pengertian proses produksi

Pengertian Proses Produksi dan Jenis Proses Produksi

Posted on

Pengertian Proses Produksi – Pada saat ini, banyak perusahaan yang memproduksi barang atau jasa yang memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam memproduksi barang dan jasa tersebut, perusahaan harus melalui proses produksi terlebih dahulu.

Untuk menyimpulkan tentang pengertian proses produksi ini maka kita dapat mengartikan dari masing-masing kata yaitu proses dan produksi.

Pengertian proses adalah metode atau cara untuk melaksanakan atau menjalankan suatu hal.

Sedangkan produksi adalah aktivitas untuk mengetahui penambahan manfaat atau menciptakan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor produksi yang bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan konsumen.

Berdasarkan dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian proses produksi adalah suatu cara atau metode untuk menambahkan manfaat atau menciptakan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor produksi sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Baca juga | Pengertian Produksi, Tujuan, Fungsi dan Faktor Produksi

Jenis Proses Produksi

Untuk memproduksi sebuah produk bisa dilakukan dengan berbagai cara, metode dan teknik yang berbeda.
Walau proses produksi ini dapat dilakukan dengan banyak cara namun secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu :

1. Proses produksi terus menerus

Proses produksi terus menerus ini adalah sebuah proses dimana terdapat pola yang pasti dan tidak berubah didalam pelaksanaan produksi yang dijalankan perusahaan dari bahan baku hingga menjadi bahan jadi (Pangestu Subagyo, 2009:9).

Ciri-ciri proses produksi terus menerus :

  • Produksi yang dihasilkan dalam jumlah besar.
  • Pada umumnya menggunakan sistem atau cara penyusunan peralatan berdasarkan urutan pengerjaan dari produk yang dihasilkan.
  • Mesin yang dipakai dalam proses produksi adalah mesinmesin yang bersifat khusus (special purpose machines).
  • Karyawan tidak harus memiliki keahlian yang tinggi atau khusus karena mesin-mesinnya bersifat khusus dan otomatis.
  • Bila terjadi salah satu mesin rusak atau berhenti maka seluruh proses produksi akan terhenti.
  • Tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak karena mesin-mesinnya bersifat khusus.
  • Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses lebih sedikit dari proses produksi terputus-putus.
  • Pada umumnya bahan-bahan yang dibutuhkan dipindahkan dengan tenaga mesin.

Kelebihan proses produksi terus menerus adalah:

  • Tingkat biaya produksi per unit yang rendah.
  • Tingkat produksi bisa dilakukan dalam volume yang cukup besar.
  • Produk yang dihasilkan dapat di standarisasi.
  • Mengurangi pemborosan akibat penggunaan tenaga kerja manusia karena pemindahan bahan baku menggunakan tenaga kerja listrik atau mesin.
  • Biaya Sumber Daya Manusia tergolong rendah karena jumlah tenaga kerja yang digunakan sedikit dan tidak membutuhkan tenaga ahli.
  • Biaya pemindahan bahan baku lebih rendah, karena jarak antara mesin yang satu dengan yang lain lebih pendek dan pemindahan tersebut di gerakkan dengan tenaga mesin.

Kekurangan dari proses produksi terus-menerus adalah:

  • Sulitnya untuk menghadapi perubahan produk yang diminta oleh konsumen atau pelanggan.
  • Proses produksi dapat terhenti dengan mudah bila terjadi kemacetan di suatu tempat atau tingkat proses.
  • Terjadi kesalahan dalam menghadapi perubahan tingkat permintaan.
2. Proses produksi terputus-putus (Intermitten process)

Pengertian proses produksi adalah proses produksi dimana terdapat beberapa pola pelaksanaan produksi dalam perusahaan dari bahan baku hingga menjadi produk akhir atau produk jadi.

Ciri-ciri proses produksi terputus-putus, yaitu :

  • Produk yang dihasilkan dalam jumlah yang sangat kecil berdasasarkan atas dasar pesanan.
  • Mesin yang digunakan bersifat umum dan dapat digunakan untuk mengolah bermacam-macam produk.
  • Biasanya menggunakan sistem atau cara penyusunan peralatan berdasarkan atas fungsi dalam proses produksi atau peralatan yang sama, dikelompokkan pada temapat yang sama.
  • Karyawan memiliki skill dan keahlian khusus.
  • Proses produksi tidak mudah terhenti walaupun terjadi kerusakan salah satu mesin atau peralatan.
  • Memiliki persediaan bahan mentah yang banyak
  • Bahan-bahan yang dipindahkan menggunakan tenaga manusia.

Kebaikan atau kelebihan proses produksi terputus-putus adalah:

  • Memiliki fleksibelitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan produk dengan variasi yang cukup besar.
  • Mesin-mesin yang digunakan dalam proses bersifat umum, maka biasanya dapat diperoleh penghematan uang dalam investasi mesin-mesinnya, karena harga mesin-mesinnya lebih murah.
  • Proses produksi tidak mudah terhenti akibat terjadinya kerusakan atau kemacetan di suatu tempat atau tingkat proses.

Kekurangan proses produksi terputus-putus adalah :

  • Scheduling dan routing untuk mengerjakan produk yang akan dihasilkan sangat sulit karena kombinasi urutan pekerjaan yang banyak dalam memproduksi sebuah produk dan dibutuhkan scheduling dan routing yang banyak karena produksinya berbeda, tergantung pada pemesanannya.
  • Sulitnya pekerjaan scheduling dan routing maka pengawasan proses produksi tergolong sangat sulit untuk dilakukan.
  • Membutuhkan jumlah investasi yang sangat besar untuk persediaan menyediakan bahan mentah dan bahan karena prosesnya terputus-putus dan produk yan dihasilkan tergantung pada pesanan.
  • Biaya tenaga kerja dan biaya pemindahan sangat tinggi karena banyak menggunakan tenaga manusia dan tenaga yang dibutuhkan adalah tenaga ahli dalam pengerjaan produk tersebut.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Proses Produksi dan Jenis Proses Produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *