teori perubahan sosial

Teori Perubahan Sosial di Dalam Masyarakat dan Sosiologi

Posted on

Teori Perubahan Sosial – Di dalam setiap masyarakat dapat dipastikan akan mengalami perubahan dan perubahan tersebut dapat berupa pengaruh yang tidak menyolok, perubahan yang berpengaruh terbatas atau luas serta terdapat pula perubahan yang bejalan dengan cepat atau juga lambat.

Perubahan di dalam masyarakat ini dapat terkait dengan nilai sosial, pola perilaku, struktur organisasi, lembaga kemasyarakatan, dll.

Luasnya pembahasan tentang perubahan sosial ini maka seseorang yang ingin menguraikan tentang permasalahan ini maka harus menentukan perubahan apa yang dimaksud.

Banyak para ahli yang pernah menyatakan tentang berbagai teori perubahan sosial dan kebudayaan untuk membantu menguraikan permasalahan perubahan sosial.

Pada teori perubahan sosial didalam masyarakat, pada umumnya mempersoalkan tetnang perbedaan antaran perubahaan sosial dengan perubahan kebudayaan.

Bila perbedaan definisi tersebut dapat dinyatakan dengan tegas maka pengertian perubahan sosial dapat digambarkan dengan jelas.

Pada prinsipnya, perubahan sosial adalah proses yang terjadi terus menerus atau setiap masyarakat yang ada akan mengalami perubahan namun antara masyarakat satu dengan lainnya akan mengalami perubahan yang tidak sama.

Menurut Rogers (1985), teori perubahan sosial adalah sebuah teori yang dapat menjelaskan hal yang terkait dengan perubahan dan harus merangkum pertanyaan berikut :

Faktor-faktor apa yang mengalami perubahan itu ?

Sejauh manakah perubahan tersebut terjadi ?

Bagaimana kecepatan perubahan itu terjadi ?

Kondisi apa saja yang terjadi sebelum dan sesudah perubahan itu terjadi ?

Apakah yang terjadi selama terjadinya transisi ?

Stimulus apa saja yang menjadi pendorong terjadinya perubahan tersebut ?

Dengan mekanisme apa perubahan tersebut terjadi ?

Unsur apa saja yang menimbulkan kestabilan pada satu titik tertentu didalam terjadinya perubahan ?

Dapatkah manusia untuk menentukan tujuan dari perubahan tersebut ?

Teori Perubahan Sosial

Untuk dapat menjelaskan tentang fenomena perubahan sosial maka terdapat beberapa teori yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam memahami perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat.

Berikut beberapa teori perubahan sosial, diantaranya adalah :

1. Teori Evolusi (Evolutionary Theory)

Menurut James M. Henslin (2007), terdapat dua jenis teori evolusi terkait dengan cara masyarakat untuk berubah yaitu teori unilinier dan teori multilinier

Di dalam teori unilinier mengasumsikan bahwa seluruh masyarakat akan mengikuti jalur evolusi yang sama.

Setiap masyarakat dapat berasal dari bentuk sederhana kedalam bentuk yang lebih kompleks dan masing-masing masyarakat akan melalui proses perkembangan yang seragam.

Salah satu teori perubahan sosial yang sangat berpengaruh adalah teori evolusi dari Lewis morgan.

Menurut Lowis Morgan, seluruh masyarakat yang berkembang akan melalui 3 (tiga) tahapan yaitu kebuasan, barbarisme dan peradapan.

Pandangan selanjutnya adalah teori multi linier yang merupakan teori yang menggantikan teori unilinier dengan tidak mengasumsikan bahwa masyarakat mengikuti urutan yang sama meskipun mengarah kepada industrialisasi, masyarakat tidak harus melewati urutan tahapan yang sama.

Kedua teori evolusi diatas merupakan asumsi yang terkait dengan kemajuan budaya dimana kebudayaan barat di anggap sebagai tahapan kemajuan kebudayaan yang sempurna.

Namun hal ini terbantahkan dengan seamin meningkatnya apresiasi terhadap keanekaragaman kebudayaan suku bangsa di dunia.

Baca juga | Pengertian Perubahan Sosial, Bentuk dan Faktor yang Mempengaruhi

2. Teori Siklus (Cyclical Theory)

Menurut PB Horton dan CL Hunt ( 1992 ) dalam bukunya “Sociology” menyatakan bahwa penganut teori siklus berpendapat bahwa adanya tahapan yang harus dilalui oleh masyarakat namun mereka berpandangan bahwa proses perubahan sosial tidak berakhir pada tahapan terakhir yang sempurna namun berlanjut pada tahapan kepunahan dan berputar kembali pada tahapan awal.

Menurut Oswald Spengler (1880 – 1939) yang juga seorang ahli filsafah jerman menyatakan bahwa setiap peradapan besar akan mengalami proses tahapan kelahiran, pertumbuhan dan keruntuhan.

Sedangkan menurut Pitrim Sorokin (1889 – 1968) menyatakan bahwa seluruh peradapan yang besar akan melalui 3 (tiga) siklus sistem kebudayaan yang akan berputar tanpa akhir yaitu

  1. Kebudayaan Ideasional (Ideational Cultural) yang didasarkan pada nilai dan kepercayaan pada super natural.
  2. Ideatilisic culture (kebudayaan idealistis) yaitu kepercayaan terhadap unsur super natural dan rasionalitas yang didasarkan pada fakta maka dapat menciptakan masyarakat yang ideal.
  3. Kebudayaan sensani (sensate culture) yaitu sensasi akan menjadi tolak ukur dari kenyataan dan tujuan hidup.

Menurut Arnold Tonybee (1889 – 1975) menilai bahwa peradapan besar berada pada siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan dan kematian.

Menurutnya peradapan besar muncul untuk menjawab tantangan namun itu semau akan punah.

Baca juga | Pengertian Sosialisasi, Tujuan, Proses, Tahapan Dan Jenis

3. Teori Fungsionalis ( Functionalist Theory )

Di dalam teori fungsionalis ini memandang bahwa setiap elemen masyarakat dapat memberikan fungsi terhadap elemen masyarakat lainnya.

Perubahan yang timbul di dalam masyarakat akan menimbulkan perubahan pada bagian lainnya.

Perubahan-perubahan dianggap dapat mengacaukan keseimbangan masyarakat dan proses kekacauana ini akan berhenti bila perubahan tersebut diintegrasikan ke dalam kebudayaan.

Oleh sebab itu, di dalam teori ini unsur kebudayaan baru yang memiliki fungsi bagi masyarakat akan diterima dan yang disfungsional akan ditolak.

Menurut William Ogburn, walaupun unsur masyarakat saling berhubungan tapi beberapa unsur dapat berubah dengan cepat sedangkan unsur lainnya dapat berubah dengan lambat.

Hal ini dapat disebut dengan ketertinggalan (cultural lag) yang mengakibatkan terjadinya kejutan sosial pada masyarakat sehingga mengacaukan kesimbangan dalam masyarakat.

Menurut William Ogburn, perubahan benda-benda budaya materi atau teknologi berubah lebih cepat daripada perubahan dalam budaya non materi dan struktur sosial.

Dengan kata lain, kita berusaha untuk mengejar teknologi yang terus berubah dengan mengadaptasi adat dan tata cara hidup untuk memenuhi kebutuhan teknologi.

Pengertian Manajemen Konflik, Tujuan, dan Gaya Manajemen Konflik

4. Teori Konflik (Conflict Theory)

Di dalam teori konflik, yang tetap konstan dalam kehidupan masyarakat adalah konflik sosial dan bukan perubahan.

Perubahan terjadi karena akibat terjadinya konfliki didalam masyarakat yaitu terjadinya pertentangan antara kelas kelompok penguasa dengan kelompok tertindas.

Karena konflik sosial terjadi secara terus menerus maka perubahanpun juga akan mengikutinya.

Menurut Karl Marx, pertentangan kelas sosial adalah sumber yang paling penting dan berpengaruh pada semua perubahan sosial.

Dengan adanya perubahan ini dapat menciptakan kelompok atau kelas sosial yang baru.

Konflik antara kelompok dan kelas sosial baru tersebut dapat melahirkan perubahan berikutnya.

Karl Marx berpendapat bahwa konflik paling tajam akan terjadi antara kelas buru dengan para kapitalis atau pemilik bisnis yang akan diakhiri dengan kemenangan para buruh sehingga muncullah masyarakat tanpa kelas.

Namun pernyataan Karl Marx terkait dengan masyarakat tanpa kelas hingga saat ini tidak pernah terbukti.

Demikianlah pembahasan tentang Teori Perubahan Sosial di Dalam Masyarakat dan Sosiologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *