pengertian roe

Pengertian ROE (Return on Equity) dan Rumus ROE

Posted on

Pengertian ROE atau Return on Equity adalah rasio yang di gunakan untuk menghitung laba bersih sesudah dipotong pajak dengan modal sendiri.

Rasio ini dapat menunjukkan kemampuan yang dimiliki untuk mendapatkan laba atas investasi berdasarkan dari buku pemegang saham.

Semakin besar nilai ROE maka semakin baik, yang berarti kedudukan pemilik perusahaan akan semakin kuat.

Pengertian ROE (Return on Equity) Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian ROE menurut para ahli :

Sartono (2012: 124)

Menurut Sartono, Pengertian ROE adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba yang tersedia bagi pemegang saham.

Rasio ini dipengaruhi oleh jumlah utang perusahaan yaitu bila jumlah utang yang dimiliki semain besar maka rasion ini akan besar.

Manduh M. Hanafi dan Abdul Hakim (2012: 84)

Menurut Manduh M. Hanafi dan Abdul Hakim, pengertian ROE adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dalam menghasilkan laba berdasarkan saham tertentu.

Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dari pandangan pemegang saham.

Agus Harjito Dan Martono (2010: 61)

Menurut Agus Harjito dan Martono, ROE sering juga disebut dengan rentabilatas modal sendiri yang berarti untuk menghitung seberapa banyak keuntungan yang akan menjadi hak pemilik modal sendiri.

Brigham dan Houston (2010: 149)

Menurut Brigham dan Houston, pengertian ROE adalah rasio bersih terhadap ekuitas biasa mengukur tingkat pengembalian atas investasi pemegang saham biasa.

Irham (2012: 98)

Menurut Irham, pengertian ROE adalah rasio yang di pergunakan untuk mengkaji sejau mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimiliki untu memberikan laba atas ekuitas.

Baca juga | Pengertian ROA (Return on Asset) dan Rumus ROA

Manfaat ROE

Menurut Kasmir (2015: 198), Manfaat ROE adalah :

  • Mengetahui laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri
  • Untuk mengetahui produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan.
  • Mengetahui efisiensi penggunaan modal sendiri serta modal pinjaman.

Tujuan ROE

Menurut Kasmir (2015: 197), tujuan ROE adalah :

  • Menilai besar laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
  • Mengukur produktivitas semua dana milik perusahaan yang digunakan.

Baca juga | Pengertian Laba, Jenis-Jenis, Unsur dan Faktor yang Mempengaruhi

Rumus ROE

Untuk menghitung tingkat pengembalian ekuitas (ROE) dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

Return on Equity = Laba Bersih (Net Income) / Ekuitas

Secara umum, rumus Return on Equity dihitung olej pemegang saham biasa (Common Stakeholders).

Contoh soal ROE

PT Cinta Karya menerbitkan laporan keuangan per tanggal 01 Januari 2018 dengan nilai laba bersih sebesar Rp. 1.000.000.000 dengan total ekutias pemegang saham sebesar Rp. 1.400.000.000.

Pertanyaannya,

Berapakah tingkat pengembalian ekuitas (ROE) pada PT Cinta Karya ?

Berdasarkan dari rumus ROE diatas maka soal ini dapat kita jawab sebagai berikut :

ROE = Rp. 1.000.000.000 / Rp. 1.400.000 x 100%

Maka hasil yang diperoleh dari rumus ROE diatas adalah sebesar 71.4%.

Jadi nilai ROE dari perusahaan PT Cinta Karya pada tahun 2017 adalah sebesar 71.4%.

Hal ini berarti PT CInta Karya mampu dengan ekuitas sebesar Rp. 1.400.000.000, mereka dapat menghasilan laba sebesar Rp. 71.4%.

Menurut Mardiyanto (2009:196), menyatakan bahwa semakin besar nilai ROE maka semakin baik kinerja perusahaan karena tingkat pengembaliannya juga sangat besar.

Baca juga | Pengertian ROI ( Return on Investment) dan Rumus ROI Dalam Keuangan

Faktor yang mempengaruhi ROE

Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi rasio pengembalian ekuitas pemilik (ROE) :

a. Laba bersih

Seperti di dalam pernyataan Ikatan Akuntan Indonesia (1999: 94) menyatakan bahwa laba bersih atau net income merupakan faktor yang paling umum digunakan untuk alat ukur kinerja atau sebagai landasan ukuran yang lain misalkan ROE.

b. Ekuitas

Ekuitas adalah jumlah modal yang dapat mengambarkan hak pemiliki atas aset dari perusahaan.

Berdasarkan dari ekuitas ini maka dapat dilihat seberapa besar kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan.

Di dalam laporan keuangan, ekuitas dapat dilihat pada neraca atau laporan posisi keuangan.

Contoh jenis ekuitas pada laporan keuangan diantaranya laba di tahan, modal yang di setor, saham dan deviden.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian ROE (Return on Equity) dan Rumus ROE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *