pengertian saham

Pengertian Saham, Jenis-Jenis dan Risiko Saham

Posted on

Pengertian Saham – Salah satu jenis surat berharga yang di perdagangkan di pasar modal adalah saham.

Definisi saham adalah surat berharga yang di keluarkan oleh perusahaan yang berbentuk Perseroaan Terbatas (PT) atau sering disebut dengan emiten.

Saham merupakan pernyataan bahwa pemilik saham tersebut adalah pemilik sebagian dari perusahaan tersebut.

Oleh sebab itu, bila seorang investor membeli saham suatu perusahaan maka dia akan menjadi pemilik atau pemegang saham perusahaan.

Pengertian saham menurut para ahli

Berikut beberapa pengertian saham menurut para ahli :

Rusdin (2008:68)

Menurut Rusdin, pengertian saham adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan dari sebuah perusahaan serta pemegang saham memiliki hak untuk klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan.

Darmadji dan Fakhrudin (2011)

Menurut Darmadji dan Fakhrudin, pengertian saham adalah penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan atas suatu perusahaan atau PT.

Saham berbentuk selembar kertas yang memberikan keterangan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik dari perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.

Sunariyah (2007)

Menurut Sunariyah, pengertian saham adalah surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan yang memiliki bentuk Perseroaan Terbatas (PT) atau biasa disebut dengan emiten. Saham ini merupakan pernyataan bahwa pemilik saham tersebut adalah pemilik sebagian dari perusahaan tersebut.

Sapto (2006: 31)

Menurut Sapto, adalah surat berharga yang merupakan instrumen bukti kepemilikan atau penyertaaan dari individu atau institusi dalam perusahaan. sedangkan dalam istilah umumnya, saham adalah bukti penyertaan modal dalam kepemilikan saham perusahaan.

Husnan Suad (2008: 29)

Pengertian saham Menurut Husnan Suad adalah secarik kertas yang bisa menunjukkan hak investor yaitu pemilik kertas tersebut untuk memperoleh bagian kekayaan perusahaan yang menerbitkan sekuritas dan kondisi yang memungkinkan pemodal untuk menjalankan haknya.

Fahmi (2012: 81)

Menurut Fahmi, pengertian saham adalah salah satu instrumen pasar modal yang paling banyak di minati oleh para investor karena dapat memberikan tingkat pengembalian yang menarik.

Saham adalah kertas yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan serta hak dan kewajiban yang dijelaskan kepada setiap pemegangnya.

Berdasarkan dari beberapa pengertian saham menurut para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa definisi saham adalah surat bukti kepememilikan suatu perusahaan yang berisi tentang nilai nominal, nama perusahaan serta penjelasan tentang hak dan kewajiban setiap pemegangnya.

Jenis-jenis saham

Pada saat ini, saham adalah surat berharga yang cukup populer dan sangat dikenal luas oleh masyarakat.

Di dalam kehidupan sehari-hari, saham yang paling umum dikenal adalah saham biasa atau Common Stock.

Untuk melihat berbagai jenis saham maka kita bisa melihatnya dari dari beberapa sudut pandang, yaitu berdasarkan dari :

1. Kemampuan hak tagihnya

Jenis saham dapat dilhat berdasarkan dari segi kemampuan hak tagihnya, yaitu :

a. Saham Biasa (Common Stock)

Jenis Saham biasa merupakan saham yang menempatkan pemiliknya sebagai junior terhadap pembagian deviden serta hak atas kekayaan perusahaan bila perusahaan tersebut di likuidasi.

b. Saham Preferen (Preferred Stock)

Jenis Saham Preferen merupakan saham yang memiliki kombinasi karakteristik antara obligasi dan saham biasa.

Hal ini di karenakan bisa menghasilkan pendapatan tetap seperti obligasi tapi juga bisa tidak mendapatkan hasil yang di kehendaki investor.

2. Cara peralihan

Bila dilihat dari cara peralihannya, jenis saham dapat dibagi menjadi :

a. Saham Unjuk (Bearer Stock)

Jenis saham unjuk adalah saham tersebut tidak terdapat nama pemilik agar mudah untuk di pindah tangankan dari satu investor ke investor lainnya.

b. Saham Atas Nama (Registered Stock)

Jenis Saham Atas Nama adalah saham yang didalamnya sudah tertulis jelas nama pemilik dan cara peralihan harus melalui cara-cara tertentu.

3. Kinerja Perdagangan

Apabila dilihat dari segi kinerja perdagangan maka jenis saham dapat di bedakan menjadi :

a. Saham Unggulan (Blue-Chip Stock)

Jenis saham unggulan adalah saham biasa yang diterbitkan oleh perusahaan yang memiliki reputasi sangat bagus.

b. Saham Pendapatan (Income Stock)

Income Stock adalah saham biasa dari suatu emiten yang memiliki kemampuan dalam membayar deviden lebih tinggi dari rata-rata deviden yang dibayarkan di tahun sebelumnnya.

Emiten yang seperti ini biasanya dapat menciptakan pendapatan tinggi dan teratur memberikan deviden tunai.

c. Saham Pertumbuhan (Growth Stock-Well Known)

Jenis saham pertumbuhan merupakan Saham yang memiliki pertumbuhan yang tinggi dan biasanya sebagai leader dalam industri sejenis yang memiliki reputasi tinggi.

d. Saham Spekulatif (Speculative Stocks)

Jenis saham spekulatif adalah sahama perusahaan yang tidak konsisten mendapatkan penghasilan dari tahun ketahun namun memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi di masa akan datang meskipun tidak pasti.

e. Saham Sklikal (Counter Cyclical Stocks)

Jenis saham ini adalah saham yang tidak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro ataupun kondisi bisnis secara umum.

Baca juga | Pengertian Profitabilitas, Tujuan, Manfaat dan Jenis-Jenis

Manfaat kepemilikan saham

Manfaat saham yang peroleh bagi pembeli saham ada 2 (dua) yaitu manfaat ekonomis dan manfaat non ekonomins.
Untuk menfaat ekonomis terdiri dari perolehan deviden dan perolehan Capital Gain.

  • Deviden adalah keuntungan yang didapatkan dari pembagian deviden tunai sebuah emiten.
  • Capital Gain Keuntungan yang didapatkan dari selisih harga jual saham yang lebih itnggi dari harga belinya.

Nilai saham yang terus meningkat seiring dengan pertambahahan kekayanan perusahaan emiten dalam jangka waktu tertentu.

Keuntungan inilah yang selalu di harapkan investor terutama investor jangka panjang.

Sedangkan manfaat ekonomis yang bisa di dapatkan oleh pemegang saham adalah mereka memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menentukan arah perusahaan.

Selain itu saham juga memiliki keuntungan dan manfaat lainnya yaitu fleksibel dan liquid.

Fleksibel dapat diartikan pemegang saham dapat menjual sebagian saham bila mereka membutuhkan dana.

Berbeda dengan model investasi lainnya seperti tanah, emas, properti yang harus dijual secara keseluruahan.
sedangkan liquid dapat diartikan sebagai prinsip good deleviry dan good fund di dalam pasar modal menjamin investor mendapatkan saham dan dananya.

Baca juga | Pengertian Laba, Jenis-Jenis, Unsur dan Faktor yang Mempengaruhi

Risiko kepemilikan saham

Selain saham memiliki manfaat dan keuntungan, saham juga memiliki risiko yang harus di antisipasi oleh pemegang saham.

Berikut beberapa risiko saham :

1. Capital loss

Capital Loss adalah kerugian dari hasil jual beli saham yaitu harga jual yang lebih rendah dibandingkan dengan harga beli.

2. Tidak mendapatkan deviden

Risiko saham selanjutnya adalah tidak mendapatkan deviden karena perusahaan mengalami kerugian sehingga mereka tidak membagikan deviden.

Oleh sebab itu potensi keuntungan investor sangat tergantung dan ditentukan oleh kinerja perusahaan.

3. Saham di keluarkan dari bursa (delisting)

Hal ini berarti saham perusahaan di delist dari bursa yang umumnya dikarenakan kinerja perusahaan yang buruk misalnya mengalami kerugian selama beberapa tahun, tidak membangikan deviden secara berturut-turut selama beberapa tahun dan kondisi lainnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan bursa.

4. Saham suspend

Saham suspend dapat diartikan sebagau suatu saham yang di berhentikan atau di suspend perdagangannya oleh otoritas bursa efek.

Tentunya hal ini akan membuat pemodal tidak dapat menjual saham yang mereka miliki sampai suspend terhadap saham tersebut di cabut dari status suspend.

Penyebab saham suspend ini diantaranya adalah perusahaan yang di pailitkan oleh kreditor, harga saham yang mengalami lonjakan harga yang luar biasa atau juga kondisi lainnya yang mengharuskan otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan saham tersebut.

5. Risiko Likuidasi

Hal terjadi bila perusahaan yang sahamnya di miliki dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut di bubarkan.

Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham akan mendapatkan prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dilunasi dari hasil penjualan kekayaan perusahaan.

Bila dari hasil penjualan aset kekayaan perusahaan tersebut ada sisa maka sisa tersebut akan di bagikan secara proposional kepada seluruh pemegang saham.

Namun bila tidak terdapat sisa dari penjualan tersebut maka pemegang saham tidak akan mendapatkan apa-apa.

Hal ini merupakan risiko paling berat dari pemegang saham sehingga setiap pemegang saham harus dapat mengikuti perkembangan dari perusahaan yang diperdagangkan di pasar modal.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Saham, Jenis-Jenis dan Risiko Saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *