Pengertian Piutang

Pengertian Piutang Adalah, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis

Posted on

Pengertian piutang secara umum adalah aktiva perusahaan yang memiliki sifat lancar dan pada umumnya berbentuk kas yang masih akan diterima dimasa akan datang dan terdapat dalam laporan keuangan sebagian besar perusahaan.

Pada dasarnya piutang ini akan timbul dari penjualan dengan cara kredit dengan tujuan agar perusahaan dapat menjual produk mereka lebih banyak.

Namun bisa juga terjadi dari transaksi lainnya seperti pinjaman yang diberikan perusahaan kepada karyawan, pemegang saham, dll.

Baca juga | Rumus Laba bersih (Profit) dan Cara menghitung Laba Bersih

Pengertian Piutang Menurut Para Ahli

piutang adalah

Untuk lebih memahami tentang definisi piutang, berikut beberapa pernyataan para ahli terkait dengan piutang :

Slamet Sugiri (2009: 43)

Menurut Slamet Sugiri, pengertian piutang adalah tagihan yang di tujukan baik itu kepada individu atau kepada perusahaan lain yang akan di terima berbentuk kas.

Al Haryono Jusup (2005: 52)

Menurut Al Haryono Jusup, pengertian piutang adalah hak untuk menagih sejumlah uang dari penjual kepada pembeli yang timbul akibat dari suatu transaksi.

Jenis-jenis piutang

jenis jenis piutang

Pada umumnya jenis-jenis piutang dapat terbagi menjadi piutang dagang, piutang wesel, piutang lain-lain.
Berikut penjelasannya :

1. Piutang Dagang / usaha

Piutang dagang timbul karena terjadinya transaksi penjualan secara kredit kepada perusahaan lain atau pihak lain.

Definisi piutang dagang sendiri adalah tagihan kepada pelanggan yang bersifat terbuka atau tagihan ini tidak disertai dengan instrumen kredit.

Menurut Slamet Sugiri (2009: 43), piutang dagang ini berasal dari penjualan barang dagangan atau jasa secara kredit dalam operasional usaha normal.

2. Piutang Wesel

Arti dari piutang wesel adalah klaim yang dibuktikan dengan instrumen kredit formal.

Piutang wesel dapat dikatakan sebagai perjanjian tertulis yang dibuat oleh debitur kepada pihak kreditur untuk membayar sejumlah uang yang sesuai dengan jumlah yang ada dalam surat perjanjian.

Instrumen kredit ini memberikan syarat kepada debitur untuk membayar di masa mendatang pada tanggal yang sudah ditentukan.

3. Piutang lain-lain

Piutang lain-lain terdiri dari piutang non usaha seperti pinjaman kepada karyawan atau kepada pihak yang tidak terkait dengan usaha.

Jenis piutang lain-lain ini tidak termasuk dalam piutang dagang dan piutang wesel.

Baca juga | Pengertian HPP (Harga Pokok Penjualan), Rumus dan Cara Menghitung

Ciri-Ciri Piutang

arti piutang

Berikut adalah beberapa ciri-ciri piutang, yaitu :

Terdapat nilai jatuh tempo

Nilai jatuh tempo merupakan istilah yang menjelaskan tentang penjumlahan nilai transaksi utama lalu ditambahkan dengan pembebanan nilai bunga yang dibayarkan saat tanggal jatuh tempo.

Pembeli yang bertransaksi dengan cara kredit tidak hanya membayar jumah nilai barang yang dibeli tetapi juga bunganya karena dia meminta waktu untuk membayar barang tersebut dengan tempo.

Terdapat tanggal jatuh tempo

Ciri-ciri piutang selanjutnya adalah terdapat tanggal jatuh tempo yang dapat diketahui waktu atau lamanya piutang tersebut.

Pada umumnya penjual akan menggunakan dua metode pengukuran waktu yaitu berdasarkan bulan dan hari.

Bila piutang tersebut memiliki waktu bulan maka waktu jatuh tempo akan dihitung berdasarkan dari tanggal transaksi tersebut dan pembedannya hanya pada waktu bulan.

Jika piutang tersebut memiliki waktu harian maka perhitungannya dihitung berdasarkan tanggal jatuh tempo secara pasti.

Adanya bunga piutang yang berlaku

Terjadinya piutang ini akibat dari pembeli melakukan transaksi secara kredit sehingga hal ini dapat menimbulkan bunga.

Bunga ini merupakan konsekuensi pembeli karena mereka meminta tenggang waktu pembayaran dan sehingga mereka memberikan kompensasi kepada penjual karena penjual memberikan waktu.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Piutang Adalah, Ciri-Ciri dan Jenis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *