pengertian strategi

Pengertian Strategi Adalah, Jenis-Jenis dan Tingkatan

Posted on

Pengertian Strategi – Salah satu hal terpenting bagi perusahaan untuk mencapai tujuan atau sasaran dengan efektif dan efisien adalah strategi.

Perusahaan harus dapat menghadapi semua permasalahan dan hambatan yang timbil dari dalam perusahaan dan dari luar perusahaan.

Pengertian Strategi secara umum adalah alat yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuannya dan dalam pengembangannya konsep strategi ini setiap orang memiliki pendapat yang yang berbeda.

Menurut Tjiptono (2006: 3). kata strategi secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Strategia” yang berarti seni atau ilmu menjadi jendral.

Baca juga | Pengertian Manajemen Strategi Dan Proses Manajemen Strategis

Pengertian Strategi Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian strategi menurut para ahli :

David (2011:18-19)

Menurut David, pengertian strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang akan dicapai.

Strategi merupakan aksi potensial yang membutuhkan keputusan manajemen punjak dan sumber daya perusahaan dalam jumlah besar.

Sehingga strategi dapat di definisikan seabgai kegiatan yagn dilakukan oleh individu atau perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

Pearce II dan Robinson (2008:2)

Menurut Pearce II dan Robinson, pengertian strategi adalah rencana dengan skala besar yang berorientasi pada masa mendatang untuk berinteraksi dengan kondisi persaingan guna mencapai tujuan.

Rangkuti (2013:183)

Rangkuti menyatakan bahwa arti strategi adalah perencanaan unduk yang komprehensif yang dapat menjelaskan bagaimana perusahaan mencapai seluruh tujuannya yang telah ditetapkan atas dasar misi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Chandler

Menurut Chandler, arti strategi adalah alat untuk mencapai tujuan perusahaan yang terkait dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut dan juga prioritas alokasi sumber daya.

Learned, Christensen, Andrews, dan Guth

Menurut Learned, Christensen, Andrews, dan Guth, pengertian strategi adalah alat untuk menciptakan keunggualn bersaing sehingga salah satu fokus dari strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut layak ada atau tidak.

Argyris, Mintzberg, Steiner dan Miner

Menurut Argyris, Mintzberg, Steiner dan Miner, mendefinisikan strategi sebagai respon terus-menerus atau adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal, kekuatan serta kelemahan internal yang dapat berpengaruh terhadap organisasi.

Porter

Porter mendefinisikan strategi sebagai alat yang penting dalam mencapai keunggulan dalam bersaing.

Andrews, Chaffe

Menurut Andrews, Chaffe, pengertian strategi adalah motivasi bagi stakeholder baik itu secara langsung atau tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang timbul dari semua tindakan yang dilakukan perusahaan.

Morrisey

menurut Morrisey, definisi strategi adalah sebuah proses dalam menentukan arah yang dituju perusahaan agar dapat mencapai semua tujuannya.

Pearce dan Robinson

Pearce dan Robinson mengatakan bahwa strategi dapat di definisikan sebagai rencana mai suatu perusahaan yang dapat mengambarkan kesaran perusahaan terkait dengan kapan, dimana serta bagaimana mereka harus bersaing untuk menghadapai para kompetitor dengan tujuan tertentu.

Johnson dan Scholes

Johnson dan Scholes menyatakan bahwa strategi merupakan ruang lingkup dan arah organisasi atau lembaga untuk jangka panjang dalam rangka mencapai keuntungan dengan konfigurasi dari sumber lingkungan yang menantang demi memenuhi kebutuhan pasar atau kepentingan.

Wright (1996)

Menurut Wright, pengertian strategi adalah sebuah alat atau tindakan yang dipergunakan manajemen untuk mencapai kinerja yang konsisten dengan misi serta tujuan perusahaan.

Quinn (1990)

Pengertian strategi menurut Quinn adalah pola atau rencana yang mengintegrasikan dengan tujuan, kebijakan serta kegiatan utama dalam hubungan yang kohesif.

Baca juga | Strategi Komunikasi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan

Jenis-Jenis Strategi

Jenis-Jenis Strategi

Menurut David (2009:252-272), terdapat beberapa jenis strategi yaitu :

1. Strategi Integrasi

Jenis strategi integrasi dapat terbagi menjadi :

a. Integrasi ke Depan (Forward Integration)

Pengertian strategi integrasi kedepan adalah usaha untu memiliki atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer.

Pada saat ini, semakin banyak perusahaan manufaktur yagn menjalankan strategi integrasi kedepan dengan mendirikan situs web dengan tujuan menjual produk mereka secara langsung dengan konsumen.

Hal ini dapat menyebabkan gejolak yang besar di sejumlah industri.

b. Integrasi ke Belakang (Backward integration)

Integrasi ke belakang adalah strategi untuk memilki atau meningkatkan kontrol pada perusahaan pemasok.

Jenis strategi ini dapat digunakan saat perusaan pemasok tidak lagi dapat diandalkan atau tidak dapat memenuhi kebutuhan.

Persaingan di era globalisasi ini dapat memicu perusahaan untuk mengurangi pemasok dan menutu pelayanan serta mutu yang lebih baik.

c. Integrasi Horizontal (Horizontal Integration)

Jenis strategi Integrasi Horizontal dilakukan dengan cara mengakuisi perusahaan pesaing yagn memiliki line of bisnis yang sama.

Dengan ini perusahaan dapat meningkatkan skala perusahaan, meningkatkan penjualan dan jumlah keuntungan serta memperlebar pasar potensisal perusahaan.

2. Strategi Intensif

Untuk jenis Strategi Intensif dapat terbagi menjadi :

a. Penetrasi Pasar (Market Penetration)

Strategi penetrasi pasar ini, perusahaan akan melakukan upaya untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang sudah ada di dalampasar melalui usaha pemasaran yang gencar.

Jenis strategi ini dapat digunakan secara tunggal atau juga dikombinasikan dengan strategi lainnya.

Penetrasi pasar ini dapat berupa menambah jumlah sales, melakukan promosi penjualan atau juga beriklan secara masif.

b. Pengembangan Pasar (Market Development)

Strategi pengembangan pasar ini dapat terdiri dari memperkenalkan produk atau jasa yang tersedia pada wilayah yang baru.

Kapankah strategi pengembangan pasar yang efektif, berikut beberapa contohnya :

  • Saat terdapat saluran distribusi baru yang dapat diandalkan, murah serta bermutu
  • Waktu perusahaan berhasil atas hal yang telah dikerjakan
  • Saat pasar masih baru dan belum dimanfaat secara maksimal
  • Ketika perusahaan memiliki modal atau sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengolah operasional yang semakin besar.
  • Saat perusahaan memiliki kapasitas produksi yang berlebihan.
  • Dll
c. Pengembangan Produk (Product Development)

Pengembangan produk adalah jenis strategi yang berusaha untuk meningkatkan penjualan dengan cara memperbaiki atau mengubah produk atau jasa yang sudah ada.

Strategi pengembangan produk ini pada umumnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan riset dan pengembangan.

3. Strategi Diversifikasi

Berikut adalah beberapa Strategi Diversifikasi :

a. Diversifikasi Konsentris

Berikut 6 (enam) waktu yang tepat untuk melakukan Diversifikasi Konsentris :

  • Saat organisasi bersaing pada industri yang tidak tumbuh atau pertumbuhan lambat.
  • Ketika akan menambah produk baru tapi masih berhubungan yang dapat meningkatkan penjualan produk.
  • Saat produk baru namun masih berhubungan dan ditawarkan dengan harga yang bersaing.
  • Ketika produk perusahaan dalam tahapan daur hidup produk yang menurun.
  • Waktu perusahaan memiliki manajemen yang kuat.
b. Diversifikasi Horisontal (Horizontal Diversification)

Pengertian Diversifikasi Horisontal adalah menambah produk atau jasa baru yang tidak memiliki kaitan untuk pelanggan yang sudah ada.

Risiko strategi ini tidaklah sebesar diversifikasi konglomerat karena perusahaan sudah mengenal pelanggan yang sudah ada.

c. Diversifikasi konglomerat (Conglomerate Diversification)

Strategi ini dapat dijalankan dengan melakukan akuisisi perusahaan lainnya yang memiliki line of business yang berbeda.

4. Strategi Defensif

Berikut adalah beberapa Strategi Defensif, yaitu :

a. Rasionalisasi biaya (Retrenchment)

Pengertian rasionalisasi biaya terjadi saat perusahaan melakukan restrukturisasi dengan melakukan penghematan biaya serta aset untuk meningkatkan penjualan dan laba yang menurun.

Rasionalisasi biaya ini diciptakan untuk menguatkan kompetensi pembeda dasar organisasi.

b. Divestasi (Divestiture)

Definisi divestasi adalah menjual suatu divisi atau bagian dari perusahaan.

Devestasi sering dimanfaatkan untuk meningkatkan permodalan yang kemudian dimanfaatkan untuk mengakuisisi atau berinvestasi.

c. Likuidasi (Liquidation)

Pengertian likuidasi adalah menjual seluruh aset perusahaan secara bertahap sesuai dengan nilai nyata aset tersebut.

Likuidasi ini adalah pengakuan kekalahan dan hal ini merupakan strategi yang sangat sulit dilakukan dan emosional.

Baca juga | Pengertian Manajemen Strategi Dan Proses Manajemen Strategis

Tingkatan Strategi

strategi adalah

Menurut Wheelen dan David (2008:15), terdapat beberapa tingkatan strategi didalam perusahaan besar.

Berikut adalah tingkatan strategi manajemen yang berkembagn sesuai dengan pekembangan usaha :

1. Strategi Korporasi (Corporate strategy)

Arti dari Strategi Korporasi merupakan strategi yang dapat menggambarkan arah perusahaan dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan dan manajemen berbagai jenis lini produk.

2. Strategi Bisnis (Business Strategy)

Definisi dari strategi bisnis adalah strategi yang terjadi pada tingkat produk atau unit bisnis dan merupakan strategi yang memfokuskan pada perbankan posisi bersaing produk atau jasa pada spesifik industri atau segmen pasar tertentu.

3. Strategi Fungsional (Functional Strategy)

Pengertian strategi fungsional adalah strategi yang terjadi pada tingkatan fungsional seperti operasional, pemasaran, keuangan, SDM, dll.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Strategi Adalah, Jenis-Jenis dan Tingkatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *