pengertian perusahaan

Pengertian Perusahaan, Jenis dan Bentuk Perusahaan di Indonesia

Posted on

Pengertian Perusahaan

Pengertian Perusahaan merupakan istilah kata yang sering kita dengar di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Bahkan terkadang tanpa disadari bahwa kita sering melakukan interaksi dengan perusahaan baik dalam skala kecil maupun besar.

Pengertian perusahaan secara umum adalah tempatnya terjadi aktivitas produksi baik barang atau jasa serta wadah untuk berkumpulnya seluruh faktor produksi.

Definisi lain dari perusahaan adalah lembaga yang berbentuk organisasi yang dijalankan dengan tujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat yang bertujuan untuk mendapatkan laba.

Baca juga | Pentingnya Manajemen Risiko Bagi Kesuksesan Perusahaan

Pengertian Perusahan Menurut Para Ahli

Pengertian Perusahan Menurut Para Ahli

Untuk membahas lebih mendalam tentang pengertian dari perusahaan maka sebaiknya kita mempelajari beberapa pengertian perusahaan menurut para ahli berikut :

Ebert dan Griffin (2006)

Menurut Ebert dan Grifin, pengertian perusahaan adalah sebuah organisasi yang menghasilkan barang atau jasa untuk memperoleh laba atau keuntungan.

Abdul Kadir Muhammad

Menurut Abdul Kadir Muhammad di dalam bukunya Pengantar Hukum Perushaaan di Indonesia, istilah perusahaan selalu mengacu pada badan hukum dan badan usaha yang menjalankan usahaanya.

Secara singkatnya, perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya seluruh faktor produksi sebagai dasar laba.

Swastha dan Sukotjo (2002)

Pengertian perusahaan menurut Swastha dan Sukotjo adalah sebuah organisasi produksi yang memanfaatkan serta mengkoordinasi seluruh sumber ekonomi yang tersedia dengan tujuan memuaskan kebutuhan dengan cara-cara yang menguntungkan.

Willem Molegraaff

Definisi perusahaan menurut Willem Molengraaff adalah seluruh aktivitas yang di lakukan secara terus menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperdagangkan barang, menyerahkan barang serta mengadakan perjanjian dagang.

Andasasmita

Menurut Andasasmita, arti perusahaan adalah mereka yang secara teratur, berkesinambungan serta terbuka dalam melakukan tindakan tertentu untuk mendapatkan keuntungan untuk mereka sendiri.

Much Nurachmad

Menurut Much Nurachmad, pengertian perusahaan adalah seluruh bentuk usaha yang memilik badan hukum atau tidak, dimiliki oleh perorangan, milik persekutuan atau milik bandan hukum baik swasta atau milik negara yang mempekerjakan pegawai dengan memberikan upah ataupun imbalan dalam bentuk lainnya.

Baca juga | Pengertian CSR (Corporate Social Reponsibility), Manfaat dan Prinsip

Jenis Perusahaan

Bila seseorang atau sekelompok orang akan mendirikan perusahaan maka banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah seseorang harus mempetimbangkan jenis perusahaan yang didirikannya.

Berikut beberapa jenis perusahaan :

1. Berdasarkan dari Kegiatan utamanya

Menurut Soemarsono SR (2002: 22), Bila dilihat dari kegiatan utamnya maka perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

a. Perusahaan Jasa

Jenis perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya menjual jasa seperti pengacara, bengkel, tukang cukur, dll.

b. Perusahaan dagang

Jenis perusahaan dagang adalah jenis perusahaan yang kegiatan utamanya membeli barang jadi kemudian menjualnya tanpa ada harus melakukan proses pengolahan.

Contohnya toko klontong, toko sembako, toko pakaian, dll.

c. Perusahaan manufaktur

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya mengolah bahan baku atau bahan mentah menjadi barang jadi.

Kemudian perusahaan akan menjual barang jadi tersebut kepada konsumen.

Contohnya pabrik motor, pabrik roti, pabrik sepatu, dll.

2. Berdasarkan bentuk badan usaha

Bila dilihat dari bentuk badan usaha maka jenis perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu :

Persekutuan Firma

Perusahaan Jenis Persekutuan Firma adalah perseroan yang didirikan untuk menjalankan suatu perusahaan di bawah satu nama bersama dimana anggotanya langsung dan sendiri-sendiri bertanggung jawab kepada orang-orang pihak ke tiga (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang pasal 16 dan 18).

Persekutuan Komenditer (CV)

Persekutuan Komenditer (CV) adalah perseroan untuk menjalankan perusahaan yang dibentuk antara satu orang atau beberapa persero yang seluruhnya bertanggung jawab kepada satu pihak dan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang pada pihak lain (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang pasal 19).

Perseroan Terbatas (PT)

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia pasal 1 No. 1 tahun 1995, Perseroan Terbatas (PT adalah badan hukum yang di dirikan berdasarkan dari perjanjian untuk melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya dibagi dalam saham dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan di dalam undang-undang dan peraturan pelaksanaannya.

Baca juga | Pengertian Manufaktur dan Jenis Proses Manufaktur

Bentuk-Bentuk Perusahaan di Indonesia

Bentuk-Bentuk Perusahaan

Bila dilihat dari segi kepemilikan modal maka bentuk perusahaan di Indonesia dapat di kategorikan menjadi dua yaitu perusahaan swasta dan perusahaan negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Berikut penjelasannya tentang perusahaan swasta dan perusahaan negara :

Perusahaan Swasta

Bentuk perusahaan swasta merupakan perusahaan yang dirikan dan dimiliki oleh perorangan ataupun swasta.

Perusahaan swasta ini bentuk hukumnya dapat berupa perusahaan perseorangan, perusahaan persekutuan yang bisa tidak berbadan hukum atau persekutuan yang berbadan hukum.

Perusahaan perseorangan yang secara resmi hampir tidak ada akan tetapi didalam masyarakat dagang Indonesia terdapat bentuk perusahaan yang dapat diterima yaitu Perusahaan Dagang (PD) ataupun Usaha Dagang (UD) dan Perusahaan Otobus (PO).

Kedua jenis perusahaan tersebut tidak memiliki badan hukum dan tidak termasuk persekutuan akan tetapi bentuk perusahaan tersebut dibentuk berdasarkan hukum perdata dalam menjalankan perusahaan sehingga badan ini terdapat perikatan keperdataan.

Bentuk perusahaan swasta selanjutnya adalah persekutuan yang dapat diartikan sebagai perkumpulan orang yang menjadi peserta pada perusahaan tertentu.

Bila badan tersebut tidak melakukan usaha maka badan tersebut tidak bisa disebut dengan persekutuan perdata tapi di sebut dengan perserikatan perdata.

Perbedaannya keduanya adalah bila persekutuan perdata menjalankan perusahaan sedangkan perserikatan perdata tidak menjalankan perusahaan.

Persekutuan ini dapat memiliki bentuk persekutuan yang berbadan hukum ataupun tidak berbadan hukum.

Perusahaan persekutuan yang berbadan hukum merupakan persekutuan yang dapat dijadiak sebagai subjek hukum yaitu seluruhnya dapat dikaitkan dengan hak dan kewajiban.

Hal-hal yang dapat di jadikan sebagai subjek hukum adalah manusia (natuurlijkpersoon) atau badan hukum (rechts persoon).

Karakteristik dari perusahaan persekutuan yang berbadan hukum adalah adanya pemisahaan kekayaan pemilik dengan kekayaan badan usaha sehingga pemilik akan memiliki tanggung jawab sebatas harga yang dimilikinya.

Bentuk Perusahaan persekutuan berbadan hukum terdiri dari :

  • Perseroan Terbatas (PT)
  • Yayasan
  • Koperasi

Sedangkan persekutuan yang tidak berbadan hukum adalah perusahaan yang dirikan oleh pihak swasta.

Perusahaan persekutuan ini adalah perusahaan yang berbentuk persekutuan yang dapat dimiliki oleh dua orang

atau lebih.

Contoh dari persekutuan tidak berbadan hukum adalah :

  • Persekutuan Perdata
  • Firma
  • Persekutuan Komanditer (CV)
Perusahaan Milik Negara (Badan Usaha Milik Negara)

Berdasarkan dari penjelasan Pasal 1 Angka 1 UU No. 19 tahun 2003 tentang badan usaha, Perusahaan Milik Negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruhnya atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.

BUMN Adalah salah satu pelaku kegiatan ekonomi dalam perekonomian didalam perekonomian nasional disamping usaha swasta dan koperasi berdasarkan demokrasi ekonomi.

Di dalam perekonomian nasional, BUMN memiliki peran untuk menghasilkan barang atau jasa yang diperlukan untuk mewujudkan kemakmuran raktyat.

Selain itu, BUMN berfungsi untuk menjadi pelopor atau perintis untuk usaha-usaha yang belum di lirik oleh pihak swasta.

BUMN juga berperan sebagai pelaksana pelayanan publik, penyeimbang kekuatan besar swasta dan juga membantu perkembangan usaha kecil serta koperasi.

Berdasarkan dari Pasal 9 Undang-Undang BUMN dinyatakan bahwa Jenis Badan Usaha Milik Negara terdiri dari Persero (Perusahaan Perseroan) dan PERUM (Perusahaan Umum).

Perusahaan Perseroaan adalah BUMN yang memiliki bentuk Perseroan Terbatas yang modalnya dimiliki seluruhnya atau sedikitnya 51 % sahamnya dimiliki oleh negara dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Sedangkan Perusahaan Umum (PERUM) adalah BUMN yang kepemilikan modalnya dimiliki oleh negara dan tidak terbagi atas saham dengan tujuan manfaat umum berupa penyediaan barang dan jasa yang berkualitas serta mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.

Perusahaan Daerah

Menurut Pasal 1 UU Nomer 5 Tahun 1962, pengertian Perusahaan Daerah adalah seluruh perusahaan yang didirikan yang permodalannya yang seluruhnya atau sebagian adalah kekayaan daerah yang dipisahkan kecuali ditentukan lain dengan atau berdasarkan Undang-Undang.

Di dalam Pasal 4 ayat 1 UU Perusahaan Daerah di dirikan berdasarkan dari Peraturan Daerah (PERDA).

Perusahaan Daerah merupakan badan usaha yang kedudukannya sebagai badan hukum diperoleh dengan berlakunya PERDA yang bersangkutan.

Tujuan dari Perusahaan Daerah adalah untuk ikut serta dalam melaksanakan pembangunan daerah pada khususnya dan pembangunan ekonomi nasional pada umumnya dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mengutamakan industrialisasi dan ketentraman serta ketenangan kerja dalam perusahaan menuju masyarakat adil dan makmur.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Pengertian Perusahaan Dan Bentuk-Bentuk Perusahaan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *