pengertian pendapatan

Pengertian Pendapatan (Revenue) Menurut Para Ahli

Posted on

Pengertian Pendapatan – satu unsur penting pada pembentukan laporan laba rugi didalam perusahaan adalah pendapatan.

Namun masih banyak orang yang masih belum mengenal istilah pendapatan karenan pendapatan dapat dikatakan sebagai revenue dan juga dapat dikatakan sebagai income.

Pada dasarnya, income dapat didefinsikan sebagai penghasilan sedangkan revenue dapat diartikan sebagai pendapatan penghasilan atau keuntungan.

Pendapatan ini sangat berpengaruh untuk seluruh kehidupan perusahaan karena semakin tinggi pendapatan perusahaan maka semakin besar juga kemampuan perusahaan tersebut untuk membiayai semua pengeluaran atau kegiatan yang akan dijalankan perusahaan.

Selain ini, pendapatan juga dapat mempengaruhi pada laba rugi perusahaan yang dapat terlihat pada laporan laba rugi maka dapat dikatakan pendapatan merupakan darah dari sebuah perusahaan.

Baca juga | Pengertian Penawaran, Jenis-Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi

Pengertian Pendapatan Menurut Para Ahli

Pendapatan memiliki berbagai pengertian tergantung pada sisi mana kita melihat pengertian pendapatan tersebut.

Pengertian pendapatan ini adalah hasil yang didapat dari kegiatan perusahaan pada satu periode dan pendapatan tersebut dapat timbul karena peristiwa ekonomi diantaranya adalah penjualan barang, penjualan jasa, penggunaan aktiva perusahaan oleh perusahaan lain yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen.

Berikut adalah beberapa pengertian pendapatan menurut para ahli :

John J. Wild (2003: 311)

Secara garis besar, John J, Wild membagi pendapatan kedalam 2 (dua) sisi :

1. Pendapatan menurut ilmu ekonomi

Didalam ilmu ekonomi, pendapatan adalah nilai maksimum yang di konsumsi individu pada suatu periode dengan mengharapkan kondisi yang sama di setiap akhir periode seperti dalam keadaan yang semula.

Pendapatan dalam ilmu ekonomi ini menutup kemungkinan terjadinya perubahan lebih dari jumlah harga kekayaan badan usaha diawal periode dan berfokus pada jumlah statis di akhir periode.

Dengan kata lain, pendapatan merupakan kenaikan harga kekayaan karena perubahan penilaian yang bukan karena perubahan modal atau hutang.

2. Pengertian Pendapatan Menurut Ilmu Akuntansi

Definisi pendapatan didalam ilmu akuntansi memiliki beragam pengertian.

Pendapatan didalam ilmu akuntansi dapat diartikan sebagai suatu hal yang spesifik dalam pengertian yang lebih mendalam dan lebih terarah.

Pada dasarnya konsep pendapatan menurut ilmu akuntansi dapat dibagi menjadi 2 (dua) sudut pandang :

  • Dalam pandangan pertama lebih menekankan pada pertumbuhan atau meningkatkan jumlah aktiva yang timbul sebagai hasil dari kegiatan operasional perusahaan pendekatan yang memusatkan perhatian kepada arus cash atau inflow. Menurut Statement of Financial Accounting Concept No. 6 menekankan pengertian pendapatan pada arus masuk atau peningkatan lainnya atas aktiva entitas atau penyelesaian kewajibannya atau kombinasi keduanya yang berasal dari pengiriman atau produks barang, penyelenggara jasa, pelaksanaan kegiatan lainnya dimana kegiatan utama entitas tersebut berlangsung secara berkelanjutan.
  • Pandangan memfokuskan pada penciptaan barang atau jasa oleh perusahaan serta penyerahan barang dan jasa.

PSAK No. 23 Paragraf 06 Ikatan Akuntan Indonesia (2010: 23.2)

Arti pendapatan menurut Ikatan Akuntan Indonesia merupakan arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas perusahaan yang normal pada suatu periode dimana arus masuk tersebut dapat mempengaruhi pada kenaikan ekuitas yang tidak berasal kontribusi penanam modal.

Kieso, Warfield dan Weygantd (2011: 955)

Pendapatan dapat didefinisikan sebagai arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang muncul dari kegiatan normal entitas pada satu periode jika arus masuk itu berakibat terjadinya kenaikan ekuitis yang tidak berasal dari penanam modal.

Skousen, Stice dan Stice (2010: 161)

Menurut Skousen, Stice dan Stice, pendapatan dapat didefinisikan sebagai arus masuk atau penyelesaian kewajiban atau kombinasi keduannya dari pengiriman atau produksi barang, memberikan jasa atau melakukan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama atau kegiatan centra yang sedang berlangsung.

Theodurus M. Tuanakotta (2000: 152)

Menurut Theodurus M. Tuanakotta. pendapatan atau revenue dapat diartikan secara umum sebagai hasil dari perusahaan dan menjadi darah kehidupan bagi perusahaan.

Niswonger (2006: 56)

Menurut Niswonger, pendapatan adalah kenaikan kotor dalam modal pemiliki yang dihasilkan dari penjualan barang, menjalankan jasa kepada klien atau juga semua aktivitas usaha profesi yang bertujuan mendapatkan penghasilan.

Nafarin (2006: 15)

Menurut Nafirin, Pendapatan memiliki pengertian sebagai arus masuk harta dari aktivitas perusahaan menjual barang dan jasa pada satu periode yang mengakibatkan kenaikan modal yang tidak berasal dari penanam modal.

Baca juga | Tugas Akuntan Publik Adalah, Pengertian dan Jasa

Klasifikasi Pendapatan

Menurut Kusnadi (2000: 19), klasifikasi pendapatan dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian :

1. Pendapatan Operasional

Pengertian pendapatan operasional adalah pendapatan yang ada akibat dari penjualan barang dagangan, produk atau jasa pada periode tertentu pada kegiatan utaman atau menjadi tujuan utama perusahaan yang terkait langsung dengan usaha pokok perusahaan yang bersangkutan.

Sifat dari pendapatan ini adalah normal sesuai dengan tujuan dan usaha perusahaan serta terjadi secara berulang selama perusahaan menjalankan aktivitasnya.

Setiap perusahaan memiliki pendapatan operasional yang berbeda sesuai dengan jenis usaha yang dijalankannya.

Sumber pendapatan operasional perusahaan dapat berasar dari :

  • Penjualan kotor : seluruh hasil atau penjualan barang atau jasa sebelum dikurang dengan berbagai potongan atau pengurangan lainnya untuk dibebankan kepada pelanggan.
  • Penjualan bersih : hasil penjualan yang sudah dikurangi dengan berbagai potongan yang menjadi hak pembeli.

Jenis pendapatan operasional ini juga dapat timbul dari berbagai cara :

  1. Pendapatan yang didapat dari kegiatan usaha yang dijalankan sendiri oleh perusahaan
  2. Hasil pendapatan yang diperoleh dari kegiatan usaha dengan adanya hubungan telah disetujui seperti penjualan konsinyasi.
  3. Pendapatan dari aktivitas usaha yang dijalankan dengan cara kerjasama dengan para investor.

2. Pendapatan Non Operasional

Pendapatan ini bisa didapat perusahaan pada periode tertentu tapi bukan didapat dari kegiatan operasional utama perusahaan.

Jenis pendapatan non operasional ini dapat dibedakan menjadi :

  • Pendapatan yang berasal dari penggunaan aktiva atau sumbe ekonomi perusahaan oleh pihak lain.
  • Jenis pendapatan yang diperoleh dari penjualan aktiva diluar barang dagangan atau hasil produksi

Baca juga | Pengertian Anggaran Adalah, Tujuan, Fungsi dan Jenis-Jenis

Jenis-Jenis Pendapatan

Menurut Suparmoko didalam Artaman (2015) dinyatakan bahwa pendapatan secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu :

Gaji dan Upah

Pendapatan jenis ini merupakan imbalan yang didapat setelah individu menjalankan pekerjaan orang lain diberikan dalam periode tertentu.

Pendapatan dari usaha sendiri

Jenis pendapatan dari usaha sendiri ini adalah nilai total dari hasil produksi yang dikurangi dengan biaya yang dibayar dan usaha ini miliki sendiri, keluarga atau tenaga kerja berasal dari anggota keluarga atau semua biaya secara umum tidak diperhitungkan.

Pendapatan dari usaha lain

Jenis pendapatan ini didapat tanpa menggunakan tenaga kerja dan secara umum pendapatan ini adalah pendapatan sampingan.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Pendapatan (Revenue) Menurut Para Ahli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *