pengertian phk

Pengertian PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), Syarat dan Jenis-Jenis

Posted on

Pengertian PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) – Hubungan kerja antara pegawai dengan pimpinan perusahaan secara yuridis terjadi karena adanya perjanjian kerja antara kedua belah pihak.

Selama adanya perjanjian kerja yang mengikat tersebut maka selama itu pula hubungan kerja akan ada.

Namun hal hubungan kerja tersebut dapat terjadi apabila adanya pemutusan hubungan kerja walaupun masih ada perjanjian kerja yang mengikat.

Terjadinya pemutusan hubungan kerja ini dapat terjadi karena keinginan dari perusahaan atau juga dari keinginan dari pegawai.

Proses PHK ini tidak boleh dilakukan secara sewenang-wenang namun harus mengikuti peraturan dan ketentunan yang masih berlaku.

Baca juga | Definisi Manajemen SDM Dan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengertian PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)

Berikut adalah beberapa pengertian PHK menurut para ahli :

Manulang (2001: 1995)

Menurut Manulang di dalam buku “Manajemen Sumber Daya Manusia” menyatakan bahwa pengertian PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dengan pengusaha.

Susilo Martoyo

Menurut Susilo Martoyo menyatakan bahwa pengertian PHK dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Pengertian PHK yang positif adalah bila pemberhentian dijalankan saat atau jangka pemberhentian dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara wajar.

Selanjutnya adalah pengertian PHK yang negatif adalah proses PHK tersebut menyimpang dari ketentuan atau secara tidak wajar seperti diberhentikan secara tidak hormat, dipecat, dll.

Siswanto Sastrohadiwiryo (2001: 305)

Menurut Siswanto Sastrohadiwiryo, pengertian PHK adalah sebuah proses pelepasan keterikatan kerjasama antara perusahaan dengan tenaga kerja, baik itu atas pemintaan tenaga kerja atau atas kebijakan perusahaan karena di pandang tenaga kerja tersebut tidak mampu lagi atau karena perusahaan yang tidak memungkinkan.

Berdasarkan dari berbagai pengertian Pemberhentian Hubungan Kerja diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa PHK tidak hanya dapat dilakukan oleh pimpinan tapi juga dapat dilakukan oleh karyawan yang bersangkutan.

Proses PHK ini dapat dilakukan perusahaan namun harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam UU Ketenagakerjaan, Perjanjian Kerja, Peraturan Pemerintah, dll.

Baca juga | Pengertian Budaya Kerja, Tujuan, Manfaat, Jenis-Jenis dan Indikator

Syarat PHK

Menurut Manulung, terdapat beberapa syarat syarat Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK), yaitu :

1. Tenggang Waktu Pemberhentian

Karyawan tidak dapat diputuskan begitu saja hubungan kerja secara mendadak.

Pemberhentian kerja harus dapat diinformasikan pada karyawan setidaknya satu bulan sebelumnya dan juga sebaliknya bila pemberhentian atas keinginan karyawan maka karyawan tersebut tidak dapat berhenti secara mendadak namun mengajukanya satu bulan sebelumnya.

2. Izin dan Saat Pemberhentian

Mengingat PHK tersebut bila meluas dapat menimbulkan masalah ketenagakerjaan maka hubungan kerja harus terlebih dahulu meminta izin kepada pemerintah yang berwenang.

3. Alasan Pemberhentian

Berikut beberapa alasan pemberhentian :

a. Alasan keinginan perusahaan

Berikut adalah beberapa alasan pemberhentian atas keinginan perusahaan, yaitu :

  • Tidak cakap pada saat masa percobaan
  • Mangkir dan ketidakcakapan
  • Penahanan karyawan oleh alat negara
  • Sakit berkepanjangan
  • Usia lanjut atau pengurangan tenaga kerja.
b. Alasan keinginan karyawan

Berikut adalah beberapa alasan pemberhentian atas dasar keinginan dari karyawan, yaitu :

  • Ketidaktetapan pemberian tugas
  • Menolak pimpinan baru
  • dll.

Baca juga | Apa itu HRD ? dan Syarat menjadi HRD Dalam Perusahaan

Jenis-Jenis PHK

Menurut Libertur Jehani terdapat beberapa jenis PHK yaitu :

1. PHK yang dilakukan oleh pengusaha

Pada umumnya jenis PHK yang dilakukan oleh pengusaha dapat dikarenakan oleh beberapa faktor yaitu :

  • Pelanggaran atau kesalahan berat
  • Pekerja melakukan pelanggaran disiplin
  • Perusahaan dalam keadaan pailit
  • Pekerja yang mangkir
2. PHK yang dilakukan oleh pekerja

Seorang pekerja yang dilakukan ole pekerja biasanya akan mendapatkan kompensasi bila peberhentian hubungan kerja tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan UU yang telah ditetapkan.

Berikut beberapa faktor penyebab PHK yang dilakukan dari pekerja :

  • Pengusaha melakukan kesalahan kepada pekerja
  • Pekerja mengundurkan diri
3. PHK bukan atas kehendak pekerja atau pengusaha

Selain jenis PHK diatas, terdapat juga jenis PHK yang terjadi bukan atas dari keinginan dari pekerja atau pengusaha.

PHK ini terjadi semata-mata karena keadaan atau kondisi, ketentuan UU atau juga karena telah disepakati didalam perjanjian kerja.

Berikut beberapa alasan PHK bukan atas kehendak pekerja atau pengusaha, yaitu :

  • Pekerja meninggal dunia
  • Karyawan atau pekerja memasuki usia pensiun
  • Kontrak yang berakhir.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), Syarat dan Jenis-Jenis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *