pengertian manajemen resiko

Pengertian manajemen Risiko, Tahapan, Tujuan dan Jenis-Jenisnya

Posted on

Pengertian manajemen risiko – Dalam menjalankan bisnis tentunya kita tidak akan pernah terlepas dari menghadapi risiko yang tidak terduga seperti, bencana alam, pencurian, kerugian, dll.

Tentunya hal ini dapat merugikan bisnis anda atau bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan usaha anda.

Disinilah pentingnya manajemen risiko untuk mempersiapkan usaha anda dari hal yang tidak terduga dan meminimalisasi risiko dan biaya tambahan sebelum terjadi.

Dengan mempertimbangkan potensi risiko sebelum terjadi dengan membuat rencana manajemen risiko tentunya dapat melindungi masa depan usaha anda.

Baca juga | Pengertian Manajemen, Fungsi Manajeman Serta Unsur Manajemen

Pengertian manajemen risiko

pengertian manajemen risiko

Apa itu pengertian manajemen risiko ?

Definisi manajemen risiko adalah proses untuk mengidentifkasi kemungkinan, mengukur risiko dan membuat strategi untuk mengelola risiko sebelum terjadi.

Dengan manajemen risiko maka memungkinkan pemilik bisnis untuk mengatur prosedur untuk menghindari risiko tersebut dan meminimalisasi dampak negatifnya serta mengatasinya.

Oleh sebab itu sebuah bisnis harus membuat evaluasi yang realistis tentang potensi risiko dan merencanankan dengan tepat.

Baca juga | Pengertian Manajemen Pemasaran, Tujuan Dan Fungsinya

Tahapan manajemen risiko

manajemen resiko adalah

1. Identifikasi risiko

Tahapan ini merupakan tahapan mengidentifikasi kemungkinan risiko yang terjadi atas aktivitas usaha. Membuat identifikasi risiko yang akurat merupakan tahapan paling penting dalam manajemen risiko.

Pada tahapan identifikasi risiko, anda dapat membuat daftar kemungkinan risiko yang dapat terjadi sebanyak mungkin.

Beberapa cara yang dapat anda gunakan untuk mengidentifikasi risiko diantaranya :

  • Survey
  • Wawancara
  • Brainstroming
  • Informasi
  • Dll

2. Menganalisa risiko

Tahapan selanjutnya setelah anda melakukan identifikasi risiko adalah melakukan analisa risiko dengan cara melihat melihat kemungkinan risiko tersebut terjadi dan besarnya kerugian yang ditimbulkan.

Dengan mengukur risiko tersebut maka anda bisa mengetahui cara untuk mengatasinya risiko tersebut atau meminimalisai potensi risiko tersebut terjadi.

Untuk menentukan kemungkinan risiko terjadi memang tergolong subyektif dan lebih berdasarkan pada pengalaman dan intuisi.

Walaupun beberapa risiko dapat diukur tapi memastikan potensi risiko terjadi terbilang sangat sulit.

Sehingga pada tahapan ini sangat penting untuk menentukan risiko yang paling berpotensi terjadi sehingga kita dapat menentukan risiko yang akan diprioritaskan dalam manajemen risiko.

3. Pengelolaan risiko

“Mau tidak mau” sebuah bisnis akan selalu berhadapan dengan risiko karena risiko merupakan bagian dari bisnis

Hal yang yang dapat dilakukan oleh pebisnis adalah mengelola meminimalisasi terjadinya risiko tersebut.

Beberapa cara mengelola risiko :

  • Risk avoidance / Risk Mitigation : tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan potesni risiko. Ketika anda harus melakukan kegiatan tersebut maka anda harus mempertimbangkan potensi keuntungan atau kerugian yang dapat ditimbulkan.
  • Risk reduction : cara untuk mengurangi potensi terjadi risiko atau mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari sebuah risiko.
  • Risk transfer : memindahkan risiko kepada pihak lain misalkan melalui kontrak asuransi.
  • Risk defferal : ketika anda menghadapi potensi risiko yang tidak konstan maka sebaiknya anda menunda untuk menjalankan sebuah kegiatan hingga saat potensi risiko tersebut memiliki kemunginan yang kecil terjadi.
  • Risk retention : walau beberapa risiko dapat dihilangkan atau dikurangi tapi beberapa risiko tidak bisa dikurangi atau dihilangkan sehingga harus tetap dihadapi sebagai bagian dari kegiatan usaha.

4. Penerapan manajemen risiko

Setelah kita menjalankan tahapan-tahapan manajemen risiko diatas maka langkah selanjutnya adalah implementasi manajemen risiko yang sudah direncanakan.

5. Melakukan evaluasi

Setelah anda mengidentifikasi, menganalisa dan mengimplemenasikan manajemen risiko maka hal yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan evaluasi terhadap manajemen risiko yang telah dilaksanakan.

Melakukan evaluasi dan monitering risiko sangatlah penting, mulai dari tahapan identifikasi hingga implementasi risiko.

Dengan monitoring dan evaluasi ini maka andabisa mengetahui keefektipan sebuah strategi dalam merespon risiko yang terjadi.

Sehingga ketika risiko tersebut terjadi kembal maka anda dapat merespon dengan cepat untuk mengatasinya.

Baca juga | Fungsi Manajemen Keuangan Dalam Perusahaan yang Harus Diketahui

Tujuan manajemen risiko

arti manajemen resiko

Berikut adalah beberapa tujuan manajemen risiko :

  • Menganalisis dan mengelola semua risiko (keuangan, manusia, sistem informasi, risiko strategis) untuk menghindari efek segmentasi vertikal dan semua dampak potensial dari risiko tersebut (dampak keuangan dan non-keuangan seperti reputasi, pengetahua).
  • Mengingatkan Dewan Eksekutif tentang potensi terjadinya risiko dan risiko utama yang dianggap tidak dapat diterima.
  • Mengusulkan dan mengkoordinasikan peluncuran rencana tindakan yang dirancang untuk mengurangi atau mengubah profil risikoini.
  • Membantu penyebaran praktik terbaik dan budaya manajemen risiko dalam FRR.
  • Memberikan pendapat independen kepada Dewan Eksekutif tentang indeks manajemen yang dipilih oleh Divisi Keuangan Dana untuk manajemennya sendiri.
  • Mengusulkan atau memvalidasi ambang risiko berdasarkan jenis risiko utama atau bidang kegiatan.

Jenis-jenis manajemen risiko

definisi manajemen risiko

Dalam menjalankan bisnis tentunya kita akan selalu dihadapkan oleh berbagai macam risiko yang dapat menyebabkan kerugian bahkan kebangkrutan.

Oleh sebab itu sudah seharusnya setiap perusahaan memiliki manajemen risiko yang baik untuk mengatasi risiko tersebut secara sistematis.

Berikut adalah jenis-jenis manajemen risiko :

1. Manajemen risiko strategis

Hampir semua orang tahu bahwa sebuah bisnis yang sukses membutuhkan rencana bisnis yang matang dan komprehensif.

Namun pada kenyataannya sebuah rencana yang matang terkadang bisa berubah dengan sangat cepat karena banyak hal.

Disinilah pentingnya manajemen risiko strategis untuk membantu pengambilan keputusan yang diakibatkan kondisi yang terduga sehingga membuat perencanaan bisnis tidak berjalan dengan baik.

Beberapa kondisi yang dapat membuat rencana bisnis tidak berjalan baik diantaranya perubahan teknologi, munculnya pesaing baru, kenaikan harga bahan baku, dll.

2. Manajemen risiko operasional

Banyak orang menilai bahwa risiko perusahaan muncul akibat dari faktor eksternal. Padahal faktor internal dalam perusahaan juga merupakan sumber risiko namun sering dilupakan.

risiko ini muncul akibat dari kegagalan tidak terduga dari operasional sehari-hari perusahaan anda sendiri seperti kesalahan karyawan, kerusakan server, mati lampu, dll.

Walaupun risiko operasional terlihat kecil dibandingkan dengan risiko strategis namun dampak yang dapat timbulkan sangat besar bagi perusahaan.

Tidak hanya biaya untuk memperbaiki permasalahan tersebut tapi risiko operasional dapat berpengaruh pada operasional perusahaan secara keseluruhan.

Tentunya ini dapat membuat jalannya perusahaan akan terhambat.

3. Manajemen risiko keuangan

Dampak utama yang timbulkan dari dampak risiko adalah dampak keuangan perusahaan karena adanya biaya tambahan atau kehilangan pendapatan.

Akan tetapi risiko keuangan ini lebih mengacu pada uang yang mengalir masuk dan keluar dari bisnis anda dan memiliki potensi kerugian finansial.

Untuk mengelola risiko keuangan ini maka perusahaan harus membentuk tim manajemen risiko keuangan.

Oleh sebab itu tim manajemen risiko keuangan merupakan bagian penting dari sebuah perusahaan karena akuntan akan selalu mempertimbangkan berbagai potensi risiko yang berkaitan dengan keuangan.

Beberapa risiko keuangan :

  • Risiko pasar : Jenis risiko ini muncul akibat pergerakan harga saham, suku bunga danbanyak penyebab lainnya.
  • Risiko kredit : jenis risiko ini timbul akibat perusahaan atau seseorang gagal dalam memenuhi kewajiban terhadap pihak ketiga.
  • Likuiditas : jenis risiko ini hadir diakibatkan oleh ketidakmampuan dalam menjalankan transaksi seperti ketidakmampuan penjual untuk mencukupi pesanan.
  • Operasional : risiko yang timbul akibat dari kegagalan operasional seperti kegagalan teknis. Contohnya risiko penipuan karena kurangnya kontrol.
  • Risiko hukum : jenis risiko keuangan ini muncuk akibat dari batasan hukum seperti tuntutan hukum sehingga pe rusahaan mengalami kerugian finansial.

4. Manajemen risiko reputasi

Didalam dunia bisnis, reputasi perusahaan merupakan bagian penting yang tidak mungkin terpisahkan dari perusahaan.

Bayangkan saja reputasi perusahaan telah rusak dan tidak lagi di percaya oleh pelanggan. Tentunya ini dapat membuat anda kehilangan pelanggan karena mereka khawatir dan ragu untuk bertransaksi dengan perusahaan anda.

Dampak buruk dari rusaknya reputasi perusahaan yang berpengaruh terhadap penurunan mental karyawan dan membuat karyawan meninggalkan perusahaan.

Beberapa kasus diatas dapat menunjukkan pentingnya manajemen risiko reputasi.

5. Manajemen risiko kepatuhan

Apakah bisnis anda telah mematuhi segala peraturan dan undang-undang yang berlaku ?
Saya berharap bisnis anda telah mematuhi segala peraturan dan undang-undang yang berlaku saat ini.

Namun permasalahan akan timbul akibat perubahan peraturan atau perundangan setiap waktu dan anda akan selalu memiliki risiko untuk menghadapinya dimasa depan.

Baik bisnis anda belum berkembang ataupun sudah berkembang, anda masih memiliki potensi menghadapi risiko kepatuhan dengan memperluas bisnis anda.

Disinilah manejemn risiko kepatuhan berperan untuk menjaga agar perusahaan anda tetap terkelola dan berjalan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang ada.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Pengertian manajemen risiko, Tahapan dan tujuannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *