksi.

Apabila teknik ini diterapkan maka biaya pada periode mendatang akan diakui sebagai periode berjalan.

Hal ini dilakukan bila kondisi tidak dapat dihindari dan tidak menguntungkan.

Dan hal ini juga dapat berakibat laba pada periode yang mendatang akan menjadi tinggi walau kondisi tidak menguntungkan.

2. Income minimization

Pola untuk meminimalkan laba dapat dilakukan karena adanya motif politik atau motif untuk mengurangi jumlah pajak.

Cara ini dilakukan saat perusahaan mendapatkan profitabilitas yang tingg dengan tujuan agar tidak mendapat perhatian politis.

Kebijakan yang diambil ini dapat berbentuk penghapusan (write off) atas barang modal dan aktiva tidak berwujud, pembebanan pengeluaran iklan, riset dan pengembangan dengan cepat.

3. Income Maximization

Tujuan dari Income Maximization atau memaksimalkan laba adalah untuk mendapatkan bonus yang lebih besar dan hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya pelanggaran kontrak hutang jangka panjang (debt covenant).

4. Income Smoothing

Secara umum, perusahaan akan memilih untuk melaporkan tren pertumbuhan laba yang stabil dibandingkan dengan menunjukkan perubahan laba yang meningkat atau menurun secara drastis.

5. Timing Revenue dan Expenses Recognation

Bentuk manajemen laba ini dijalankan untuk membuat kebijakan tertentu yang terkait dengan timing transaksi seperti pengakuan prematur atas pendapatan.

Baca juga | Manajemen Aset Adalah : Pengertian, Tujuan dan Siklus

Klasifikasi Manajemen Laba

Menurut Sastradipraja (2010: 33), klasifikasi manajemen laba data dibagi sebagai berikut :

Cosmetic Earning Management

Cosmetic Earning Management dapat terjadi bila manajer memanipulasi akrual yang tidak memiliki konsekuensi cash flow.

Teknik ini adalah hasil dari kebebasan dalam akuntansi akrual dimana akuntansi akrual ini memerlukan estimasi dan pertimbangan yang berakibat manajer memiliki kebebasan dalam menentukan kebijakan akuntansi.

Walau kebebasan ini dapat memberikan kesempatan pada manajer untuk menggambarkan kegiatan perusahaan yang informatif tetapi kebebasan ini dapat mereka mempercantik laporan keuangan dan mengelola pendapatan.

Real Earning Management

Real Earning Management dapat terjadi bila manajer melakukan kegiatan dengan konsekuensi cash flow.

Teknik ini dapat lebih bermasalah dibandingkan dengan cosmetic earning management karena dapat menggambarkan keputusan usaha yang sering mengurangi kekayaan pemegang saham.

Baca juga | Manajemen Personalia Adalah, Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Manfaat

Teknik Manajemen Laba

Menurut Asyik (2000: 23), terdapat 3 (tiga) teknik manajemen laba yaitu :

1. Perubahan Metode Akuntansi

Manajemen merubah metode akuntansi yang berbeda dengan metode sebelumnya sehingga bisa meningkatkan atau menurunkan jumlah laba.

Metode akuntansi ini dapat memberikan peluang untuk manajemen mencatat fakta tertentu dengan cara berbeda, seperti :

  • Mengubah metode depresiasi aktiva tetap dari jumlah angka tahun ke metode depresiasi garis lurus.
  • Mengubah periode depresiasi
2. Memainkan kebijakan perkiraan akuntansi

Manajemen dapat mempengaruhi laporan keuangan dengan memainkan kebijakan perkiraan akuntansi.

Hal ini dapat memberikan peluang kepada manajemen untuk melibatkan subjektivitas dalam menyusun estimasi, seperti :

  • Kebijakan terkait dengan perkiraan jumlah piutang tidak tertagih
  • Sebuah kebijakan terkait dengan perkiraan biaya garansi
  • Kebijakan terkait dengan perkiraan terhadap proses pengadilan yang belum terputuskan.
3. Menggeser periode biaya atau pendapatan

Manajemen dapat menggeser periode biaya atau pendapatan yang sering dikatakan sebagai manipulasi keputusan operasional, seperti :

  • Mempercepat atau menunda pengeluaran untuk penelitian dan mengembangkan hingga peride berikutnya.
  • Mempercepat atau menunda pengeluaran promosi hingga periode berikutnya
  • Kerjasama dengan vendor dalam rangka mempercepat atau menunda pengiriman tagihan hingga periode akuntansi berikutnya.
  • Mengatur penjualan aktiva tetap yang sudah tidak digunakan.

Baca juga | Pengertian Manajemen Perusahaan Adalah, Tujuan dan Fungsi

Alasan di Lakukan Manajemen Laba

Terdapat berbagai alasan perusahaan melakukan manajemen laba, diantaranya adalah :

  • Manajemen laba dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap manajer karena manajemen laba terkait dengan tingkat perolehan laba atau prestasi suatu perusahaan.
  • Adanya manajemen laba ini dapat memperbaiki hubungan dengan pihak kreditor.
  • Manajemen dapat menarik banyak investor untuk menanamkan modalnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Laba

Menurut Watt dan Zimmerman terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi manajemen laba :

  • Hipotesi Bonus Plan : perusahaan yang memiliki bonus plan cenderung memanfaatkan metode akuntansi yang dapat meningkatkan pendapatan saat ini
  • Debt to Equity Hypothesis : perusahaan yang memiliki debt to equity yang besar maka manajemen perusahaan akan cenderung memanfaatkan metode akuntansi yang akan meningkatkan laba.
  • Political Cost Hypothesis : perusahaan besar yang aktivitasnya menyentuh sebagian besar masyarakat akan cenderung mengurangi laba yang dilaporkan.

Baca juga | Manajemen Konstruksi Adalah, Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Peran

Metode Manajemen Laba

Menurut Subramanyam dan Wild (2010 : 133-134), manajemen laba memiliki 2 (dua) metode :

1. Metode Pemindahan Laba

Pemindahan laba adalah manajemen laba dengan cara memindahkan laba dari satu periode ke periode lainnya.

Metode pemindahan laba ini dilakukan dengan cara mempercepat atau menunda pengakuan pendapatan atau beban.

Bentuk manajemen laba ini dapat menyebabkan dampak pembalik pada satu atau beberapa peride dimasa mendatang.

Untuk alasan inilah, pemindahan laba ini dapat dimanfaatkan untuk perataan laba.

2. Manajemen Laba dengan Klasifikasi

Laba dapat ditentukan dengan cara mengklasifikasikan beban dan pendapatan pada bagian tertentu laporan laba rugi.

Bentuk umum dari manajemen laba dengan klasifikasi adalah dengan memindahkan beban di bawah garis atau melaporkan beban pada pos luar biasa dan tidak berulang sehingga tidak dianggap penting oleh analis.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Pengertian Manajemen Laba Adalah, Bentuk dan Klasifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *