pengertian manajemen secara umum

Pengertian Manajemen, Fungsi Manajeman Serta Unsur Manajemen

Posted on

Pengertian manajemen secara umum adalah administrasi dalam organisasi baik dalam bentuk bentuk bisnis, nirlaba atau badan pemerintahan. Manajemen dapat meliputi aktivitas pengaturan strategi sebuah organisasi dan pengkordinasian karyawan atau sukarelawan untuk mencapai tujuan.

Dengan kata lain manajemen dapat di definisikan sebagai proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi dalam mencapai tujuan seperti menyusun rencana, membangun organisasi maupun pengorganisasian, pergerakan serta pengawasan dan pengendalian dengan cara bekerja sama dengan tim.

Berdasarkan pengertian manajemen diatas maka dapat di simpulkan bahwa definisi manajemen adalah sebuah ilmu yang sistematis untuk memahami mengapa dan mengapa manusia dapat saling bekerja sama agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Pengertian manajemen berdasarkan etimologi

pengertian manajemen secara umum

Manajemen merupakan kata yang berasal dari bahasa Prancis kuno yaitu menagement yang dapat di artikan seni melaksanakan serta mengatur.

Mengapa manajemen itu disamakan dengan seni ?

Pengertian seni adalah segala yang diciptakan oleh manusia dan mengandung keindahan sehingga mampu membangkitkan perasaan orang lain.

Dengan mengetahui tentang definisi seni tersebut tentunya anda telah memperoleh gambaran mengenai hubungan ilmu manajemen dengan seni.

Secara garis besarnya hubungan seni dengan manajemen adalah manajemen bertujuan untuk menciptakan sesuatu menjadi teratur yang sebelumnya belum teratur. Tentunya ini akan membangkitkan perasaan tiap karyawan untuk berkerja sama.

Dengan demikian ilmu manajemen dapat mengajarkan tentang proses untuk mendapatkan tujuan organisasi secara bersama.

Ilmu manajemen juga mengajarkan tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi secara bersama.

Seseorang yang merumuskan dan melaksanakan manajemen di sebut dengan manajer.

Baca juga | Definisi Manajemen Waktu Serta Fungsi, Manfaat Dan Tujuan

Pengertian manajemen menurut para ahli

pengertian manajemen

Banyak para ahli ilmu manajemen yang menjelaskan tentang definisi atau pengertian manajemen. Pendapat para ahli manajemen ini dapat kita jadikan sebagai panduan untuk membantu kita memahami ilmu manajemen.

Berikut adalah 3 (tiga) contoh pengertian manajemen menurut para ahli

1. Mary Parker Follet

Pengertian manajemen menurut Mary Parker Follet adalah sebuah seni dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan melalui orang lain.

Berdasarkan dari penjelasan tersebut maka tugas seorang manajer adalah mengarahkan dan mengatur orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

2. George R Terry

Pengertian manajemen menurut George R Terry adalah sebuah proses khas yang terdiri dari tindakan seperti perencanaan pengorganisasian, menggerakkan serta pengawasan

Semua tidakan itu dilakukan untuk mencapai tujuan ataupun sasaran yang ingin dicapai dengan menggunakan sumber daya yang ada seperti manusia dan sumber daya lainnya.

3. Renville Siagian

Pengertian manajemen menurut Renville Siagian adalah salah satu bidang usaha yang bergerak dalam bidng jasa pelayanan yang dijalankan oleh tanaga terlatih dan berpengalaman.

4. Lawrence A Appley

Definisi manajemen adalah sebuah seni untuk mencapai tujuan tertentu yang dilakukan oleh orang lain / usaha orang lain.

5. James A F Stoner

Definisi manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian anggota organisasi tersebut serta penggunaan sumber daya yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Baca juga | Pengertian Manajemen Keuangan, Tujuan Dan Prinsip-prinsip Dasarnya

Sejarah manajemen

sejarah manajemen

Terdapat 2 (dua) kejadian penting bagi perkembangan ilmu manajemen pada abad ke-20 . Peristiwa pertama yang terjadi pada tahun 1776 yaitu pada saat Adam Smith menerbitkan buku The Wealth of Nation.

Adam Smith mengatakan bahwa keunggulan bisa diperoleh perusahaan dengan pembagian divisi kerja (division of labor) atau perincian pekerjaan dalam tugas khusus.

Adam Smith sendiri mengambil contoh dari pabrik peniti yang mempekerjakan sepuluh orang dan masing-masing pekerja melakukan pekerjaan yang spesifik.

Peristiawa penting kedua bagi ilmu manajemen adalah revolusi industri di Inggris. Ketika revolusi industri ini mulai banyak tenaga manusia yang tergantikan oleh penggunaan mesin.

Hal ini berdampak pada kegiatan produksi dari rumah menuju lokasi pabrik. Tentunya hal ini membuat pemiliki usaha membutuhkan solusi untuk membantu mereka.

Mereka mencari cara agar mereka menjalankan beberapa pekerjaan seperti menghitung permintaan, memastikan ketersediaan bahan baku, serta menugaskan seseorang untuk mengarahkan karyawan.

Dari sinilah Ilmu manajemen mulai di kembangkan oleh ahli-ahli.

Baca juga | Macam-Macam Manajemen Serta Penjelasannya Secara Singkat

Fungsi manajemen

fungsi manajemen poac

Pada umumnya fungsi manajemen menurut para ahli memiliki banyak persamaan. Fungsi manajemen secara umum dapat di bagi menjadi 4 (empat) fungsi, yaitu :

1. Fungsi manajemen Planning (Perencanaan)

Fungsi manajemen Planning atau perencanaan adalah kegiatan untuk menetapkan tujuan perusahaan dan menyusun strategi untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

Tugas manajer dalam perencanaan harus mampu mengkaji dan mengevaluasi semua rencana sebelum keputusan di ambil.

Manajer akan memilih rencana yang paling tepat untuk mencapai tujuan perusahaan.

Hal ini dikarenakan perencanaan merupakan pondasi utama yang sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan.

Pembagian level perencanaan dalam fungsi manajemen :

Top Level Planning ( Perencanaan Level Atas) : perencanaan pada tahapan ini memiliki sifat yang strategis. Pada Top Level Planning menitik beratkan kepada tujuan jangka panjang organisasi serta tanggung jawab manajemen atas.

Middle Level Planning (Perencanaan Tahap Menengah) : Pada tahapan menengah ini, perencanaan bersifat adminitratif yang menekankan pada strategi yang dilakukan untuk mencapai sasaran yang sudah ditetapkan dalam perencanaan. Middle Level Planning di buat untuk manajemen menengah.

Low Level Planning (Perencanaan Level Bawah) : perencanan pada tahapan ini bersifat operasional perusahaan dan di fokuskan pada cara untuk menghasilkan. Orang yang paling bertanggung jawab dalam Low Level Planning adalah manajemen pelaksana.

Beberapa kegiatan yang harus dilakukan dalam perencanaan :

  • Menentukan tujuan dan target
  • Menyusun strategi atau cara untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan
  • Mempersiapkan sumber daya yang di butuhkan
  • Menentukan standar tujuan atau sasaran yang akan dicapai

Perencanaan yang baik harus memenuhi beberapa syarat berikut :

  • Harus memiliki tujuan yang jelas
  • Simple sehingga tidak sulit untuk di jalankan
  • Terdapat analisa pekerjaan yang akan di lakukan
  • Harus fleksibel dan dapat mengikuti perkembangan
  • Memiliki keselarasan antara tanggung jawab dengan tujuan
  • Planning harus dapat dipergunakan secara efektif dan efisien

Manfaat dari planning (perencanaan)

  • Dapat menjadikan tugas yang di berikan dapat dilaksanakan dengan tepat dan terorganisir
  • Menghindari kesalahan yang dapat terjadi
  • Mempermudah pengawasan
  • Dapat di jadikan sebagai panduan dasar dalam menjalankan pekerjaan.
2. Organizing (Pengorganisasian)

Fungsi manajemen selanjutnya adalah pengorganisasian atau Organizing yang dapat di artikan sebagai kegiatan pengaturan sumber daya manusia dan sumber daya fisik yang di miliki perusahaan yang di gunakankan untuk menjalankan rencana untuk mencapai tujuan.

Perorganisasian dijalankan untuk membagi aktivitas besar menjadi aktivitas-aktivas yang kecil. Dengan fungsi manajemen pengorganisasian ini dapat mempermudah pekerjaan manajer untuk melakukan pengawasan dan juga menentukan SDM yang tepat untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut.

Kegiatan yang terdapat dalam fungsi pengorganisasian adalah :

  • Menentukan sumber daya dan menetapkan tugas serta prosedur yang di perlukan
  • Menetapkan garis wewenang dan tanggung jawab dalam struktur organisasi
  • Melakukan perekrutan, penyeleksian, pelatihan serta pengembangan sumber daya manusia
  • Menentukan posisi tenaga kerja pada posisi yang tepat

Beberapa unsur dalam pengorganisasian :

  • Mengelompokkan tenaga kerja untuk di arahkan untuk bekerja sama
  • Menjalankan kegiatan yang sudah ditetapkan
  • Kegiatan terarah untuk mencapai sasaran

Manfaat dari fungsi pengorganisasian :

  • Sangat di mungkinkan untuk di lakukan pembagian tugas-tugas karyawan sesuai dengan keadaan
  • Dapat menciptakan kemampuan khusus pada karyawan saat menjalankan tugas
  • Setiap personil yang ada dapat mengetahui tanggung jawab dan tugas yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan.
3. Directing (pengarahan)

Pengarahan atau directing merupakan tindakan yang bertujuan untuk mengusahakan agar semua kelompok kerja dapat berusaha untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan manajemen.

Pengarahan ini berfungsi untuk meningkatkan efisiensi dan juga efektifitas kerja agar maksimal dan juga menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan dinamis.

Beberapa kegiatan yang dilakukan untuk fungsi pengarahan yaitu :

  • Melakukan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan juga pemberian motivasi kepada karyawan agar dapat bekerja dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan
  • Memberikan tugas dan penjelasan mengenai pekerjaan dengan rutin.
  • Menjelaskan kebijakan yang telah di tetapkan pada saat perencanaan.
4. Controlling (pengawasan)

Controlling terhadap pekerjaan merupakan hal yang harus dilakukan agar pekerjaan dapat berjalan seiring dengan visi, misi, peraturan dan program kerja. Kontrol ini dapat dilakukan dengan pengawasan, supervisi ataupun audit.

Fungsi controlling (pengawasan) di jalankan untuk menilai kinerja yang berpatokan pada standar yang sudah di buat dan juga digunakan untuk evaluasi jika dibutuhkan.

Contoh fungsi pengawasan

  • Melakukan evaluasi keberhasilan pencapaian target dengan cara melihat tujuan yang sudah ditetapkan.
  • Dengan pengendalian ini maka dapat dilakukan koreksi atau klarifikasi jika terjadi penyimpangan
  • Memberi solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi baik pada saat perencanaan maupun pada saat pelaksanaan rencana.

Hal yang harus diperhatikan agar fungsi controling dapat berjalan dengan efektif dan efisien :

Routing (jalur), seorang manajer harus menentukan cara atau jalur untuk mengetahui titik aman ketika terjadi kesalahan

Scheduling (penetapan waktu), manajer harus dapat melakukan scheduling untuk menetapkan waktu pada saat pengawasan.

Dispatching (pelaksanaan) : controlling adalah perintah pelaksanaan terhadap pekerjaan yang bertujuan agar pekerjaan cepat selesai.

Follow up (tindak lanjut) adalah tindakan manajer untu menemukan masalah kemudian pemimpin akan mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.

Fungsi pengawasan yang baik harus di sesuaikan dengan kebutuhan sebuah perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi pengawasan.

Baca juga | Manajemen Strategi Dan Proses Manajemen Strategis

Unsur manajemen dalam fungsi manajemen

unsur unsur manajemen

Dalam menjalankan fungsi manajemen diatas maka sebuah organisasi atau perusahaan membutuhkan perangkat pembantu.

Masing-masing perangkat atau unsur tersebut saliunsurng berkaitan dan tidak bisa di pisahkan satu sama lainnya. Jika salah satu unsur manajemen tidak berjalan baik maka fungsi manajemen juga tidak dapat berjalan dengan baik juga.

Berikut adalah 6 unsur penting dalam fungsi manajemen :

1. Man (Sumber Daya Manusia)

Sumber Daya Manusia adalah unsur manajemen paling penting karena semua kegiatan di dalam perusahaan akan dijalankan oleh manusia. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan dilakukan oleh manusia.

Jika tidak terdapat Sumber daya manusia maka tidak akan pernah ada aktivitas di dalam perusahaan atau organisasi.

2. Money (Uang)

Jalannya kegiatan perusahaan atau organisasi tidak bisa dilepaskan dari biaya yang dapat di ukur dengan nilai uang.
Tersedianya uang atau modal yang memadai akan membuat manajemen dapat lebih leluasa untuk mencapai tujuan akhir dari perusahaan contohnya tujuan mencari keuntungan.

Oleh sebab itu uang merupakan hal yang harus di perhitungkan dengan tepat oleh perusahaan dalam rangka untuk mencapai tujuan.

3. Material (bahan)

Tersedianya material atau bahan baku merupakan unsur manejemen penting lainnya yang anda butuhkan. Selain membutuhkan Sumber Daya Manusia, fungsi manajemen juga membutuhkan material. Material ini dapat berupa bahan setengah jadi (raw material) atau bahan jadi..

Material merupakan hal yang di butuhkan perusahaan sebagai sarana perusahaan untuk mencapai tujuan. Oleh sebab itu Sumber daya manusia dan materi tidak dapat dipisahkan.

4. Machines (mesin)

Kegiatan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari mesin. Dengan penggunaan mesin membuat fungsi manajemen dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Selain itu mesin dapat memberikan kemudahan dan menghasilkan keuntungan lebih besar.

5. Methods (metode)

Dalam fungsi Untuk mempermudah pengelolaan dan pelaksanaan kerja maka diperlukan metode atau sering di sebut dengan Standart Operating Procedure (SOP).

Metode di gunakan sebagai cara pelaksanaan kerja dengan mempertimbangkan tujuan, waktu dan juga fasilitas yang tersedia.

Namun sebuah metode yang baik tidak akan berjalan dengan baik jika SDM yang menjalankannya tidak memiliki kemampuan dan pengalaman.

6. Market (pasar)

Unsur manajemen terakhir adalah Market atau pasar. Market atau pasar adalah unsur manajemen yang penting karena pasar merupakan tempat yang menentukan produk perusahaan dapat diminati atau tidak.

Untuk menentukan pasar harus di kaji secara mendalam agar tepat sasaran. Anda dapat melakukan segmentasi pasar dengan melihat kondisi geografis, demografi, jenis kelamin, usia, dll.

Jika hasilnya tidak sesuai dengan produk anda maka sebaiknya lakukan evaluasi kembali dan mengganti pasar atau market.

Untuk menguasai pasar maka sebaiknya produk yang dijual harus berkualitas dan sesuai dengan selera konsumen. Selain itu kita harus mempertimbangkan daya beli atau kemampuan beli konsumen.

Kesimpulan

Pengertian manajemen secara umum dapat di definisikan sebagai proses yang di lakukan untuk mencapai sasaran atau tujuan dalam organisasi dengan cara bekerja sama dalam satu tim.

Untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi maka manfaat dari manajemen adalah sebagai berikut :

  • Dapat menentukan strategi yang paling efektif dan efisien untuk mencapai sasaran yang telah di tentukan.
  • Bisa dilakukan evaluasi kerja dan kajian ulang terhadap situasi yang terjadi
  • Dapat menjaga kesehatan karyawan, keuangan perusahaan, dan sektor-sektor yang terkait dengan perusahaan.
  • Meninjau kembali kelebihan dan kelemahan perusahaan terhadap peluang dan juga ancaman.

Jadi dapat di simpulkan bahwa fungsi manajemen dapat di aplikasikan dimanapun dan kapanpun. Hampir semua kegiatan atau aktivitas membutuhkan manajemen.

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian Manajemen, Fungsi Manajeman Serta Unsur Manajemen.

Jika anda ingin bertanya tentang pembahasan di atas maka dapat ditanyakan melalui kolom komentar.

Terima kasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *