Pengertian Supply Chain Management

Pengertian Supply Chain Management (SCM) Adalah

Posted on

Pengertian Supply Chain ManagementSupply Chain Management (SCM) atau Manajemen rantai pasok telah menjadi permasalahan di berbagai industri sebagai perusahaan.

Hal ini dikarenakan perusahaan menyadari betapa pentingnya untuk menciptakan hubungan yang terintegrasi antara pemasok dengan pelanggan.

Pengelolaan rantai pasokan telah menjadi cara efektif untuk meningkatkan persaingan dengan mengurangi ketidak pastian dan meningkatkan layanan pelanggan.

Dengan SCM maka perencanaan dan koordinasi pada sistem integrasi yang komplek dan informasi teknologi menyinkronkan rantai pasokan dapat dijelaskan kedalam kerangka sehingga menciptakan struktur dan kontrol yang tepat didalam perusahaan dan pihak lainnya yang berada didalam rantai.

Manajemen rantai pasokan didalam perusahaan telah menjadi cara untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan memungkinkan perkembangan yang menguntungkan.

Baca juga | Pengertian Manajemen Logistik, Tujuan, Fungsi, Prinsip dan Manfaat 

Pengertian SCM Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian Supply Chain Management menurut para ahli :

Levi, et.al (2000)

Pengertian Supply Chain Management (SCM) menurut Levi, et.al adalah suatu pendekatan yang dipergunakan untuk mencapai pengintegrasian yang efisien dari suplier, manufaktur, distributor, retailer dan consumer.

Hal ini dapat diartikan barang yang diproduksi dalam jumlah yang tepat, waktu yang tepat serta pada tempat yang tepat dengan tujuan mencapai biaya dari sistem keseluruhan yang minimum dan mencapai service level yang di inginkan.

Pires, et.al. (2001)

Menurut Pires, pengertian SCM adalah jaringan suplier, manufaktur, perakitan, distribusi dan fasilitas logistik yang dapat membentuk fungsi pembelian dari material, transportasi material menjadi barang setengah jadi atau produk jadi dan proses dari produk tersebut kepada konsumen

Heizer dan Rander (2004)

Menurut Heizer dan Rander, pengertian SCM adalah kegiatan pengelolaan kegiatan dalam rang mendapatkan bahan mentah menjadi barang di dalam proses atau barang setengah jadi dan barang jadi lalu mengirimkan produk tersebut melalui jalur distribusi.

Kegiatan tersebut dapat terdiri fungsi pembelian tradisional ditambah dengan kegiatan penting lainnya yang terkait dengan pemasok dan distributor.

Chow et.al. (2006)

Menurut Chow et.al., pengertian Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan) adalah pendekatan holistik dan strategis dalam hal permintaan, operasional, pembelian dan manajemen proses logistik

Henkoff (1994)

Menurut Henkoff, arti manajemen rantai pasok adalah proses dimana perusahaan memindahkan material, komponen dan produk ke pelanggan.

Baca juga | Pengertian Manajemen Industri Adalah, Tingkatan, Jurusan dan Sejarah

Proses SCM

Berikut adalah beberapa proses Supply Chain Management (SCM) :

Customer Relationship Management (CRM)

CRM adalah pengelolaan hubungan baik dengan konsumen yang dapat dimulai dengan mengidentifikasi siapa konsumen, kebutuhannya, dan spesifikasi yang dikehendaki.

Dengan demikian, secara periodik dapat dilakukan evaluasi terkait dengan kepuasan konsumen yang telah terpenuhi.

Customer Services Management

CSR dapat berfungsi sebagai pusat informasi bagi konsumen dengan menyediakan informasi real time yang terkait dengan jadwal pengiriman ketersediaan produk, keberadaan produk, harga, dll.

Hal ini juga termasuk dalam pelayanan purna jual yang dapat melayani konsumen dengan efisien untuk penggunaan produk

Demand Management

Manajemen permintaan memiliki fungsi untuk menyeimbangkan kebutuhan konsumen dengan kapasitas perusahaan yang menyediakan produk atau jasa yang dibutuhkan.

Hal ini dapat meliputi saat menentukan apa yang menjadi kebutuhan konsumen dan waktu yang dibutuhkan.

Sistem manajemen permintaan yang baik memakai point of sale dan data konsumen untuk mengurangi ketidakpastian.

Hal ini dijuga dapat meningkatkan efisiensi aliran barang dalam rantai pasok.

Kebutuhan pemasaran dan rencana produksi harus dikoordinasikan, kebutuhan konsumen dan kapasitas produksi harus disinergikan agar persedian dapat dikelola dengan baik.

Customer Order Fulfillment

Proses penyelesaian pesanan ini secara efektif membutuhkan integrasi rencana kerja antara produk, distribusi dan transportasi.

Hubungan dengan rekan kreja yaitu anggota primer rantai pasok dan anggota sekunder dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mengurangi total biaya kirim ke pelanggan.

Manufacturing Flow Management

Pada umumnya perusahaan memproduksi barang lalu dibawa ke bagian distribusi berdasarkan ramalan historik.

Produk yang dihasilkan untuk memenuhi jadwal produksi sering kali produk yang salah mengakibatkan persediaan yang tidak perlu, meningkatkan biaya penanganan dan pengiriman produk terhampat.

Dengan SCM, produk dihasilkan berdasarkan kebutuhan pelanggan sehingga barang produksi harus fleksibel dengan perubahan pasar.

Untuk itu dibutuhkan kemampuan berubah yang cepat untuk menyesuaikan dengan variasi kebutuhan massal.

Procurement

Menjalin hubungan untuk jangka yang panjang dengan sekelompok supplier dalam arti hubungan win win relationship untuk mengubah sistem beli tradisional.

Di dalam hubungan ini bisa melibatkan supplier semenjak tahapan desain produk sehingga bisa mengurangi siklus pengembangan produk serta meningkatkan koordinasi antara engineering, prurchasing dan supplier pada tahap akhir desain.

Baca juga | Pengertian Stakeholder Adalah, Klasifikasi, fungsi dan peran

Strategi SCM

Tujuan utama menjalankan SCM adalah meminimalkan aliran bahan baku dan produk jadi di setiap titik dalam pipa untuk meningkatkan produktivitas dan penghematan biaya.

Kesuksesan usaha rantai suplai dapat terlihat dari pengelolaan beberapa elemen penting untuk bagian seperti unit bisnis individu dalam seluruh rantai pasokan.

Berikut beberapa pelaksanaan strategi SCM secara efektif

1. Membangun hubungan dengan pemasok

Strategi ini sangat penting untuk membangun kemitraan strategis dengan pemasok untuk kesuksesan rantai pasokan.

Perusahaan memulai untuk membatasi jumlah pemasok dengan penerapan evaluasi vendor.

Program ini dilakukan untuk menemukan pemasok yang memiliki keunggulan operasional sehingga pelanggan dapat menentukan pemasok yang melayani dengan baik.

Kemampuan untuk memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan ataupemasok sangat penting karena pemasok akan lebih mudah untuk bekerja sama.

Meningkatkan Respon pelanggan

Agar kompetitif, perusahaan harus fokus pada peningkatan rantai pasokan untuk meningkatkan layanan pelanggan melalui peningkatan frekuensi pengiriman produk.

Tuntutan meningkatkan tingkat layanan pelanggan menjadi arah kemitraan antara pelanggan dan pemasok.

Kemampuan melayani pelanggan dengan tingkat yang lebih tinggi dari kualitas layanan termasuk pengiriman yang cepat.

Memiliki hubungan yang baik dengan pemasok merupakan hasil dari kepercacyaan dan kemampuan untuk mendorong pelanggan, kedekatan dengan pelanggan dan fokus dari pelanggan.

Membangun keunggulan kompetitif untuk saluran produk

Upaya untuk mencapai keunggulan kompetitif dalam industir tidak mudah bagi perusahaan.

Banyak tekanan kompetitif memaksa perusahaan untuk tetap efisien.

Beberapa keunggulan kompetitif melihat SCM untuk perusahaan yang mempekerjakan sumber daya untuk melakukan proses.

Hal ini dapat berfungsi untuk meningkatkan pengaruh saluran perusahaan yang diakui sebagai yang terdepat ndan diperlakukan dengan hormat.

Memperkenalkan solusi SCM dan memungkinkan teknologi informasi

Informasi sangat penting dalam mengoperasikan rantai pasokan yang efektif.

Kemampuan komunikasi perusahaan ditingkatkan dengan sistem teknologi informasi.

Namun, kompatibilitas sistem informasi antara mitra dagang dapat membatasi kemampuan untuk bertukar informasi.

Dibutuhkan sistem teknologi informasi ditingkatkan dimana mitra dalam saluran memiliki akses ke dalam database umum yang diperbarui secara real time.

Baca juga | Pengertian CSR (Corporate Social Reponsibility), Manfaat dan Prinsip

Tujuan dan Prinsip Supply Chain

Tujuan rantai pasokan langsung mendukung sasaran seperti tujuan rantai pasokan manafaktur bisa meningkatkan pendapatan dengan menghilangkan atau mengurangi hambatan dalam sistem.

Rantai pasokan yang dapat mendukung tujuan dapat di identifikasikan :

  • Meningkatkan throughput
  • Mengurangi waktu siklus
  • Mengurangi persedian di berbagai tahapan
  • Manajemen penundaan
  • Mengurangi seluruh modal.

Jenis-Jenis SCM

Berikut adalah beberapa jenis SCM :

Upstream Supply Chain

Upstream Supply Chain mengelola hubungan perusahaan dengan vendor atau pihak lain dalam hal transfer barang.

Bila barang yang diproduksi oleh perusahaan atau organisasi tidak langsung ke konsumen namun disalurkan pada perusahaan penyalur.

Downstream Supply Chain

Downstream Supply Chain adalah manajemen yang menangani transfer barang dari perusahaan ke tangan konsumen.

Bila Upstream supply chain harus melalui supplier dulu, bila downstream langsung dapat dibeli oleh konsumen.

Internal Supply Chain

Internal Supply Chain terkait dengan aktivitas atau kegiatan pemasukan barang.

Hal ini harus diperhatikan yaitu manajemen produksi, pabrikasi dan juga kontrol ketersediaan bahan baku.

Permasalahan Penting di Dalam SCM

Terdapat beberapa permasalahan yang sering terjadi didalam SCM yaitu :

Supply chain tidak dapat di tentukan dalam lingkungan terisolasi karena langsung dapat dipengaruhi oleh komponen lain yang terdapat dalam perusahaan itu sendiri.

Tantangan terdapat pada supply chain adalah merancang dan menjalankan sheingga total semua biaya sistem dapat diminimasi disamping tingkat pelayanan terus dilakukan peningkatan.

Di dalam supply chain terdapat ketidakpastian dan melekat dalam setiap komponen didalamnya.

Kesimpulan

Berdasarkan dari beberapa pengertian diatas maka secara umum pemahaman manajemen rantai pasok mengandung makna terjadinya aliran material dari awal hingga ke konsumen.

Hal tersebut harus memperhatikan faktor ketepatan waktu, biaya dan juga jumlah produknya.

Dengan demikian rantai pasok membutuhkan dukungan teknologi informasi yang mutlak dibutuhkan untuk menyamakan persepsi kebutuhan akan muncul kebutuhan material yang akan diolah.

Intergrasi dan koordinasi adalah elemen penting untuk melakukan usaha sinkronisasi sehingga semua dapat dilakukan dengan baik sehingga dicapai efisiensi biaya.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Supply Chain Management (SCM) atau Manajemen Rantai Pasok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *