pengertian roa

Pengertian ROA (Return on Asset) dan Rumus ROA

Posted on

Pengertian ROA – Pengertian secara umum Return on Asset adalah pengukuran kemampuan sebuah perusahaan untuk menggunakan seluruh aktiva yang dimilikinya.

Aset dan aktiva ini adalah seluruh kekayaan perusahaan yang di dapat dari modal sendiri atau modal asing yang telah di ubah menjadi aktiva perusahaan yang di pergunakan untuk kelangsungan perusahaan.

ROA atau tingkat pengembalian aset ini juga sering digunakan oleh tingkatan manajemen puncak untuk melakukan evaluasi terhadap unit bisnis di dalam satu perusahaan.

Baca juga | Pengertian ROE (Return on Equity) dan Rumus ROE

Pengertian ROA Menurut Para Ahli

pengertian roa menurut para ahli

Berikut adalah beberapa pengertian ROA menurut para ahli :

Kasmir (2010; 210)

Menurut Kasmir, Pengertian ROA adalah rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang di gunakan di dalam perusahaan.

Munawari (2010;89)

Menurut Munawir, Pengertian ROA adalah salah satu bentuk rasio profitabilitas yang di tujukan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan seluruh dana yang digunakan untuk operasional perusahaan untuk menghasilkan laba.

Lukman Syamsudin (2000: 63)

Menurut Lukman Syamsudin, pengertian ROA adalah pengukuran kemampuan perusahaan dengan keseluruhan di dalam menghasilkan laba dengan jalan keseluruhan aktiva yang tersedia.

Sawir

Menurut Sawir, arti Return on Assets adalah rasio yang digunakan perusahaan untuk mengukur kekuatan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan (laba) secara keseluruhan.

Baca juga | Pengertian Kinerja dan Faktor yang Mempengaruhi Kinerja

Rumus ROA (Return on Assets)

rumus ROA

Menurut Brigham dan Houston (2001), Perhitungan rumus ROA dapat dihitung dengan membandingkan antara laba bersih bagi pemegang saham dengan total aktiva.

Bila nilai ROA semakin besar maka hal ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan semakin baik karena tingkat pengembalian investasi semakin besar.

Nilai ROA ini dapat mencerminkan tingkat pengembalian perusahaan dari semua aktiva yang di berikan pada perusahaan (Wild, Subramanyam, Hasley, 2005: 65).

Contoh Soal ROA

Menurut laporan keuangan PT. Cinta Karya, laba bersih yang diperoleh sebesar Rp. 243.041.669. Sedangkan total aset yang dimiliki adalah sebesar Rp. 11.573.412.781.

Berapakan Return on Assets PT. Cinta Karya ?

Jawaban,

Rumus ROA = Laba bersih / Total aset x 100

ROA = Rp. 243.041.669 / Rp. 11.573.412.781 x 100

Return on Assets = 2.1 %

Jadi ROA yang dimiliki oleh PT. Cinta Karya adalah sebesar 2.1 %.

Baca juga | Pengertian POAC Dalam Ilmu Manajemen Terlengkap

Kelebihan dan Kelemahan ROA

 

return on asset

Kelebihan ROA

Berikut adalah beberapa kelebihan dari ROA, yaitu :

  • Return on Asset sangat mudah untuk di hitung serta di pahami.
  • ROA adalah alat ukur prestasi manajemen yang sensitif terhadap pengaruhi kondisi keuangan perusahaan.
  • Tim manajemen akan berfokus untuk memaksimalkan pendapatan laba.
  • Mendorong untuk mencapai tujuan perusahaan.
  • Menjadi alat evaluasi atas pelaksanaan kebijakan manajemen.
Kelemahan ROA

Selain memiliki beberapa kelebihan, ROA juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu :

  • Kurang bisa mendorong manajemen untuk meningkatkan aset bila nilai ROA yang ditetapkan terlalu tinggi.
  • Manajemen akan memiliki kecenderungan untuk mencapai tujuan jangka pendek perusahaan.

Baca juga | Pengertian Laba, Jenis-Jenis, Unsur dan Faktor yang Mempengaruhi

Faktor yang Mempengaruhi Return on Assets (ROA)

return on asset

ROA merupakan salah satu rasio profitabilitas yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba.

Menurut Brigman dan Houston, rasio profitabilitas (profitability ratio) mengambarkan gabgungan pengaruh dari rasio likuiditas, manajemen aktiva dan utang terhadap hasil operasional.

a. Rasio Likuiditas

Pengertian Rasio Likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kejawajiban jangka pendek yang dihitung dengan membandingkan aktiva lancar perusahaan dengan kewajiban lancar.

Rasio likuiditas terdiri dari :

  • Current ratio, untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan membandingkan seluruh aktiva likuid yang dimiliki perusahaan dengan kewajiban lancar.
  • Acid Test, yaitu mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang lebih likuid tanpa memasukkan persediaan di bagi dengan kewajiban lancar.
b. Rasio Manajemen Aktiva

Rasio Manajemen aktiva atau Asset Management Ratio adalah rasio untuk mengukuru efektivitas perusahaan dalam mengelolal aktivanya.

Manajemen aktiva ini terdiri dari :

  • Inventory Turnover yaitu kemampuan untuk mengetahui frekuensi pergantian persediaan yang masuk kedalam perusahaan, di mulai dari bahan mentah lalu diolah dan dikeluarkan dalam bentuk jadi melalui penjualan dalam satu periode.
  • Days Sales Outstanding, mengetahui jangka waktu rata-rata penagihan hutang hingga menjadi kas yang berasal dari penjualan kredit perusahaan.
  • Fixed Assets Turnover, Mengetahui efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva tetapnya dengan membandingkan dengan penjualan atas total aktiva.
c. Rasio Manajemen Utang

Rasio Manajemen Utang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka panjang yang dipergunakan untuk membiayai seluruh kegiatan perusahaan.

Manajemen utang ini terdiri dari :

  • Debts Ratio, Untuk mengetahui perrsentase uang yang di sediakan kreditur.
  • Times Interest Earned, Bertujuan untuk mengukur seberapa besar laba operasional dapat menurun hingga perusahaan tidak bisa memenuhi beban bunga tahunan.
  • Fixed Charge Coverage Ratio, Poin ini sebenarnya hampir sama dengan rasio Times Interest Earned, tapi mengakui bahwa banyak aktiva perusahaan yang di pinjam dan melakukan pembayaran pelunasan utang.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian ROA (Return on Asset), Rumus ROA dan Faktor yang Mempengaruhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *